
Hiroshi Okuda Tutup Usia di 93 Tahun, Sosok yang Bikin Toyota Jadi Raja Hybrid, tahuberita.com – Dunia otomotif kehilangan salah satu tokoh penting yang ikut mengubah arah industri kendaraan global. Hiroshi Okuda, mantan Presiden sekaligus Chairman Toyota Motor Corporation, meninggal dunia pada usia 93 tahun.
Okuda dikenang bukan hanya karena kiprahnya membawa Toyota semakin kuat di pasar global, tetapi juga karena keberaniannya mendorong pengembangan teknologi kendaraan hybrid ketika teknologi tersebut belum menjadi arus utama seperti sekarang.
Namanya sangat erat dengan kelahiran Toyota Prius. Mobil tersebut kemudian menjadi salah satu simbol kendaraan ramah lingkungan dan fondasi penting bagi strategi elektrifikasi Toyota selama hampir tiga dekade.
Toyota mengonfirmasi kabar meninggalnya Okuda pada 12 Agustus 2026. Ia disebut meninggal pada usia 93 tahun. Sejumlah laporan menyebut Okuda wafat pada 8 Agustus 2026, meski informasi mengenai penyebab kematiannya tidak langsung diumumkan perusahaan.
Kepergian Okuda menjadi momen untuk kembali melihat perjalanan Toyota dalam membangun reputasi sebagai salah satu produsen mobil hybrid terbesar dunia.
Karier Panjang Hiroshi Okuda di Toyota
Hiroshi Okuda lahir pada 29 Desember 1932. Ia menempuh pendidikan di Hitotsubashi University dan bergabung dengan Toyota pada 1955.
Kariernya di Toyota berlangsung sekitar 45 tahun. Dari perjalanan panjang tersebut, Okuda akhirnya mencapai posisi tertinggi sebagai presiden perusahaan pada 1995, sebelum kemudian menjadi chairman pada 1999 hingga 2006.
Kenaikan Okuda menjadi perhatian karena ia bukan berasal dari keluarga Toyoda, keluarga pendiri Toyota. Ia termasuk salah satu pemimpin non-keluarga yang berhasil mencapai posisi puncak perusahaan dalam beberapa dekade.
Di bawah kepemimpinannya, Toyota menghadapi tantangan besar. Perusahaan Jepang tersebut sedang berupaya memperluas pengaruhnya di pasar internasional, sementara persaingan industri otomotif semakin ketat.
Okuda kemudian mendorong perubahan strategi yang membuat Toyota tidak lagi hanya mengandalkan produksi di Jepang untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Mendorong Toyota Menjadi Produsen Global
Salah satu warisan terbesar Okuda adalah strategi ekspansi Toyota ke berbagai negara. Ia mendorong perusahaan untuk meningkatkan produksi di dekat pasar tempat kendaraan dijual.
Strategi tersebut menjadi penting karena Toyota menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan persaingan global. Dengan membangun fasilitas produksi di berbagai kawasan, Toyota dapat lebih dekat dengan konsumen sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor dari Jepang.
Reuters mencatat Okuda menjalankan strategi yang dikenal sebagai Vision 2005, yang mendorong peningkatan produksi lokal di pasar-pasar utama. Dalam satu dekade, penjualan global Toyota meningkat sekitar 67 persen.
Langkah tersebut kemudian membantu Toyota memperkuat posisinya di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Namun, dari seluruh kebijakan yang pernah diambilnya, keputusan Okuda untuk memberikan dorongan kuat terhadap kendaraan hybrid menjadi salah satu yang paling dikenang hingga sekarang.
Ketika Toyota Memilih Hybrid
Pada era 1990-an, kendaraan bermesin bensin masih mendominasi pasar. Mobil listrik murni belum memiliki infrastruktur dan teknologi baterai seperti saat ini.
Di tengah situasi tersebut, Toyota mulai mengembangkan teknologi hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik.
