Oktober 3, 2026
tarif tol padalarang cileunyi

Tarif tol Padalarang Cileunyi 2026 kembali menjadi informasi yang banyak dicari pengendara, terutama masyarakat yang melintas di kawasan Bandung Raya. Ruas yang juga dikenal sebagai Tol Padaleunyi ini menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan wilayah Padalarang, Cimahi, Bandung hingga Cileunyi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Untuk kendaraan Golongan I, tarif terjauh dari Padalarang menuju Cileunyi tercatat Rp10.500 sekali jalan. Sementara kendaraan Golongan II dan III dikenakan Rp18.500, sedangkan Golongan IV dan V sebesar Rp25.000. Angka tersebut tercantum dalam data tarif jalan tol Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan dasar Keputusan Menteri PUPR Nomor 533/KPTS/M/2023.

Menariknya, sampai data tarif resmi BPJT yang tersedia saat ini, angka tersebut masih menjadi patokan untuk ruas Padalarang-Cileunyi.

Tarif Terjauh Padalarang-Cileunyi 2026

Bagi pengguna mobil pribadi, tarif yang paling relevan adalah Golongan I. Berikut tarif terjauh pada ruas Padalarang-Cileunyi:

Golongan Kendaraan Tarif Padalarang-Cileunyi
Golongan I Rp10.500
Golongan II Rp18.500
Golongan III Rp18.500
Golongan IV Rp25.000
Golongan V Rp25.000

Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJT mencatat tarif tersebut berdasarkan Kepmen PUPR Nomor 533/KPTS/M/2023. Data resmi BPJT juga menunjukkan tarif tidak hanya ditentukan berdasarkan nama ruas, tetapi mengikuti kombinasi gerbang masuk dan gerbang keluar.

Artinya, pengendara yang hanya menempuh sebagian ruas tidak otomatis membayar Rp10.500. Biaya yang dibayarkan dapat lebih rendah tergantung titik masuk dan tujuan.

Masuk Padalarang Keluar Cileunyi

Untuk perjalanan penuh dari Gerbang Tol Padalarang menuju Gerbang Tol Cileunyi, tarif kendaraan Golongan I sebesar Rp10.500.

Pada kelompok kendaraan yang lebih besar, tarifnya meningkat menjadi Rp18.500 untuk Golongan II dan III serta Rp25.000 untuk Golongan IV dan V. Besaran tersebut juga tercantum dalam dokumen tarif BPJT yang masih mengacu pada Kepmen PUPR 533/KPTS/M/2023.

Hal ini penting bagi pengendara yang mengira setiap kendaraan cukup membayar nominal yang sama. Sistem tarif tol menggunakan klasifikasi kendaraan, sehingga jenis kendaraan menjadi faktor utama dalam menentukan biaya perjalanan.

Rute Padalarang-Cileunyi Sepanjang 35,64 Km

Ruas Tol Padalarang-Cileunyi bukan sekadar penghubung dua titik. Jalan tol ini membentang sekitar 35,64 kilometer, dengan akses yang melayani sejumlah kawasan penting di Bandung Raya.

Data Direktorat Jenderal Bina Marga mencatat ruas Padalarang-Cileunyi memiliki panjang jalan utama 35,64 km dan telah beroperasi sejak 1986. Aksesnya juga terhubung dengan sejumlah gerbang menuju kawasan perkotaan Bandung dan sekitarnya.

Di sepanjang koridor tersebut terdapat akses seperti Padalarang, Baros, Pasteur, Pasir Koja, Kopo, Mohammad Toha, Buah Batu dan Cileunyi. Karena pilihan gerbangnya cukup banyak, pengendara perlu memperhatikan gerbang masuk dan keluar saat menghitung biaya.

Tarif Tol Bisa Berbeda Sesuai Gerbang

Satu hal yang sering membuat pengguna jalan bingung adalah perbedaan antara tarif terjauh dan tarif antargerbang.

