
Cerai, Tasya Farasya Minta Nafkah Hanya 100 Perak, tahuberita.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan dan media sosial Tanah Air. Tasya Farasya, beauty influencer ternama Indonesia, dikabarkan resmi bercerai dengan suaminya. Namun yang paling menarik perhatian publik bukan hanya kabar perceraiannya, melainkan pernyataannya dalam sidang terkait permintaan nafkah. Tasya diketahui hanya menuntut nafkah sebesar Rp100 alias seratus perak dari mantan suaminya.
Keputusan yang terkesan unik sekaligus kontroversial ini sontak mengundang banyak reaksi dari warganet. Ada yang menganggap langkah tersebut sebagai simbol ketegasan seorang perempuan mandiri, sementara sebagian lainnya menilai hal itu sebagai sindiran halus kepada mantan pasangannya.
Latar Belakang Perceraian Tasya Farasya
Sebagai salah satu beauty influencer dengan jutaan pengikut di media sosial, kehidupan pribadi Tasya Farasya memang sering menjadi sorotan. Meski selama ini terlihat harmonis, isu keretakan rumah tangga sudah mulai terdengar sejak pertengahan 2025.
Kabar perceraian ini akhirnya terkonfirmasi saat Tasya menghadiri sidang perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Dalam sidang tersebut, Tasya menyampaikan bahwa dirinya tidak mengajukan tuntutan nafkah dalam jumlah besar. Sebaliknya, ia hanya meminta seratus perak sebagai simbol.
“Bukan tentang jumlahnya, tapi ini bentuk pernyataan saya bahwa saya tidak menggantungkan hidup dari orang lain,” ujar Tasya dalam keterangannya di depan awak media.
Nafkah Seratus Perak Simbol atau Sindiran?
Permintaan nafkah yang tidak lazim ini menimbulkan berbagai tafsir.
- Simbol Kemandirian
Tasya dikenal sebagai sosok mandiri dengan karier sukses di dunia kecantikan dan bisnis. Permintaan Rp100 ini dianggap sebagai simbol bahwa ia mampu berdiri sendiri tanpa bergantung pada mantan suami. - Sindiran Halus
Sebagian warganet menilai langkah ini sebagai sindiran kepada mantan suami. Dengan meminta nafkah seratus perak, seolah Tasya ingin menegaskan bahwa kontribusi finansial mantan suami dalam kehidupannya tidak signifikan. - Pesan Feminisme
Tidak sedikit pula yang mengaitkan pernyataan Tasya dengan pesan feminisme modern: bahwa perempuan berhak menentukan jalan hidupnya tanpa harus dikendalikan oleh kondisi ekonomi rumah tangga.
Reaksi Publik dan Media Sosial
Seperti biasa, setiap gerak-gerik selebritas di Indonesia tak pernah lepas dari komentar publik. Tagar #TasyaFarasya bahkan sempat masuk jajaran trending topic di platform X (Twitter) setelah kabar ini mencuat.
Beberapa komentar warganet di antaranya:
- “Respect buat Tasya, uang bukan segalanya. Mandiri banget.”
- “Seratus perak? Satir paling elegan sepanjang tahun ini.”
- “Jangan-jangan nanti seratus perak itu buat kenangan aja, bukan beneran dipakai.”
Media sosial juga dipenuhi meme yang mengaitkan nominal seratus perak dengan kehidupan rumah tangga, mulai dari sindiran hingga dukungan penuh.
Tasya Farasya dan Kariernya yang Stabil
Terlepas dari masalah rumah tangga, karier Tasya Farasya tetap berjalan dengan baik. Ia dikenal sebagai beauty influencer papan atas dengan banyak kolaborasi bersama brand kecantikan lokal maupun internasional.
Selain aktif di media sosial, Tasya juga memiliki lini bisnis sendiri. Kondisi finansial yang stabil membuatnya tidak khawatir meski tidak menerima nafkah dalam jumlah besar. Justru, keputusan meminta seratus perak semakin memperkuat citra Tasya sebagai sosok yang independen.
Kasus perceraian Tasya Farasya dengan tuntutan nafkah hanya Rp100 bukan sekadar gosip selebritas, melainkan fenomena sosial yang memicu perbincangan luas. Dari simbol kemandirian hingga sindiran halus, langkah Tasya dianggap berani dan penuh makna.
Dengan karier dan finansial yang mapan, Tasya tampak ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa tetap berdiri kokoh meski rumah tangganya kandas. Publik pun menafsirkan keputusan tersebut dengan beragam cara, namun satu hal yang pasti Tasya Farasya kembali berhasil menjadi sorotan, bukan hanya karena status selebritasnya, tetapi juga keberanian dalam mengambil sikap yang tidak biasa.