June 3, 2026

Profil Lodewyk Pusung

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

 

Profil Lodewyk Pusung, Eks Wakil Kepala BGN yang Kini Ditahan Kejaksaan Agung, tahuberita.com –  Nama Lodewyk Pusung menjadi sorotan nasional setelah Kejaksaan Agung menahan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut dalam perkara yang tengah diusut terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penahanan dilakukan pada Rabu (3/6/2026), bersamaan dengan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN lainnya, Sony Sonjaya. 

Perkembangan tersebut menambah perhatian publik terhadap sosok Lodewyk yang selama ini dikenal sebagai purnawirawan jenderal TNI dan salah satu pejabat kunci di Badan Gizi Nasional sejak lembaga tersebut mulai beroperasi pada 2024. Sebelum terseret kasus hukum, ia merupakan figur yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk membantu menjalankan salah satu program prioritas pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis. 

Lalu siapa sebenarnya Lodewyk Pusung? Bagaimana perjalanan karier militernya hingga dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN?

 

Putra Sulawesi Utara yang Meniti Karier dari Akademi Militer

Lodewyk Pusung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 27 September 1960. Ia berasal dari keluarga yang memiliki kedekatan dengan dunia pendidikan dan disiplin kemiliteran. Sejak muda, Lodewyk dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia kepemimpinan dan pengabdian kepada negara. 

Perjalanan kariernya dimulai ketika ia diterima sebagai taruna Akademi Militer. Lodewyk merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985 dan berasal dari kecabangan infanteri, salah satu korps tempur utama di lingkungan TNI Angkatan Darat. Setelah lulus, ia menjalani berbagai penugasan di sejumlah wilayah Indonesia. 

Selain pendidikan dasar kemiliteran, Lodewyk juga mengikuti berbagai pendidikan pengembangan karier seperti SESKOAD, SESKO TNI, dan Lemhannas RI. Pendidikan tersebut menjadi bekal penting yang membawanya ke berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI. 

 

Berkarier di Satuan Tempur Infanteri

Sebagai perwira infanteri, Lodewyk menghabiskan sebagian besar kariernya di satuan tempur TNI Angkatan Darat. Ia pernah menduduki berbagai posisi komando yang membentuk reputasinya sebagai perwira lapangan.

Kariernya berkembang dari tingkat komandan peleton hingga komandan batalyon. Pengalaman panjang di lapangan membuatnya dikenal sebagai perwira yang memahami aspek operasional dan manajemen pasukan. 

Seiring meningkatnya pengalaman dan pangkat, Lodewyk dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting di tingkat nasional. Ia pernah menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, salah satu satuan elite TNI AD yang memiliki peran strategis dalam operasi militer maupun penugasan khusus. 

Jabatan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya sebelum kemudian dipercaya memegang posisi yang lebih tinggi.

 

Pernah Menjadi Pangdam I/Bukit Barisan

Salah satu jabatan paling menonjol yang pernah diemban Lodewyk adalah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan.

Sebagai Pangdam, ia bertanggung jawab atas wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Posisi tersebut menempatkannya sebagai pimpinan tertinggi TNI AD di kawasan yang memiliki tantangan keamanan dan sosial cukup kompleks. 

Saat menjabat Pangdam I/Bukit Barisan, Lodewyk terlibat dalam berbagai upaya penanganan persoalan keamanan daerah, termasuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang pada saat itu menjadi perhatian nasional. Pengalaman tersebut memperkuat reputasinya sebagai perwira yang memiliki kemampuan koordinasi lintas instansi. 

 

Menjadi Asisten Operasi Panglima TNI

Karier Lodewyk mencapai puncaknya ketika ia dipercaya menjadi Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI.

Jabatan ini merupakan salah satu posisi strategis di Markas Besar TNI karena bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengendalian operasi militer. Sebagai Asops Panglima TNI, Lodewyk terlibat dalam berbagai kebijakan operasional yang berkaitan dengan keamanan nasional dan kerja sama militer. 

