JAKARTA, TAHUBERITA.COM – Aktivitas transportasi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara terdampak di wilayah Jawa Bagian Barat mulai menunjukkan tren pemulihan bertahap pada Selasa (8/9/2026). Langkah pemulihan ini diambil setelah pengujian paper test dan pemantauan citra satelit menunjukkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di ruang udara penerbangan utama mulai melandai.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Maskapai nasional seperti Garuda Indonesia dan Pelita Air telah mengonfirmasi penyesuaian serta pembukaan rute penerbangan perdana bagi ribuan penumpang yang sebelumnya mengalami reschedule dan pembatalan massal. Langkah ini dilakukan guna mengurai penumpukan calon penumpang di terminal keberangkatan sejak dua hari terakhir.
Berdasarkan laporan evaluasi BMKG dan PVMBG per Selasa pagi, meskipun sebaran gas Sulfur Dioksida (SO2) masih terpantau di atmosfer, kualitas udara dan jarak pandang di permukaan tanah wilayah DKI Jakarta dan Banten telah membaik. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan potensi paparan abu vulkanik di kawasan permukaan ibu kota bernilai negatif.
“Pengawasan ruang udara tetap dilakukan secara ketat setiap jam bersama AirNav Indonesia. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” mengutip rilis resmi kementerian penerbangan. Calon penumpang diimbau untuk tetap memeriksa status penerbangan terkini melalui aplikasi resmi masing-masing maskapai sebelum menuju ke bandara.