Hi Otofriends, perjalanan jauh bersama keluarga seharusnya menjadi momen yang menyenangkan. Mau mudik, liburan, atau sekadar road trip ke luar kota, tentu rasanya lebih tenang kalau mobil yang digunakan benar-benar siap diajak perjalanan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Masalahnya, membeli mobil keluarga dalam kondisi bekas membutuhkan perhatian lebih. Tampilan luar yang masih mengilap belum tentu menunjukkan kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki atau sistem kelistrikan yang sebenarnya.
Apalagi kalau mobil akan digunakan melewati jalan tol dalam waktu berjam-jam. Risiko mobil mengalami kendala di tengah perjalanan tentu bisa mengganggu kenyamanan seluruh anggota keluarga.
Karena itu, Otofriends jangan hanya mencari mobil yang kabinnya lega atau harganya sesuai budget. Kondisi teknis dan perlindungan setelah pembelian juga perlu masuk dalam pertimbangan.
Berikut panduan yang bisa digunakan sebelum memutuskan membeli mobil keluarga bekas untuk perjalanan jauh.
1. Utamakan Kondisi Mesin dan Transmisi
Mesin dan transmisi menjadi dua bagian paling penting ketika memilih mobil bekas.
Sebelum membeli, lakukan pemeriksaan terhadap suara mesin, getaran, kebocoran oli, kondisi radiator dan respons kendaraan saat digunakan. Pada transmisi, rasakan apakah perpindahan gigi berlangsung normal atau justru muncul hentakan, jeda atau suara yang tidak biasa.
Hal ini penting karena kerusakan pada mesin dan transmisi dapat membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Jangan mudah percaya hanya karena penjual mengatakan mesin “halus” atau “siap perjalanan jauh”. Kalau memungkinkan, mintalah kesempatan untuk melakukan pemeriksaan dan test drive secara menyeluruh.
2. Cek Riwayat Mobil Sebelum Membeli
Riwayat kendaraan bisa memberikan gambaran bagaimana mobil tersebut dirawat oleh pemilik sebelumnya.
Tanyakan kapan terakhir servis, komponen apa saja yang pernah diganti, apakah pernah mengalami kecelakaan, serta apakah mobil pernah terendam banjir.
Mobil bekas yang memiliki catatan servis lebih jelas tentu memberikan informasi yang lebih banyak kepada calon pembeli. Sebaliknya, jika riwayat kendaraan tidak diketahui sama sekali, Otofriends perlu melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
3. Waspadai Indikasi Bekas Banjir dan Tabrakan Besar
Dua hal yang juga penting diperhatikan adalah indikasi kendaraan pernah terendam banjir atau mengalami tabrakan besar.
Pemeriksaannya tidak cukup hanya melihat kondisi cat bodi. Area interior, karpet, konektor kelistrikan, panel indikator hingga bagian mesin perlu diperhatikan.
Dalam layanan inspeksi profesional, indikasi banjir dan tabrakan besar memang menjadi bagian dari pemeriksaan. Otospector, misalnya, menerapkan pemeriksaan lebih dari 150 titik yang mencakup interior, eksterior, mesin dan transmisi, sistem rem serta kelengkapan dokumen.
Bagi mobil keluarga yang akan digunakan untuk perjalanan jauh, informasi seperti ini sangat penting karena pembeli bukan hanya mencari mobil yang terlihat bagus, tetapi juga ingin mengetahui kondisi sebenarnya.
4. Jangan Abaikan Kaki-Kaki dan Sistem Rem
Perjalanan jauh berarti mobil akan bekerja dalam waktu yang lebih panjang. Karena itu, kaki-kaki dan sistem pengereman juga wajib diperiksa.
Saat test drive, perhatikan apakah terdengar bunyi aneh ketika melewati jalan tidak rata. Rasakan pula apakah setir menarik ke satu sisi atau mobil terasa kurang stabil.
Sistem rem juga harus mendapatkan perhatian. Periksa respons pedal, kondisi kampas dan cakram, serta pastikan tidak ada gejala pengereman yang terasa tidak normal.
Ban tidak boleh dilupakan. Periksa ketebalan telapak, kondisi dinding ban, pola keausan dan ban cadangan.
5. Pastikan AC dan Interior Nyaman
Mobil keluarga bukan cuma harus aman, tetapi juga nyaman.
Perjalanan luar kota bisa berlangsung berjam-jam. Kalau AC tidak dingin, jok kurang nyaman atau terdapat masalah pada berbagai fitur interior, perjalanan bisa terasa melelahkan.
Periksa AC dalam kondisi mesin menyala. Pastikan udara dingin keluar secara normal dan blower bekerja pada berbagai tingkat kecepatan.
Periksa pula kondisi jok, sabuk keselamatan, power window, sistem audio, lampu kabin dan fitur lainnya.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat terasa ketika seluruh keluarga berada di dalam mobil selama berjam-jam.
6. Periksa Sistem Pendinginan Mesin
Overheat merupakan salah satu kondisi yang tentu ingin dihindari ketika membawa keluarga bepergian jauh.
Sebelum membeli, perhatikan kondisi radiator, coolant, selang-selang dan area sekitar mesin. Periksa juga apakah terdapat tanda-tanda kebocoran.
Jangan menganggap sistem pendinginan tidak penting hanya karena temperatur mesin terlihat normal ketika mobil digunakan sebentar.
Untuk mobil bekas yang akan digunakan perjalanan jauh, pemeriksaan menyeluruh menjadi lebih penting karena kita tidak pernah tahu bagaimana kendaraan tersebut dirawat oleh pemilik sebelumnya.
7. Cek Aki dan Sistem Kelistrikan
Aki yang mulai melemah bisa menjadi masalah ketika mobil digunakan untuk bepergian.
