JAKARTA, TAHUBERITA.COM – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa kondisi sistem keuangan Indonesia pada pertengahan Oktober 2026 berada dalam tingkat ketahanan yang solid. Penilaian ini didasarkan pada kecukupan modal perbankan (Capital Adequacy Ratio), likuiditas yang melimpah, serta pengelolaan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga secara terukur pada Minggu (11/10/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Langkah koordinasi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS terus difokuskan untuk menjaga efisiensi transmisi kebijakan moneter ke sektor riil. Hal ini penting guna menopang ekspansi pembiayaan bagi sektor-sektor manufaktur, UMKM, serta industri berorientasi ekspor.
Selain ketahanan perbankan konvensional, pesatnya adopsi pembayaran digital nirkasir di berbagai wilayah dinilai turut mendorong efisiensi rantai pasok dan inklusi keuangan masyarakat.
“Sinergi antarlembaga KSSK secara konsisten diarahkan untuk memitigasi potensi risiko pasar keuangan global sekaligus memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai bagi dunia usaha,” tegas perwakilan KSSK dalam keterangan tertulisnya.