Road trip dari Jakarta menuju Bali menggunakan mobil pribadi menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan darat lintas Pulau Jawa. Infrastruktur Jalan Tol Trans Jawa membuat perjalanan ke Jawa Timur jauh lebih cepat dibandingkan beberapa tahun lalu.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Namun, perjalanan Jakarta-Bali tidak sepenuhnya bisa dilakukan melalui jalan tol. Setelah mencapai kawasan Probolinggo, pengendara masih harus melanjutkan perjalanan melalui jalur non-tol menuju Banyuwangi sebelum menyeberang menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk, Bali.
Karena itu, menghitung biaya road trip Jakarta-Bali tidak cukup hanya melihat saldo e-Toll. Pengemudi juga perlu menyiapkan biaya penyeberangan, bahan bakar, makan, serta kemungkinan biaya parkir dan kebutuhan perjalanan lainnya.
Lantas, berapa biaya tol road trip Jakarta ke Bali pada 2026?
Jakarta-Bali Belum Full Tol
Jaringan Tol Trans Jawa memang telah menghubungkan Jakarta dengan sejumlah kota besar di Jawa hingga wilayah Jawa Timur. Namun, pada 2026 jaringan tersebut belum sepenuhnya tersambung sampai Banyuwangi.
BPJT pada Juli 2026 menyebut Simpang Susun Gending akan menghubungkan Tol Pasuruan-Probolinggo dengan ruas Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi. Saat itu, infrastruktur tersebut masih melalui tahap uji laik fungsi dan operasi sebelum dapat dibuka secara resmi.
Artinya, pengendara dari Jakarta yang menuju Bali masih perlu keluar dari jaringan tol di kawasan Probolinggo dan melanjutkan perjalanan melalui jalan nasional atau jalur non-tol menuju Banyuwangi.
Kondisi ini penting diperhatikan ketika membuat anggaran perjalanan.
Estimasi Biaya Tol Jakarta-Probolinggo
Untuk kendaraan pribadi atau Golongan I, BPJT sebelumnya mencatat akumulasi tarif Tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Probolinggo Timur sebesar sekitar Rp943.000. Angka tersebut merupakan data resmi BPJT yang dipublikasikan dalam perhitungan tarif Trans Jawa dan dapat berubah mengikuti penyesuaian tarif masing-masing ruas.
Sebagai pembanding, sejumlah ruas di Jawa Timur yang menjadi bagian dari perjalanan menuju Probolinggo antara lain:
- Ngawi-Kertosono sekitar Rp98.000
- Kertosono-Mojokerto sekitar Rp50.000
- Mojokerto-Surabaya sekitar Rp39.000
- Pasuruan-Probolinggo Timur sekitar Rp52.000
Tarif tersebut merupakan tarif Golongan I yang berlaku pada ruas terkait berdasarkan data tarif yang tersedia.
Karena tarif tol dapat mengalami penyesuaian, pengendara sebaiknya tetap melakukan pengecekan tarif melalui kanal resmi BPJT atau aplikasi pembayaran tol sebelum berangkat. BPJT juga menyebut informasi tarif terbaru dapat diperoleh melalui website BPJT, aplikasi Tol Kita, dan kanal resmi badan usaha jalan tol.
Berapa Saldo e-Toll yang Sebaiknya Disiapkan?
Jika menggunakan angka sekitar Rp943 ribu sebagai dasar biaya tol Jakarta-Probolinggo, pengemudi sebaiknya tidak hanya mengisi saldo pas-pasan.
Untuk perjalanan satu arah, menyiapkan saldo sekitar Rp1 juta khusus untuk kebutuhan tol menjadi langkah yang lebih aman.
Bahkan, jika ingin mengantisipasi perubahan rute, salah masuk-keluar gerbang, atau penyesuaian tarif, saldo lebih dari Rp1 juta dapat memberikan ruang lebih besar.
Perlu diingat, saldo e-Toll tersebut hanya untuk membayar jalan tol dan belum termasuk biaya perjalanan lainnya.
Dari Probolinggo Menuju Banyuwangi
Setelah keluar dari jaringan tol di kawasan Probolinggo, perjalanan dilanjutkan menuju Situbondo dan Banyuwangi.
Pada kondisi 2026, pengendara belum dapat mengandalkan jalur tol yang tersambung penuh sampai Banyuwangi. Proyek Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi masih terus dikembangkan.
Karena itu, waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Ketapang sangat bergantung pada kondisi lalu lintas jalan nasional, cuaca, aktivitas kendaraan berat, serta kepadatan di kawasan perkotaan.
Bagi pengguna mobil pribadi, bagian perjalanan ini juga menjadi faktor penting dalam menghitung konsumsi BBM.
Biaya Menyeberang Ketapang-Gilimanuk
Setelah tiba di Banyuwangi, perjalanan belum selesai. Mobil harus diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, Bali.
