JAKARTA, TAHUBERITA.COM – Kementerian Perindustrian bersama kementerian koordinator bidang perekonomian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema penyerapan insentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada Sabtu (19/9/2026). Evaluasi ini ditujukan untuk memastikan efektivitas alokasi anggaran serta mempercepat penguatan rantai pasok komponen lokal.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pemerintah menyoroti peningkatan persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk-produk kendaraan listrik yang dirakit di dalam negeri. Penyesuaian skema insentif ke depan diarahkan untuk memberikan apresiasi lebih bagi produsen yang berkomitmen memperluas investasi pabrik perakitan baterai dan komponen inti di Indonesia.
Data penjualan otomotif kuartal ketiga tahun 2026 menunjukkan tren adopsi kendaraan listrik di segmen komersial dan transportasi publik terus mengalami kenaikan positif. Ketersediaan stasiun pengisian daya (charging station) yang makin merata di jalur jalan tol utama turut mendorong kepercayaan konsumen individual.
“Pemberian insentif ditujukan untuk membangun ekosistem otomotif ramah lingkungan yang mandiri secara jangka panjang. Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar, melainkan pusat produksi EV di kawasan regional,” terang perwakilan Kementerian Perindustrian.