September 8, 2026
bahaya gas SO2 erupsi krakatau

JAKARTA, TAHUBERITA.COM – Menyusul terdeteksinya sebaran gas Sulfur Dioksida (SO2) di lapisan atmosfer akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, kementerian kesehatan dan pakar lingkungan mengimbau masyarakat untuk memahami risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan. Gas SO2 merupakan salah satu emisi gas vulkanik utama yang dapat memicu gangguan pernapasan jika terpapar dalam konsentrasi tinggi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pakar kesehatan menjelaskan bahwa paparan gas SO2 umumnya mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan saluran napas. Kelompok rentan seperti penderita asma, anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami perburukan kondisi saat menghirup udara berpolutan tinggi.

Gejala awal paparan gas SO2 meliputi rasa perih di mata, batuk, rasa tercekik di tenggorokan, hingga sesak napas. Untuk menekan risiko, masyarakat yang berada di kawasan dengan penurunan kualitas udara disarankan memakai masker standar kesehatan (seperti masker N95 atau surgical mask), membatasi aktivitas berat di luar ruangan, serta segera membasuh muka dan mata dengan air bersih jika merasakan iritasi.

Pemerintah terus memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah terdampak guna memastikan perlindungan dan keselamatan masyarakat terjaga dengan baik.