BPJT mencatat, misalnya, perjalanan dari Padalarang menuju Pasteur untuk Golongan I dikenakan Rp4.000. Sementara perjalanan dari Padalarang menuju Cileunyi mencapai Rp10.500. Dari Padalarang menuju Buah Batu tarifnya Rp6.500.

Begitu juga perjalanan dari Cileunyi menuju Kopo yang tercatat Rp6.500 untuk Golongan I. Artinya, angka Rp10.500 tidak bisa dipukul rata untuk semua perjalanan di ruas tersebut.

Bagi pembaca yang hanya menggunakan sebagian ruas, pengecekan berdasarkan gerbang menjadi langkah yang lebih akurat dibanding hanya melihat tarif terjauh.

Saldo E-Toll yang Perlu Disiapkan

Dengan tarif maksimal Rp10.500 untuk mobil pribadi, kebutuhan saldo sebenarnya relatif kecil. Namun, pengendara tetap disarankan tidak mengisi saldo terlalu pas dengan nominal tarif.

Untuk perjalanan Padalarang-Cileunyi, saldo Rp20.000-Rp50.000 sudah memberikan ruang yang cukup untuk transaksi pada ruas tersebut, tergantung rute yang digunakan dan perjalanan lanjutan.

Pengguna yang melakukan perjalanan lebih jauh dari arah Jakarta, misalnya, tentu harus menjumlahkan tarif dari ruas tol sebelumnya. Ruas Cipularang, misalnya, memiliki tarif sendiri dan tidak termasuk dalam tarif Padalarang-Cileunyi.

Karena itu, total biaya tol dari Jakarta menuju Bandung tidak bisa dihitung hanya dengan menambahkan Rp10.500.

Tol Padaleunyi Tetap Dipantau CCTV

Selain tarif, kondisi lalu lintas menjadi faktor penting bagi pengguna jalan. Ditjen Bina Marga saat ini menyediakan layanan CCTV untuk ruas Padalarang-Cileunyi.

Sejumlah titik pemantauan tersedia di kawasan seperti KM 135+600 atau SS Kopo, KM 142+000 atau SS Buah Batu, KM 138+500 di sekitar akses Mohammad Toha, hingga KM 154+800. Layanan tersebut memungkinkan kondisi ruas dipantau secara lebih aktual.

Secara keseluruhan, Ditjen Bina Marga juga masih menyediakan layanan CCTV untuk Padalarang-Cileunyi sebagai bagian dari pemantauan jaringan jalan tol.

Data lalu lintas menunjukkan betapa pentingnya ruas ini. Dalam laporan BPJT untuk 2024, Padalarang-Cileunyi mencatat 56,72 juta transaksi kendaraan Golongan I, dengan rata-rata lalu lintas harian sekitar 154.961 kendaraan. Golongan I juga mendominasi sekitar 91,16 persen dari volume lalu lintas ruas tersebut.

Jadi, Berapa Tarif Tol Padalarang-Cileunyi 2026?

Jawabannya, untuk perjalanan terjauh Padalarang-Cileunyi, mobil pribadi atau Golongan I dikenakan Rp10.500 sekali jalan. Golongan II dan III sebesar Rp18.500, sedangkan Golongan IV dan V sebesar Rp25.000.

Tarif tersebut bukan berarti semua perjalanan di ruas Padalarang-Cileunyi harus membayar nominal yang sama. Biaya aktual bergantung pada gerbang masuk dan keluar yang digunakan.

Bagi pengendara yang hendak melintasi kawasan Bandung Raya pada 2026, informasi ini cukup penting untuk memperkirakan biaya perjalanan. Selain menyiapkan saldo uang elektronik, pengemudi sebaiknya mengecek kondisi lalu lintas sebelum berangkat karena ruas Padaleunyi termasuk jalur dengan volume kendaraan yang tinggi.

Terakhir, tarif dapat berubah apabila pemerintah menerbitkan keputusan penyesuaian baru. Karena itu, pembaca sebaiknya tetap mengecek informasi terbaru melalui BPJT sebelum melakukan perjalanan agar nominal saldo yang disiapkan sesuai dengan kondisi terkini.