ASDP menggolongkan mobil penumpang dengan panjang maksimal lima meter sebagai Golongan IVA. Data tarif ASDP menunjukkan tarif penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk kendaraan penumpang Golongan IV pernah ditetapkan sebesar Rp225.000 dalam penyesuaian tarif 2024.
Besaran tiket aktual perlu dicek kembali ketika melakukan pemesanan karena ASDP dapat menerapkan kebijakan tarif maupun stimulus pada periode tertentu.
Pada 2026, misalnya, pemerintah dan ASDP sempat memberikan stimulus berupa pengurangan tarif jasa kepelabuhanan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk dalam periode tertentu. Kebijakan tersebut berlaku terbatas sesuai periode dan kategori kendaraan.
Karena itu, jangan menggunakan tarif promo sebagai patokan perjalanan sepanjang tahun.
Estimasi Biaya Perjalanan Jakarta-Bali
Jika menggunakan mobil pribadi Golongan I, berikut gambaran kasar biaya perjalanan sekali jalan:
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Tol Jakarta-Probolinggo | ± Rp943.000 |
| Feri Ketapang-Gilimanuk | ± Rp225.000* |
| Tol + penyeberangan | ± Rp1.168.000 |
| BBM | Tergantung mobil |
| Makan & kebutuhan perjalanan | Tergantung pengguna |
*Tarif feri perlu dikonfirmasi kembali saat pembelian tiket karena dapat berubah sesuai kebijakan yang berlaku.
Dengan demikian, untuk tol dan penyeberangan saja, pengendara sebaiknya menyiapkan sekitar Rp1,2 juta sekali jalan.
Angka tersebut belum termasuk bahan bakar.
Jangan Lupa Hitung Biaya BBM
BBM justru dapat menjadi salah satu komponen terbesar setelah tol.
Sebagai contoh, apabila mobil memiliki konsumsi rata-rata 12 km/liter dan jarak perjalanan Jakarta-Ketapang berada di kisaran lebih dari 1.000 kilometer, kebutuhan bahan bakarnya dapat mencapai sekitar 85-90 liter.
Jika menggunakan BBM dengan harga Rp10.000 per liter sebagai ilustrasi, biaya bahan bakar dapat mendekati Rp900 ribu.
Namun, angka aktual sangat bergantung pada jenis mobil, kondisi lalu lintas, beban penumpang, penggunaan AC, serta gaya mengemudi.
Karena itu, pemilik mobil yang memiliki konsumsi BBM lebih irit tentu dapat menekan biaya perjalanan.
Bagaimana Jika Pulang-Pergi?
Untuk perjalanan pulang-pergi, komponen tol dan penyeberangan secara sederhana perlu dikalikan dua.
Dengan estimasi sekitar Rp1,168 juta untuk tol dan penyeberangan sekali jalan, kebutuhan untuk perjalanan pulang-pergi berada di kisaran Rp2,3 juta.
Jika ditambah BBM sekitar Rp900 ribu sekali jalan, total bahan bakar pulang-pergi dapat mencapai sekitar Rp1,8 juta.
Artinya, sebelum menghitung hotel, makan, tiket wisata, dan kebutuhan lain, anggaran transportasi road trip Jakarta-Bali dapat berada di kisaran Rp4 juta lebih untuk pulang-pergi, tergantung kendaraan dan harga BBM yang digunakan.
Biaya tol road trip Jakarta ke Bali 2026 tidak bisa dihitung sebagai satu tarif karena perjalanan tersebut belum sepenuhnya menggunakan jalan tol.
Untuk kendaraan Golongan I, biaya tol Jakarta menuju kawasan Probolinggo dapat diperkirakan sekitar Rp943 ribu berdasarkan akumulasi tarif Trans Jawa yang tersedia. Setelah itu, pengendara harus melanjutkan perjalanan melalui jalur non-tol menuju Banyuwangi.
Di Ketapang, mobil kemudian harus membayar tiket penyeberangan menuju Gilimanuk. Dengan menggunakan tarif Golongan IVA sebesar sekitar Rp225 ribu sebagai acuan, biaya tol dan penyeberangan sekali jalan berada di kisaran Rp1,2 juta.
Namun, angka tersebut belum termasuk BBM. Karena itu, bagi Otofriends yang berencana road trip Jakarta-Bali pada 2026, menyiapkan anggaran transportasi sekitar Rp2 juta lebih untuk sekali jalan menjadi langkah yang lebih realistis setelah memperhitungkan tol, feri, dan BBM, dengan biaya aktual tetap bergantung pada kendaraan serta harga BBM.
Sebelum berangkat, pastikan mengecek tarif tol terbaru melalui kanal resmi BPJT dan tiket penyeberangan melalui ASDP/Ferizy karena tarif maupun kebijakan perjalanan dapat berubah.