Perhatikan apakah starter terasa berat, lampu kendaraan redup atau terdapat indikator peringatan yang menyala di panel instrumen.
Selain aki, periksa juga fungsi lampu utama, lampu rem, sein, wiper dan berbagai perangkat elektronik.
Untuk kendaraan keluarga, pemeriksaan kelistrikan bukan hanya soal kenyamanan. Sistem yang bermasalah juga bisa mengganggu perjalanan dan membutuhkan penanganan ketika mobil berada jauh dari rumah.
8. Pastikan Dokumen Kendaraan Lengkap
Jangan sampai fokus pada kondisi teknis membuat dokumen kendaraan terlupakan.
Periksa STNK, BPKB, faktur jika tersedia, status pajak dan kesesuaian identitas kendaraan dengan dokumen.
Pemeriksaan dokumen juga termasuk dalam standar inspeksi Otospector. Informasi pada layanan inspeksinya mencakup STNK, lembar pajak, BPKB, faktur dan informasi servis terakhir jika diperbolehkan serta memungkinkan.
Kelengkapan administrasi memberikan dasar yang lebih jelas sebelum transaksi dilakukan.
9. Lakukan Inspeksi Pihak Ketiga
Kalau Otofriends bukan orang yang memahami teknis mobil, tidak ada salahnya menggunakan bantuan pihak ketiga yang independen.
Tujuannya bukan untuk mencari-cari kesalahan pada mobil, melainkan mendapatkan gambaran kondisi kendaraan secara lebih objektif.
Inspeksi Otospector dilakukan pada lebih dari 150 titik dan mencakup beberapa area utama, termasuk indikasi banjir, tabrakan besar, mesin, transmisi, rem, interior, eksterior serta dokumen. Hasil pemeriksaan kemudian diberikan dalam bentuk laporan.
Dengan laporan tersebut, calon pembeli memiliki informasi tambahan sebelum menentukan apakah unit tersebut memang sesuai dengan kebutuhan dan budget.
10. Jangan Hanya Memikirkan Kondisi Saat Membeli
Ada satu hal yang sering terlupakan ketika membeli mobil bekas: bagaimana kalau kendaraan mengalami masalah setelah transaksi?
Mobil mungkin terasa normal ketika test drive selama beberapa puluh menit. Namun, penggunaan sehari-hari dan perjalanan jauh bisa memberikan beban berbeda kepada komponen kendaraan.
Karena itu, selain pemeriksaan sebelum membeli, Otofriends juga bisa mempertimbangkan perlindungan terhadap risiko kerusakan komponen tertentu setelah kendaraan dimiliki.
Di sinilah perusahaan garansi mobil bisa menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih perlindungan tambahan. Namun, penting untuk memahami bahwa garansi bukan berarti seluruh kerusakan kendaraan otomatis ditanggung.
Cakupan komponen, masa berlaku, prosedur klaim dan pengecualian harus dibaca dengan teliti sebelum memilih program.
11. Bedakan Garansi dengan Asuransi
Garansi dan asuransi memiliki fungsi yang berbeda.
Menurut informasi resmi Otospector, garansi ditujukan untuk perlindungan terhadap kerusakan kendaraan yang termasuk dalam cakupan program, sementara asuransi berkaitan dengan kerugian akibat kejadian atau insiden seperti kecelakaan, pencurian, kebakaran atau banjir.
Jadi, keduanya bukan pengganti satu sama lain.
Untuk keluarga yang sering bepergian jauh, memahami perbedaan tersebut membantu pemilik mengetahui jenis perlindungan apa yang sebenarnya dimiliki ketika terjadi masalah.
12. Perhatikan Bantuan Darurat
Selain perlindungan terhadap komponen tertentu, layanan bantuan darurat juga bisa memberikan ketenangan ketika mobil mengalami kendala.
Program Otospector saat ini mencantumkan layanan darurat 24 jam dan jaringan bengkel nasional. Bantuan yang tersedia antara lain derek, jumper aki, tambahan bahan bakar hingga 5 liter, bantuan membuka kunci mobil dan penggantian ban serep, sesuai ketentuan program.
Bagi keluarga yang melakukan perjalanan jauh, layanan semacam ini bisa menjadi nilai tambah karena masalah kecil di perjalanan tidak selalu bisa diselesaikan sendiri.
Mobil Keluarga yang Aman Dimulai dari Pemeriksaan yang Tepat
Otofriends, memilih mobil keluarga bekas untuk perjalanan jauh jangan berhenti pada pertanyaan “harganya berapa?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, rem, ban, AC, sistem pendinginan, kelistrikan dan dokumennya. Setelah itu, pikirkan pula bagaimana perlindungan kendaraan setelah mobil resmi menjadi milik kita.
Kalau Otofriends masih ragu melakukan pemeriksaan sendiri, menggunakan jasa inspeksi independen bisa menjadi langkah tambahan sebelum transaksi. Setelah kondisi kendaraan diketahui, barulah keputusan pembelian bisa dibuat dengan informasi yang lebih lengkap.
Begitu pula dengan perlindungan setelah pembelian. Memilih perusahaan garansi mobil yang memiliki cakupan jelas dan prosedur bantuan yang mudah dipahami dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk mengurangi kekhawatiran ketika mobil digunakan dalam aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jauh.
Pada akhirnya, perjalanan keluarga yang nyaman bukan hanya soal mobil dengan kabin luas. Ketenangan juga datang dari keyakinan bahwa kendaraan sudah diperiksa, dirawat dan dipersiapkan dengan baik sebelum membawa orang-orang yang paling penting dalam perjalanan.
Jadi, sebelum berangkat mudik atau road trip berikutnya, jangan cuma cek koper dan barang bawaan. Pastikan mobilnya juga benar-benar siap jalan.