
Profil Terbaru Wakil Bupati Jaro Ade, tahuberita.com – Bagi masyarakat Kabupaten Bogor, nama H. Ade Ruhandi, S.E., atau yang lebih akrab disapa Jaro Ade, bukanlah figur asing di panggung politik lokal. Perjalanan hidupnya yang membentang dari lanskap perdesaan Sukajaya hingga menduduki kursi Wakil Bupati Bogor periode 2025–2030 menyajikan cerita tentang ketahanan, konsistensi organisasi, dan artikulasi politik akar rumput yang matang.
Akar Tradisi dan Filosofi Sebutan ‘Jaro’
Lahir di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada 7 Agustus 1973, Ade Ruhandi tumbuh dalam lingkungan keluarga petani yang memegang teguh tradisi lokal. Keterbatasan sarana pendidikan di wilayah Bogor Barat pada masa kecilnya tidak menyurutkan tekadnya untuk terus belajar dan mengasah kapasitas diri.
Istilah “Jaro” yang dalam tradisi pemangku adat serta kepemimpinan lokal di wilayah Sunda dan Banten merujuk pada pimpinan perdesaan menjadi identitas yang melekat padanya sejak menjabat sebagai Kepala Desa Cileuksa pada rentang tahun 2000–2008. Sapaan hangat tersebut tidak sekadar menjadi gelar informal, melainkan ditetapkannya secara resmi hingga diakui dalam lembar kertas suara pemilu sebagai cerminan kedekatan emosional dengan konstituen.
Anak Tangga Parlemen dan Keorganisasian
Karier politik Jaro Ade dibangun secara bertahap melalui jajaran struktural Partai Golkar. Keterlibatannya sejak akhir era 1990-an membawa alumni STIE Bisnis Indonesia ini masuk ke parlemen daerah. Kepercayaan publik mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor, menjabat Ketua Komisi C (2009–2012), hingga akhirnya dipercaya memimpin sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2014–2019.
Di tingkat partai, portofolionya mencakup kepemimpinan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor (2009–2020) hingga posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Pengalaman memimpin lembaga legislatif serta mengendalikan mesin partai di daerah terluas di Jawa Barat memberikan dasar pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan anggaran, regulasi daerah, dan pemetaan wilayah.
Keseimbangan Wilayah dan Pelayanan Public
Pasca-Pilkada 2024, kehadiran Jaro Ade mendampingi Bupati Rudy Susmanto melengkapi komposisi kepemimpinan Kabupaten Bogor. Jika kepemimpinan eksekutif membutuhkan penetapan arah kebijakan yang lugas, keberadaan Jaro Ade membawa keseimbangan berupa penguasaan teritorial dan jejaring sosial yang mengakar hingga tingkat RT/RW dan pelosok desa.
Pendekatan kerja yang diusungnya menekankan pada beberapa fokus mendasar:
- Penataan Infrastruktur Perdesaan: Mendorong pemerataan pembangunan agar aksesibilitas jalan, jembatan, dan fasilitas umum di wilayah pelosok tidak tertinggal dari kawasan pusat pemerintahan Cibinong.
- Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Pertanian dan UMKM: Mengingat latar belakang daerah asalnya, penguatan komoditas lokal dan akses pasar bagi petani serta pelaku usaha kecil menjadi agenda krusial.
- Harmonisasi Sosial dan Mitigasi Bencana: Mengoptimalkan peran tokoh masyarakat, keagamaan, dan perangkat desa dalam menjaga kondusivitas wilayah serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di daerah rawan.
Tantangan Memimpin Daerah Terbesar
Mengelola kabupaten dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 5,5 juta jiwa menyajikan kompleksitas tersendiri. Kesenjangan pembangunan antar wilayah, penyelesaian akses jalan tambang di Bogor Barat, hingga pembenahan fasilitas kesehatan dan pendidikan dasar menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan konsistensi kerja.
Bagi Jaro Ade, posisi Wakil Bupati merupakan ruang pengabdian lanjutan untuk memastikan regulasi dan program kerja pemerintah daerah benar-benar berorientasi pada kemaslahatan masyarakat bawah. Rekam jejak panjang dari seorang kepala desa hingga menjadi pimpinan eksekutif menjadi modal penting dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang responsif dan berkeadilan bagi seluruh warga Bumi Tegar Beriman.