Oktober 16, 2026
Peringkat FIFA Indonesia 2026

Timnas Indonesia berhasil memperbaiki posisi dalam ranking FIFA setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda naik satu tingkat dari peringkat ke-118 menjadi posisi ke-116 dunia dalam pembaruan ranking resmi FIFA pada 7 Oktober 2026.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Indonesia kini mengoleksi 1.166,50 poin, bertambah 9,45 poin sepanjang keikutsertaannya di turnamen tersebut. Hasil ini menjadi tambahan positif setelah tim asuhan John Herdman mengalahkan Thailand melalui adu penalti dalam partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Meski berhasil mengangkat trofi perdana FIFA ASEAN Cup, kenaikan peringkat Indonesia terbilang terbatas. Garuda hanya naik satu posisi dalam daftar dunia. Situasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan menjuarai satu turnamen regional tidak otomatis membuat sebuah tim nasional melonjak puluhan peringkat dalam ranking FIFA.

Indonesia Raih Tambahan 9,45 Poin

Berdasarkan data yang diberitakan ANTARA dengan merujuk papan peringkat resmi FIFA, Indonesia memperoleh tambahan 9,45 poin selama tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.

Tambahan poin tersebut berasal dari rangkaian pertandingan yang dijalani Indonesia sejak fase grup hingga final. Indonesia mengawali turnamen dengan mengalahkan Singapura, kemudian bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia. Garuda selanjutnya meraih kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh sebelum menghadapi Thailand di partai puncak.

Hasil-hasil tersebut berkontribusi terhadap perolehan poin Indonesia. Namun, perubahan ranking FIFA tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan atau gelar juara. Posisi akhir juga dipengaruhi perolehan poin negara lain dan hasil pertandingan internasional yang diperhitungkan dalam periode pemutakhiran.

Dalam pembaruan Oktober tersebut, Indonesia berhasil menggeser Sudan. Negara Afrika itu turun ke peringkat ke-118 dengan koleksi 1.156,74 poin, berada di bawah Indonesia yang mengumpulkan 1.166,50 poin.

Kemenangan atas Thailand Jadi Penutup Manis

Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pertandingan paling menentukan dalam perjalanan Indonesia menuju gelar juara. Menghadapi Thailand, Garuda harus melewati duel ketat yang berakhir imbang 2-2 setelah perpanjangan waktu.

Indonesia sempat unggul melalui gol Dean James pada menit ke-84. Namun, Thailand membalas tiga menit kemudian melalui Iklas Sanron. Pada babak tambahan, Thailand kembali memimpin lewat Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.

Ketika kekalahan tampak semakin dekat, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116. Skor 2-2 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu dan pertandingan dilanjutkan melalui adu penalti.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam babak tos-tosan. Hasil tersebut memastikan Garuda menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang untuk mengalahkan Thailand.

Kemenangan ini bukan hanya penting dari sisi prestasi. Tambahan poin dari rangkaian pertandingan juga membantu Indonesia memperbaiki posisi dalam klasemen dunia.

Mengapa Ranking FIFA Hanya Naik Satu Posisi?

Sistem peringkat FIFA menggunakan model perhitungan yang mempertimbangkan hasil pertandingan dan kekuatan relatif lawan. FIFA menjelaskan bahwa perubahan poin dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk hasil pertandingan, tingkat kepentingan laga, kekuatan lawan, serta hasil yang diperkirakan sebelum pertandingan berlangsung.

Karena itu, jumlah kemenangan tidak bisa diterjemahkan langsung menjadi jumlah posisi yang naik. Tim nasional dapat memenangkan beberapa pertandingan, tetapi peringkatnya hanya berubah sedikit apabila selisih poin dengan negara di sekitarnya cukup rapat atau negara lain juga memperoleh tambahan poin.

Gelar juara FIFA ASEAN Cup pun tidak memberikan bonus peringkat tersendiri yang otomatis mengangkat Indonesia ke posisi tertentu. Gelar tersebut harus dilihat bersama hasil pertandingan yang tercatat dan perhitungan poin berdasarkan sistem FIFA.

Kondisi itu menjelaskan mengapa Indonesia, meski berhasil menjuarai turnamen regional, baru naik satu tingkat dalam pembaruan Oktober.

Posisi Indonesia di Peta Sepak Bola ASEAN

Kenaikan ke peringkat ke-116 dunia tetap menjadi perkembangan positif bagi Timnas Indonesia. Tambahan poin memberikan modal bagi Garuda untuk melanjutkan persaingan dalam agenda internasional berikutnya.

Namun, Indonesia masih perlu meningkatkan konsistensi jika ingin menembus peringkat yang lebih tinggi. Kemenangan atas tim-tim dengan posisi dunia yang lebih kuat berpotensi memberikan tantangan berbeda dibandingkan pertandingan melawan lawan dengan peringkat lebih rendah.

Penting pula untuk membedakan prestasi di kawasan ASEAN dengan posisi di ranking dunia. Menjadi juara turnamen regional merupakan pencapaian tersendiri, sedangkan ranking FIFA menggambarkan hasil perhitungan dari pertandingan internasional yang diakui dalam sistem tersebut.

Oleh karena itu, gelar juara harus dipandang sebagai modal untuk memperbaiki performa, bukan jaminan bahwa Indonesia akan terus naik dalam setiap pembaruan peringkat.

Ranking FIFA Berikutnya Menanti pada November

Berdasarkan kalender resmi FIFA, pembaruan ranking putra berikutnya dijadwalkan pada 18 November 2026. Dengan demikian, posisi ke-116 dan koleksi 1.166,50 poin menjadi acuan resmi terbaru per 16 Oktober 2026.

Hasil pertandingan internasional yang diperhitungkan hingga periode pembaruan berikutnya akan memengaruhi posisi masing-masing negara. Bagi Indonesia, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk menambah poin sekaligus memperkuat posisi di antara negara-negara lain.

Pada akhirnya, keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan dua catatan penting. Garuda berhasil membawa pulang trofi bersejarah, sekaligus memperbaiki ranking FIFA satu tingkat ke posisi ke-116 dunia.

Langkah berikutnya adalah menjaga konsistensi. Jika Indonesia ingin masuk ke kelompok peringkat yang lebih tinggi, prestasi regional perlu diikuti hasil positif dalam pertandingan internasional berikutnya. Gelar juara menjadi awal yang baik, tetapi perjalanan untuk meningkatkan posisi di ranking FIFA masih membutuhkan kerja keras dan performa yang berkelanjutan.