Posisi tersebut menjadi jabatan terakhirnya sebelum memasuki masa pensiun dari dinas aktif militer pada 2018. Setelah pensiun, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan strategis dan pemerintahan. 

 

Dipercaya Menjadi Wakil Kepala BGN

Pada 22 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto melantik Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Saat itu, BGN merupakan lembaga baru yang dibentuk untuk mengoordinasikan berbagai program pemenuhan gizi nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis. 

Lodewyk menjadi wakil kepala pertama yang dilantik ketika struktur organisasi BGN mulai dibangun. Dalam organisasi tersebut, ia bertugas menangani bidang pengembangan organisasi dan hubungan kelembagaan. Perannya sangat penting karena BGN harus berkoordinasi dengan berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta mitra pelaksana program di lapangan. 

Pengalaman panjangnya di dunia militer dianggap menjadi modal untuk membangun sistem organisasi yang kuat dan terstruktur.

 

Aktif Mengawal Program Makan Bergizi Gratis

Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Lodewyk cukup aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis.

Ia kerap hadir dalam rapat koordinasi nasional, kunjungan lapangan, dan kegiatan sosialisasi program. Dalam beberapa kesempatan, Lodewyk juga menyampaikan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Program MBG menunjukkan bahwa program tersebut berjalan sesuai harapan pemerintah. 

Sebagai salah satu pimpinan lembaga, ia berperan membantu Kepala BGN dalam memastikan program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Pada September 2025, Presiden menambah dua wakil kepala baru, yakni Nanik Sudaryati Deyang dan Sony Sonjaya. Sejak saat itu, Lodewyk bekerja bersama dua wakil kepala lainnya dalam mendukung kepemimpinan Dadan Hindayana. 

 

Mendapat Pangkat Kehormatan dari Presiden

Pada Oktober 2025, Presiden Prabowo memberikan kenaikan pangkat kehormatan kepada sejumlah purnawirawan TNI, termasuk Lodewyk Pusung.

Melalui keputusan tersebut, Lodewyk memperoleh pangkat Letnan Jenderal (Letjen) TNI Kehormatan. Penganugerahan itu menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya selama bertugas di lingkungan militer maupun pemerintahan. 

Pangkat kehormatan tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh militer senior yang dipercaya berada di lingkaran pemerintahan.

 

Dicopot dan Ditahan Kejaksaan Agung

Perjalanan Lodewyk di Badan Gizi Nasional berakhir pada 2 Juni 2026 ketika Presiden Prabowo melakukan evaluasi besar terhadap pimpinan BGN.

Selain Dadan Hindayana, Lodewyk dan Sony Sonjaya juga diberhentikan dari jabatan Wakil Kepala BGN. Pemerintah menyebut evaluasi tersebut berkaitan dengan aspek kedisiplinan, tata kelola organisasi, pelaksanaan SOP, dan kualitas pelaksanaan program. 

Sehari setelah pencopotan itu, Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya. Pada Rabu sore, Lodewyk resmi ditahan dan terlihat mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung saat digiring menuju kendaraan tahanan. 

Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan Kejaksaan Agung terus melakukan penyidikan terkait perkara yang sedang ditangani.

 

Sosok yang Pernah Berada di Pusat Program Strategis Nasional

Terlepas dari kasus hukum yang kini menjeratnya, Lodewyk Pusung merupakan figur yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia militer dan pemerintahan. Dari perwira infanteri, Pangdam, Asisten Operasi Panglima TNI, hingga Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, kariernya menunjukkan pengalaman luas di bidang kepemimpinan dan organisasi. 

Namun, penahanan yang dilakukan Kejaksaan Agung telah mengubah perjalanan karier tersebut secara drastis. Publik kini menunggu perkembangan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut yang akan menentukan babak berikutnya dalam perjalanan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional tersebut.