
Kebakaran Hebat Landa Gunung Batur Kintamani, 2 Hektar Hutan Hangus Sekejap! tahuberita.com – Musim kemarau yang disertai tiupan angin kencang kembali memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan dataran tinggi Bali. Kebakaran hebat melanda lereng Taman Trikawasan Wisata Alam (TWA) Gunung Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Kobaran api yang membumbung tinggi sejak sore hari berhasil melahap sedikitnya dua hektar lahan vegetasi hutan pinus dan semak belukar dalam waktu singkat sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.
Kronologi Amuk Si Jago Merah
Peristiwa kebakaran pertama kali terdeteksi oleh warga lokal dan pemandu wisata pendakian yang melihat asap tebal membumbung dari lereng bagian tengah Gunung Batur. Kontur tanah yang terjal serta tumpukan dedaunan kering yang menumpuk akibat cuaca panas membuat kobaran api dengan cepat membesar dan meluas.
Ditiup angin kencang khas kawasan pegunungan Kintamani, si jago merah menyebar ke beberapa titik vegetasi alami yang didominasi oleh tanaman pinus, rumput ilalang, dan semak belukar. Hembusan angin yang berubah-ubah arah menjadi tantangan utama, menyebabkan api menyambar area di sekitarnya hingga menghanguskan sedikitnya dua hektar lahan hutan dalam kurun waktu yang amat singkat.
Aksi Cepat Petugas dan Tim Gabungan
Menerima laporan darurat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, Pemadam Kebakaran (Damkar), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, TNI, Polri, serta relawan masyarakat lokal (Manggala Agni) langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Proses pemadaman berlangsung penuh tantangan. Medan lereng pegunungan yang curam dan tidak bisa dijangkau oleh kendaraan armada pemadam kebakaran memaksa petugas menggunakan metode pemadaman manual. Tim memanggul gepyok (pemukul api sederhana), pompa punggung (jet shooter), serta membuat sekat bakar (firebreak) guna mengisolasi pergerakan api agar tidak mendekati area pemukiman warga maupun jalur utama pendakian.
| Elemen Penanganan | Detail Informasi |
| Lokasi Kejadian | Kawasan TWA Gunung Batur, Kintamani, Bangli |
| Luas Area Terdampak | ± 2 Hektar (Hutan Pinus & Semak Belukar) |
| Unsur Tim Gabungan | BPBD, Damkar, BKSDA, TNI-Polri, Manggala Agni, & Warga |
| Metode Pemadaman | Pembuatan Sekat Bakar, Pemadaman Manual, & Jet Shooter |
Penyebab dan Dampak Lingkungan
Meski titik api berhasil dipadamkan dan disekat sehingga tidak meluas lebih jauh, dampaknya terhadap ekosistem lokal cukup signifikan. Vegetasi penahan erosi dan habitat satwa liar di kawasan lereng gunung hangus menjadi abu.
Hingga saat ini, pihak berwenang dari Polres Bangli bersama BKSDA masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api. Dugaan sementara mengarah pada kombinasi faktor alam berupa gesekan vegetasi kering di tengah suhu terik, tanpa mengecualikan kemungkinan adanya kelalaian aktivitas manusia seperti pembakaran sampah atau sisa puntung rokok di sekitar jalur pendakian.
Imbauan dan Evaluasi Keamanan Kawasan
Pasca-kejadian, otoritas pengelola TWA Gunung Batur memperketat pengawasan di seluruh titik akses masuk dan jalur pendakian. Masyarakat umum, wisatawan, serta pemandu pendakian diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra selama musim kemarau berlangsung.
Pengelola menginstruksikan larangan keras membuat api unggun, merokok sembarangan, atau membawa bahan-bahan yang berpotensi memicu percikan api di area hutan. Kesadaran bersama serta kehati-hatian seluruh pihak menjadi benteng utama dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi Gunung Batur dari ancaman bencana serupa di masa mendatang.