
Wow! Stasiun Bekasi Ekstensi Mulai Dibangun, Terhubung dengan Summarecon Bekasi dan LRT Jabodebek, tahuberita.com – Upaya memperkuat integrasi transportasi publik di wilayah penyangga Jakarta kembali memasuki babak baru. Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi resmi dimulai sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang akan menghubungkan Stasiun Bekasi dengan kawasan Summarecon Bekasi serta jaringan LRT Jabodebek. Proyek ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan di Kota Bekasi.
Groundbreaking proyek tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Pemerintah Kota Bekasi, dan PT Summarecon Agung Tbk sebagai mitra pengembang. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan bahwa proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis dalam mendukung sistem transportasi perkotaan yang semakin terintegrasi.
Dibangun dalam Waktu 18 Bulan
Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menjelaskan bahwa pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 18 bulan.
Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp78 miliar hingga Rp80 miliar. Area yang dikembangkan memiliki luas lahan sekitar 7.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 6.000 meter persegi.
Menurut Adrianto, proyek ini tidak hanya menghadirkan bangunan stasiun baru, tetapi juga kawasan pendukung yang dirancang agar memudahkan perpindahan penumpang antar moda transportasi.
Menghubungkan Summarecon Bekasi dengan KRL
Salah satu tujuan utama pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi adalah menghadirkan akses langsung dari kawasan Summarecon Bekasi menuju jaringan KRL Commuter Line.
Selama ini, warga maupun pekerja di kawasan Summarecon harus menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi pengumpan untuk mencapai Stasiun Bekasi. Dengan adanya akses baru, waktu tempuh menuju layanan kereta diharapkan menjadi lebih singkat dan nyaman.
Konsep tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan TOD yang mengutamakan kemudahan berjalan kaki, konektivitas antarmoda, dan pengurangan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Terintegrasi dengan LRT Jabodebek
Selain terhubung dengan jaringan KRL, proyek ini juga dirancang untuk memperkuat konektivitas menuju LRT Jabodebek, sehingga masyarakat memiliki pilihan transportasi yang lebih lengkap.
Integrasi antarmoda dinilai menjadi kunci dalam menciptakan perjalanan yang lebih efisien, terutama bagi komuter yang setiap hari bepergian antara Bekasi dan Jakarta. Dengan semakin mudahnya perpindahan dari KRL ke LRT maupun sebaliknya, waktu perjalanan dapat ditekan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Pemerintah selama beberapa tahun terakhir memang mendorong pembangunan simpul-simpul transportasi yang saling terhubung agar masyarakat semakin tertarik menggunakan angkutan umum.
Mendukung Konsep Transit Oriented Development
Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan implementasi konsep Transit Oriented Development (TOD).
Dalam konsep ini, kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan ruang publik dikembangkan di sekitar simpul transportasi massal sehingga masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhan tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Summarecon Bekasi menjadi salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar untuk menerapkan konsep tersebut karena telah berkembang sebagai pusat hunian, bisnis, pendidikan, dan gaya hidup di Kota Bekasi.
Meningkatkan Mobilitas Warga Bekasi
Kota Bekasi dikenal sebagai salah satu daerah dengan jumlah komuter terbesar menuju Jakarta.
Setiap hari, ratusan ribu warga menggunakan KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, bus, maupun kendaraan pribadi untuk beraktivitas di ibu kota.
Karena itu, peningkatan kapasitas dan akses menuju transportasi massal menjadi kebutuhan yang terus berkembang. Kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan mampu mengurangi kepadatan di area Stasiun Bekasi yang selama ini menjadi salah satu stasiun tersibuk di lintas Jakarta–Cikarang.
Selain itu, akses baru juga diharapkan dapat memperlancar sirkulasi penumpang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Dorong Pertumbuhan Kawasan Sekitar
Selain memberikan manfaat di sektor transportasi, proyek ini diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pengembangan TOD umumnya diikuti dengan meningkatnya aktivitas komersial, pembangunan ruang usaha baru, serta kenaikan nilai properti di sekitar kawasan.
Bagi pelaku usaha, kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan jumlah pengunjung maupun investasi.
Sementara bagi masyarakat, konektivitas yang lebih baik membuka peluang aktivitas ekonomi yang lebih luas.
Dukungan Pemerintah terhadap Integrasi Transportasi
Pemerintah menilai proyek ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat integrasi transportasi perkotaan.
AHY menyampaikan harapan agar pembangunan dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Ia menekankan bahwa infrastruktur transportasi bukan hanya tentang membangun fasilitas fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga melalui perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta juga disebut sebagai model yang dapat mempercepat penyediaan infrastruktur strategis di berbagai daerah.
Menjadi Bagian dari Transformasi Kota Bekasi
Selama beberapa tahun terakhir, Kota Bekasi mengalami perkembangan pesat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Jabodetabek.
Berbagai proyek transportasi seperti KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, jalan tol, hingga jaringan bus perkotaan telah mengubah pola mobilitas masyarakat.
Dengan hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi, integrasi antarmoda diharapkan semakin kuat sehingga Kota Bekasi dapat berkembang sebagai kota modern dengan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah bagi pengguna angkutan umum.
Harapan bagi Para Komuter
Bagi para komuter, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi membawa harapan baru.
Kemudahan berpindah moda, akses yang lebih dekat menuju kawasan Summarecon Bekasi, serta konektivitas menuju LRT Jabodebek diperkirakan akan memangkas waktu perjalanan harian.
Dalam jangka panjang, proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menekan kemacetan, serta mendukung target pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Jika pembangunan berjalan sesuai jadwal, sekitar 18 bulan ke depan masyarakat Bekasi akan memiliki simpul transportasi baru yang tidak hanya memperkuat jaringan KRL Commuter Line, tetapi juga menjadi penghubung penting antara kawasan hunian, pusat bisnis, dan layanan transportasi massal modern. Kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi sekaligus menandai langkah lanjutan transformasi Kota Bekasi menuju kota metropolitan dengan konektivitas yang semakin baik dan terintegrasi.