September 15, 2026
menteri keuangan suahasil nazara

JAKARTA, TAHUBERITA.COM – Peta kepemimpinan di benteng pengawal fiskal Indonesia resmi berganti. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D. sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (14/9/2026). Suahasil ditunjuk untuk melanjutkan nahkoda pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam Kabinet Merah Putih, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Penunjukan pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970 ini dinilai banyak pihak sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Pasalnya, Suahasil bukanlah nama baru di lingkungan Lapangan Banteng—markas Kementerian Keuangan. Rekam jejaknya membentang panjang dari dunia akademisi, perumus kebijakan publik, hingga birokrat ulung.

Latar Belakang Akademis dan Kiprah di Universitas Indonesia

Suahasil Nazara menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada tahun 1994. Haus akan ilmu penanganan ekonomi publik, ia melanjutkan pendidikan Master of Science (M.Sc.) di Cornell University, Amerika Serikat, dan lulus pada 1997. Gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang ekonomi kemudian diraihnya dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.

Karier akademisnya terbilang cemerlang. Ia mulai mengabdi sebagai dosen di FEB UI sejak 1999. Atas dedikasi ilmiah dan kontribusi risetnya di bidang ekonomi regional dan kewilayahan, Suahasil dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) Ilmu Ekonomi UI pada 2009. Di lingkungan kampus, ia pernah memegang jajaran posisi strategis, termasuk Kepala Lembaga Demografi FEB UI (2005–2008) dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi (2009–2013).

Arsitek Kebijakan Fiskal dan Pengalaman Pemerintahan

Keterlibatan Suahasil di lingkaran kebijakan nasional dimulai saat ia dipercaya menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Kantor Wakil Presiden RI (2010–2015) serta Anggota Komite Ekonomi Nasional (2013–2014).

Karier birokrasi profesionalnya di Kementerian Keuangan meroket saat diangkat secara definitif sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 31 Oktober 2016. Di posisi ini, ia menjadi salah satu otak utama di balik perumusan alokasi APBN, strategi insentif perpajakan, dan postur ketahanan fiskal nasional.

Kapasitas teknokratisnya yang kuat membuat Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada 25 Oktober 2019 mendampingi Sri Mulyani Indrawati. Kepemimpinan yang teruji membawa nama Suahasil kembali dipercaya masuk dalam susunan awal Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu, sebelum akhirnya resmi dipercaya mengemban amanat penuh sebagai Menteri Keuangan.

Tantangan dan Fokus Utama

Sebagai Menteri Keuangan yang baru, Suahasil dihadapkan pada tugas berat untuk menjaga kesinambungan APBN agar tetap kredibel dan akuntabel di tengah dinamika ekonomi global. Fokus utamanya mencakup optimalisasi penerimaan negara, efisiensi belanja pemerintah, percepatan transformasi digital perpajakan, serta dukungan fiskal untuk program pengetasan kemiskinan dan ketahanan pangan nasional.

Dengan latar belakang keilmuan yang matang dan pengalaman birokrasi yang komprehensif, publik dan dunia usaha menaruh harapan besar pada kepemimpinan Prof. Suahasil Nazara dalam menjaga kemudi ekonomi Indonesia agar tetap stabil dan tumbuh berkelanjutan.