August 10, 2026

IHSG Sempat Hijau, Tapi Berakhir di Zona Merah Turun 0,49% ke 6.378

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

 

 

IHSG Sempat Hijau, Tapi Berakhir di Zona Merah Turun 0,49% ke 6.378, tahuberita.com –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat membuka perdagangan awal pekan dengan pergerakan positif. Namun, penguatan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir sesi pertama perdagangan Senin (10/8/2026).

IHSG akhirnya berbalik arah dan ditutup di zona merah pada sesi I. Indeks turun 31,26 poin atau 0,49 persen ke level 6.378,40.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Tekanan jual yang muncul menjelang penutupan sesi pertama membuat indeks kehilangan penguatan yang sempat terbentuk pada awal perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG dibuka di level 6.440,59. Pada awal sesi, indeks bahkan sempat melanjutkan penguatan hingga mencapai posisi tertinggi 6.462,74. Namun, momentum tersebut kemudian berbalik dan IHSG menyentuh level terendah 6.372,92 sebelum akhirnya ditutup di 6.378,40 pada jeda siang.

 

IHSG Berbalik Arah Menjelang Siang

Perubahan arah IHSG pada sesi pertama menjadi gambaran bagaimana sentimen investor masih mudah berubah di tengah perdagangan yang berlangsung dinamis.

Pada pembukaan, optimisme sempat terlihat dari posisi indeks yang langsung bergerak ke zona hijau. Namun, penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah mencapai level tertinggi 6.462,74, tekanan jual mulai membawa indeks turun secara bertahap.

Hingga akhirnya, IHSG harus mengakhiri sesi pertama dengan penurunan 0,49 persen.

Kondisi ini juga tercermin dari pergerakan sejumlah indeks saham lainnya. IDX30 dan LQ45 masing-masing terkoreksi 0,77 persen. Sementara itu, indeks saham syariah ISSI turun 0,36 persen dan JII melemah 0,53 persen.

Pergerakan tersebut memperlihatkan tekanan yang tidak hanya terjadi pada saham-saham tertentu, tetapi juga cukup terasa di sejumlah kelompok saham berkapitalisasi besar.

 

Saham Perbankan dan Konglomerasi Tertekan

Saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama IHSG turut memberikan tekanan pada indeks.

Salah satunya adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Saham tersebut terkoreksi 3,14 persen ke level Rp2.160 per saham.

Di sektor perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga bergerak melemah, meskipun koreksinya relatif tipis. Saham BBRI turun 0,64 persen ke level Rp3.110 per saham.

Tekanan pada saham-saham big caps menjadi salah satu faktor yang membuat ruang penguatan IHSG semakin terbatas. Ketika saham dengan kapitalisasi pasar besar mengalami koreksi, pergerakannya dapat memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap indeks secara keseluruhan.

Sementara itu, data perdagangan menunjukkan nilai transaksi saham pada sesi pertama mencapai Rp10,46 triliun. Volume transaksi tercatat sekitar 283,25 juta lot dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,72 juta kali.

Angka tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan tetap berlangsung cukup ramai meskipun IHSG berakhir di zona merah.

 

Investor Masih Mencermati Sentimen Global

Pergerakan IHSG pada awal pekan tidak terlepas dari perhatian investor terhadap berbagai sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pasar global masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena perubahan ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter negara-negara utama dapat memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, investor domestik juga mulai mengarahkan perhatian terhadap sejumlah agenda ekonomi yang akan keluar sepanjang pekan ini.

Data ekonomi domestik menjadi penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi konsumsi masyarakat dan kekuatan perekonomian Indonesia.

Sejumlah indikator yang akan diperhatikan pasar antara lain indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, serta penjualan sepeda motor dan mobil.

Data tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan investor dalam membaca arah konsumsi domestik. Jika konsumsi menunjukkan ketahanan, pasar dapat memperoleh tambahan sentimen positif terkait prospek pertumbuhan ekonomi.

Sebaliknya, jika data ekonomi menunjukkan perlambatan, investor berpotensi kembali mengambil sikap defensif.

IHSG Masih Punya Ruang Menguat

Meski sesi pertama berakhir negatif, prospek IHSG belum sepenuhnya kehilangan peluang untuk kembali menguat pada sesi berikutnya.

Tim analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga penutupan perdagangan. Dari sisi teknikal, area 6.300 menjadi level support yang perlu diperhatikan, sementara 6.500 dipandang sebagai area resistance.

Artinya, pergerakan IHSG pada sesi kedua akan menjadi perhatian investor untuk melihat apakah indeks mampu kembali mendekati level psikologis 6.400 sekaligus menguji area resistance yang lebih tinggi.

Phintraco Sekuritas juga melihat IHSG berpeluang menguji level 6.500 dalam perdagangan sepekan ke depan. Namun, level 6.300 tetap menjadi batas penting yang perlu dicermati apabila tekanan jual kembali meningkat.

Dengan posisi IHSG yang masih berada di antara dua level tersebut, pasar diperkirakan tetap bergerak dinamis. Investor akan melihat apakah koreksi pada sesi pertama hanya bersifat sementara atau menjadi indikasi berlanjutnya tekanan jual.

 

Menanti Arah IHSG pada Sesi Kedua

Pergerakan IHSG pada sesi pertama perdagangan Senin memberikan gambaran bahwa pasar masih belum memiliki arah yang benar-benar solid.

Indeks memang sempat menguat hingga 6.462,74, tetapi kemudian berbalik turun dan bahkan sempat menyentuh 6.372,92. Rentang pergerakan yang cukup lebar tersebut menunjukkan tingginya dinamika transaksi pada awal pekan.

Bagi investor, perubahan arah tersebut menjadi pengingat bahwa sentimen pasar dapat berubah dengan cepat. Penguatan pada pembukaan belum tentu berlanjut hingga penutupan apabila tekanan jual kembali muncul.

Karena itu, perhatian pasar pada sesi kedua tidak hanya tertuju pada level IHSG, tetapi juga pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki pengaruh kuat terhadap indeks.

Kinerja saham perbankan, konglomerasi, energi, komoditas, dan sektor-sektor utama lainnya akan menjadi salah satu faktor yang menentukan arah IHSG selanjutnya.

Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan agenda ekonomi dan sentimen global yang dapat memengaruhi keputusan investasi.

Pada perdagangan Senin (10/8/2026), IHSG akhirnya harus mengakhiri sesi pertama di level 6.378,40, turun 0,49 persen. Meski demikian, analis masih melihat adanya peluang penguatan, dengan rentang support 6.300 dan resistance 6.500.

Dengan demikian, pergerakan IHSG sepanjang sisa perdagangan hari ini akan menjadi penting untuk menentukan apakah indeks mampu melakukan rebound atau justru melanjutkan koreksi.

Bagi pelaku pasar, level 6.400 menjadi salah satu area yang menarik diperhatikan setelah indeks gagal mempertahankan penguatan pada awal perdagangan. Jika tekanan jual mereda, peluang IHSG untuk kembali menguat masih terbuka. Namun, apabila aksi jual berlanjut, investor perlu mencermati area support 6.300 sebagai batas penting berikutnya.

Pergerakan IHSG hari ini pada akhirnya mencerminkan kondisi pasar yang masih sensitif terhadap perubahan sentimen. Sempat menghijau pada awal perdagangan, indeks akhirnya harus kembali ke zona merah pada sesi pertama. Investor pun kini menanti arah perdagangan berikutnya, sembari mencermati data ekonomi domestik, perkembangan pasar global, dan agenda MSCI yang menjadi perhatian pasar sepanjang pekan ini.