Proyek tersebut kemudian melahirkan Prius.
Okuda menjadi salah satu eksekutif yang memberikan dukungan kuat terhadap proyek tersebut. Ketika banyak pihak mungkin melihat kendaraan hybrid sebagai teknologi yang mahal dan berisiko, Okuda justru melihatnya sebagai peluang untuk menciptakan mobil yang lebih hemat bahan bakar.
Menurut berbagai laporan, pada 1997 Okuda mendorong tim Toyota untuk mempercepat pengembangan Prius. Mobil tersebut kemudian diperkenalkan pada Oktober 1997 dan mulai dijual di Jepang pada Desember tahun yang sama.
Prius generasi pertama kemudian dikenal sebagai mobil hybrid bensin-listrik produksi massal pertama di dunia.
Keputusan tersebut menjadi salah satu titik balik dalam sejarah Toyota.
Prius Mengubah Pandangan terhadap Mobil Hybrid
Ketika Prius pertama kali diperkenalkan, konsep kendaraan hybrid masih terasa asing bagi banyak konsumen. Mobil tersebut menawarkan pendekatan berbeda: mesin pembakaran internal tetap digunakan, tetapi dipadukan dengan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi.
Teknologi itu memungkinkan Toyota menghadirkan kendaraan yang lebih hemat bahan bakar tanpa mengharuskan konsumen sepenuhnya meninggalkan mesin konvensional.
Prius akhirnya berkembang menjadi lebih dari sekadar satu model.
Mobil tersebut menjadi simbol inovasi Toyota dalam efisiensi bahan bakar dan kendaraan rendah emisi. Kehadirannya juga ikut mendorong produsen otomotif lain untuk mengembangkan teknologi elektrifikasi masing-masing.
AP menyebut Prius menjadi simbol dorongan industri otomotif menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Pada saat harga bahan bakar mulai menjadi perhatian besar, teknologi hybrid Toyota membantu memperkuat citra perusahaan sebagai produsen kendaraan yang mengutamakan efisiensi bahan bakar.
Dengan kata lain, keputusan yang diambil pada akhir 1990-an tersebut memberikan dampak yang jauh lebih panjang dibandingkan masa jabatan Okuda sendiri.
Dari Prius ke Ekosistem Hybrid Toyota
Kesuksesan Prius kemudian membuka jalan bagi Toyota untuk memperluas teknologi hybrid ke berbagai model.
Teknologi hybrid tidak lagi hanya menjadi ciri khas satu kendaraan. Toyota mulai menerapkannya pada berbagai jenis mobil, mulai dari sedan, SUV, hingga kendaraan keluarga.
Inilah yang kemudian membuat teknologi hybrid menjadi salah satu identitas utama Toyota.
Saat industri otomotif dunia memasuki era elektrifikasi, Toyota memiliki pengalaman yang jauh lebih panjang dibandingkan banyak kompetitor dalam mengembangkan sistem penggerak gabungan mesin bensin dan motor listrik.
Warisan tersebut dapat ditelusuri kembali ke keputusan Toyota untuk berinvestasi serius pada hybrid sejak 1990-an.
Okuda menjadi salah satu sosok penting yang memastikan proyek tersebut tidak berhenti sebagai eksperimen teknologi.
Bukan Sekadar Soal Hybrid
Meski sering disebut sebagai salah satu tokoh di balik Prius, warisan Okuda sebenarnya jauh lebih luas.
Ia memimpin Toyota pada masa transformasi perusahaan menjadi pemain global. Ia mendorong produksi lokal di luar Jepang, memperluas kehadiran Toyota di pasar internasional, serta mendorong perubahan internal agar perusahaan lebih responsif terhadap perkembangan industri.
Reuters menyebut Okuda sebagai figur yang berperan besar dalam globalisasi Toyota pada saat ekspor Jepang menghadapi tekanan dan nilai yen menguat.
