June 9, 2026

Gempa bumi Filipina

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

 

Gempa Besar Filipina Terasa hingga Gorontalo, Palu, dan Morotai, tahuberita.com – Gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi memicu kepanikan di sejumlah daerah Indonesia bagian timur. Getaran gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut dilaporkan terasa hingga wilayah Gorontalo, Palu di Sulawesi Tengah, serta Morotai di Maluku Utara. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah Indonesia yang berpotensi terdampak.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya aktivitas seismik di kawasan Pasifik Barat yang dikenal sebagai bagian dari “Ring of Fire” atau Cincin Api Pasifik. Meski pusat gempa berada di wilayah Filipina, kekuatan yang besar membuat getarannya merambat hingga ratusan kilometer dan dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa akibat getaran yang dirasakan di Indonesia. Namun sejumlah warga mengaku sempat panik dan berhamburan keluar rumah maupun gedung saat guncangan terjadi. 

Gempa M 7,7 Guncang Mindanao

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, sekitar pukul 06.37 WIB atau 07.37 WITA. Episentrum gempa berada di wilayah selatan Mindanao, Filipina, pada koordinat sekitar 5,69 hingga 5,80 Lintang Utara dan 125,05 hingga 125,14 Bujur Timur dengan kedalaman sekitar 105 kilometer. 

Kedalaman gempa yang tergolong menengah membuat getaran dapat dirasakan hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat gempa. Selain itu, kekuatan magnitudo yang mendekati angka 8 menjadikan gempa ini salah satu peristiwa seismik terbesar yang terjadi di kawasan Asia Tenggara sepanjang tahun 2026.

BMKG menyebut gempa tersebut memiliki potensi memicu tsunami sehingga peringatan dini langsung dikeluarkan untuk sejumlah wilayah pesisir Indonesia. 

 

Gorontalo Jadi Salah Satu Wilayah yang Merasakan Getaran Kuat

Di Provinsi Gorontalo, getaran gempa dirasakan cukup jelas oleh masyarakat. Sejumlah sekolah bahkan sempat melakukan evakuasi mandiri setelah sirene peringatan dini tsunami berbunyi.

Di Kota Gorontalo, para siswa dan guru dilaporkan berhamburan keluar kelas menuju lapangan sekolah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tsunami maupun gempa susulan. Kepanikan sempat terjadi karena banyak warga yang belum mengetahui sumber gempa yang mengguncang wilayah tersebut. 

Selain Kota Gorontalo, getaran juga dirasakan di Kabupaten Gorontalo Utara dengan intensitas yang cukup kuat. Beberapa warga mengaku merasakan benda-benda di dalam rumah bergetar selama beberapa detik.

BMKG mencatat wilayah Gorontalo Utara mengalami intensitas gempa pada kisaran III hingga IV MMI, yang berarti getaran dirasakan banyak orang dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang. 

Palu Ikut Merasakan Guncangan

Kota Palu di Sulawesi Tengah juga menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak getaran gempa dari Filipina.

Meski berada cukup jauh dari pusat gempa, masyarakat di beberapa wilayah Palu mengaku merasakan guncangan ringan hingga sedang. BMKG mencatat intensitas gempa yang dirasakan di Palu berada pada skala III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan seakan-akan ada kendaraan berat yang melintas. Sebagian warga memilih keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman. 

Bagi masyarakat Palu, peristiwa gempa besar yang terasa dari luar wilayah Indonesia tentu membangkitkan kembali kewaspadaan terhadap ancaman bencana geologi. Seperti diketahui, Palu pernah mengalami gempa dan tsunami besar pada tahun 2018 yang menimbulkan dampak sangat besar bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

 

Morotai Rasakan Getaran Paling Kuat

Sementara itu, wilayah Morotai di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi salah satu daerah yang merasakan getaran paling kuat di Indonesia.

BMKG mencatat intensitas gempa di Morotai mencapai skala IV MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dapat berderik, sementara benda-benda gantung tampak bergoyang cukup jelas. 

Karena lokasinya yang relatif lebih dekat ke Filipina dibandingkan wilayah lain di Indonesia, Morotai menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam pemantauan dampak gempa.

Sejumlah warga di pesisir juga sempat meningkatkan kewaspadaan setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami.

 

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Tak lama setelah gempa terjadi, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa provinsi di Indonesia.

Wilayah yang masuk dalam peringatan dini meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Peringatan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terbentuknya gelombang tsunami akibat aktivitas tektonik di Filipina. 

Dalam situasi seperti ini, BMKG meminta masyarakat pesisir untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau menjauhi pantai sementara waktu dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta petugas kebencanaan.

Langkah cepat BMKG mendapat apresiasi karena memungkinkan masyarakat memperoleh informasi lebih awal sebelum dampak yang lebih besar terjadi.

 

Gempa Susulan Ikut Tercatat

Setelah gempa utama terjadi, BMKG juga mendeteksi beberapa gempa susulan. Hingga beberapa jam setelah kejadian, tercatat sedikitnya dua gempa susulan dengan magnitudo 6,7 dan 5,9. Aktivitas susulan tersebut menjadi indikasi bahwa proses penyesuaian energi di zona patahan masih berlangsung. 

Selain itu, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,0 juga terdeteksi dan masih dapat dirasakan di beberapa wilayah Gorontalo. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat tetap waspada dan memilih berada di luar bangunan untuk sementara waktu. 

Belum Ada Laporan Kerusakan Signifikan

Meski getaran dirasakan cukup luas, BMKG menyatakan hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan besar yang diakibatkan gempa tersebut di wilayah Indonesia.

Tidak ada laporan bangunan roboh maupun korban jiwa yang berkaitan langsung dengan getaran yang dirasakan di Gorontalo, Palu, Morotai, maupun daerah lainnya. 

Namun demikian, pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan situasi untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan masyarakat.

 

Indonesia dan Filipina Sama-Sama Berada di Ring of Fire

Fenomena gempa yang terjadi di Filipina dan dirasakan hingga Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan dari sisi geologi.

Indonesia dan Filipina sama-sama berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang merupakan jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif dunia. Aktivitas pergerakan lempeng di kawasan ini menyebabkan gempa bumi terjadi secara relatif sering.

Karena itulah, para ahli kebencanaan terus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa dan tsunami, terutama bagi wilayah pesisir yang berada dekat dengan sumber gempa aktif.

 

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada Senin pagi menjadi salah satu peristiwa seismik terbesar di kawasan Asia Tenggara tahun ini. Getaran gempa tidak hanya dirasakan di Filipina, tetapi juga merambat hingga sejumlah wilayah Indonesia seperti Gorontalo, Palu, dan Morotai. BMKG bahkan sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk lima provinsi sebagai langkah antisipasi. 

Meski tidak menimbulkan kerusakan besar di Indonesia, kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan timur Indonesia berada dekat dengan sumber-sumber gempa aktif. Oleh karena itu, kewaspadaan, edukasi kebencanaan, dan kepatuhan terhadap informasi resmi dari BMKG tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di masa mendatang.