Gaya kepemimpinannya juga dikenal lebih terbuka dan kritis terhadap tradisi perusahaan. Ia mendorong perubahan organisasi dan memberi perhatian terhadap regenerasi kepemimpinan.
Karena itu, kontribusinya tidak hanya dapat dilihat dari satu produk, tetapi dari perubahan cara Toyota menjalankan bisnis.
Warisan yang Masih Terlihat hingga Sekarang
Hampir 30 tahun setelah Prius generasi pertama meluncur, teknologi hybrid kini telah menjadi bagian penting dari industri otomotif.
Konsumen di berbagai negara semakin familiar dengan mobil yang menggunakan kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Berbagai produsen juga memiliki produk hybrid masing-masing.
Bagi Toyota, hybrid bahkan menjadi salah satu pilar utama strategi elektrifikasi perusahaan.
Di tengah meningkatnya popularitas mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), Toyota tetap mempertahankan pendekatan multi-jalur yang mencakup hybrid, plug-in hybrid, kendaraan listrik baterai, dan teknologi hidrogen.
Keputusan untuk membangun pengalaman hybrid sejak akhir 1990-an membuat Toyota memiliki basis teknologi dan pengalaman panjang dalam elektrifikasi.
Di titik inilah warisan Okuda terasa.
Ia mendorong Toyota mengambil risiko ketika teknologi hybrid belum memiliki pasar sebesar sekarang. Prius kemudian membuktikan bahwa kendaraan hemat bahan bakar dengan teknologi elektrifikasi dapat diterima konsumen secara luas.
Sosok yang Mengubah Arah Toyota
Hiroshi Okuda meninggalkan Toyota pada 2006 setelah menjabat sebagai chairman. Di luar Toyota, ia juga memiliki peran penting dalam dunia bisnis Jepang, termasuk memimpin Keidanren, federasi bisnis Jepang.
Namun, bagi industri otomotif, namanya akan selalu dikaitkan dengan periode penting ketika Toyota melakukan ekspansi global sekaligus mengambil langkah berani menuju kendaraan elektrifikasi.
Okuda bukan seorang insinyur yang merancang setiap komponen Prius. Perannya lebih besar sebagai pemimpin yang memberikan dukungan, target, dan keberanian strategis agar proyek tersebut dapat diwujudkan.
Tanpa keputusan bisnis dan keberanian manajemen, teknologi baru sering kali hanya berhenti di meja penelitian.
Prius membuktikan hal sebaliknya.
Mobil tersebut menjadi produk nyata, diproduksi massal, diterima pasar, dan akhirnya mengubah cara industri memandang teknologi hybrid.
Kepergian Sang Pelopor
Hiroshi Okuda kini telah tiada. Namun, jejaknya masih berjalan di jalan raya dalam bentuk jutaan kendaraan Toyota yang menggunakan teknologi hybrid.
Dari Prius generasi pertama hingga berbagai model hybrid modern, perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana sebuah keputusan strategis dapat membentuk industri selama puluhan tahun.
Ketika Toyota kini dikenal sebagai salah satu pemimpin global dalam teknologi hybrid, nama Okuda menjadi bagian penting dari cerita tersebut.
Ia memimpin Toyota pada masa ketika perusahaan membutuhkan keberanian untuk berubah. Salah satu keputusan terbesarnya adalah memilih untuk percaya pada teknologi hybrid sebelum teknologi tersebut menjadi tren.
Hampir tiga dekade kemudian, keputusan itu terbukti memiliki pengaruh besar.
Hiroshi Okuda meninggal pada usia 93 tahun, tetapi warisannya tidak ikut berhenti. Di balik setiap mobil hybrid Toyota yang melaju dengan lebih efisien, terdapat bagian dari visi yang pernah ia dorong ketika dunia otomotif belum sepenuhnya percaya pada masa depan elektrifikasi.