Nama Djaka Budi Utama menjadi perhatian publik setelah dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Sosok berlatar belakang militer ini mencuri perhatian karena perjalanan kariernya yang panjang di dunia intelijen, pertahanan, hingga akhirnya masuk ke sektor fiskal dan kepabeanan.
Penunjukan Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea Cukai sempat menjadi perbincangan luas karena ia dikenal sebagai mantan perwira tinggi TNI dengan pengalaman dominan di bidang keamanan dan intelijen. Namun pemerintah menilai pengalaman strategis yang dimiliki Djaka menjadi modal penting untuk memperkuat pengawasan dan reformasi di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Karier Djaka Budi Utama sendiri tidak lepas dari berbagai posisi penting yang pernah diembannya. Mulai dari satuan elite militer, jabatan strategis di TNI, hingga posisi penting di Badan Intelijen Negara (BIN).
Lalu, bagaimana profil lengkap Djaka Budi Utama dan perjalanan kariernya hingga menjadi Dirjen Bea Cukai? Berikut ulasan lengkapnya.
Lahir di Jakarta dan Menempuh Pendidikan Militer
Djaka Budi Utama lahir di Jakarta pada 9 November 1967. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 39 Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil).
Djaka merupakan lulusan Akmil tahun 1990 dan berasal dari kecabangan infanteri Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Setelah lulus dari Akmil, ia menjalani berbagai pendidikan militer lanjutan seperti Sesko AD, Sesko TNI, dan Lemhannas RI.
Latar belakang militer inilah yang kemudian membentuk perjalanan karier Djaka di lingkungan TNI.
Karier Militer yang Panjang
Karier Djaka Budi Utama berkembang di berbagai posisi strategis TNI Angkatan Darat.
Namanya sempat dikenal sebagai bagian dari Tim Mawar pada akhir era Orde Baru. Tim tersebut menjadi sorotan karena terlibat dalam operasi penangkapan aktivis pro-demokrasi pada akhir 1990-an.
Dalam putusan Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta, Djaka pernah dijatuhi hukuman penjara terkait kasus tersebut. Namun setelah menjalani proses hukum, karier militernya terus berlanjut.
Seiring waktu, Djaka dipercaya mengisi sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI.
Ia pernah menjabat sebagai:
- Danyonif 115/Macan Lauser
- Dandim 0908/Bontang
- Danrem 012/Teuku Umar
- Danpusintelad
- Waaspam Kasad
- Asisten Panglima TNI
Kariernya yang banyak berkaitan dengan intelijen dan pengamanan membuat Djaka dikenal memiliki pengalaman kuat dalam bidang pengawasan dan keamanan strategis.
Masuk ke Dunia Pemerintahan
Setelah lama berkarier di militer, Djaka mulai masuk ke lingkup pemerintahan sipil.
Pada 2021, ia dipercaya menjabat Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).
Posisi ini membuat Djaka mulai aktif terlibat dalam koordinasi kebijakan pemerintahan di bidang politik dan keamanan nasional.
Setelah itu, Djaka kembali mendapat jabatan penting sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2024. Jabatan tersebut memperkuat rekam jejaknya di sektor pengawasan internal pemerintahan.
Tak lama kemudian, ia dipercaya menjadi Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024.
Posisi di BIN semakin menegaskan latar belakang Djaka sebagai sosok yang dekat dengan bidang intelijen dan pengamanan negara.
Dilantik Jadi Dirjen Bea Cukai
Nama Djaka Budi Utama kembali menjadi sorotan besar setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi melantiknya sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada Mei 2025.
Pelantikan tersebut menjadi perhatian karena Djaka berasal dari latar belakang militer dan intelijen, bukan sektor keuangan atau perpajakan.
Namun pemerintah menilai pengalaman pengawasan dan pengamanan yang dimiliki Djaka dibutuhkan untuk memperkuat reformasi Bea Cukai.
Saat pelantikan, Sri Mulyani menegaskan pentingnya penguatan integritas dan pengamanan penerimaan negara di tengah tantangan fiskal yang semakin besar.
Pensiun Dini dari TNI
Penunjukan Djaka sebagai Dirjen Bea Cukai juga sempat memunculkan polemik karena statusnya sebagai perwira tinggi aktif TNI.
Namun Mabes TNI kemudian memastikan Djaka telah mengajukan pensiun dini dan resmi diberhentikan secara hormat dari dinas militer sejak 14 Mei 2025.
Langkah tersebut dilakukan agar penugasannya di jabatan sipil sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sorotan dan Tantangan Besar
Sebagai Dirjen Bea Cukai, Djaka menghadapi tantangan yang tidak kecil.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selama ini menjadi salah satu institusi strategis dalam pengawasan arus barang dan penerimaan negara.
Di sisi lain, lembaga tersebut juga kerap menjadi sorotan terkait isu penyelundupan dan integritas aparat.
Karena itu, pengalaman Djaka di bidang intelijen dianggap dapat membantu memperkuat pengawasan internal dan penegakan hukum.
Namun sebagian pihak juga mempertanyakan minimnya pengalaman Djaka di sektor fiskal dan kepabeanan.
Meski demikian, pemerintah berharap kombinasi pengalaman militer dan pengawasan strategis dapat membawa pembaruan di tubuh Bea Cukai.
Harta Kekayaan Djaka Budi Utama
Berdasarkan laporan LHKPN KPK periode 2023, Djaka Budi Utama tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp4,7 miliar.
Aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan, kendaraan, kas, dan aset lainnya.
Salah satu kendaraan yang tercatat dalam laporan kekayaannya adalah Toyota Innova tahun 2021.
Jadi Figur Penting di Pemerintahan
Perjalanan karier Djaka Budi Utama menunjukkan transformasi dari dunia militer menuju pemerintahan sipil.
Dengan pengalaman panjang di bidang keamanan dan intelijen, Djaka kini menjadi salah satu figur penting dalam pengawasan penerimaan negara melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Di tengah tantangan reformasi birokrasi dan penguatan penerimaan negara, publik kini menunggu bagaimana langkah Djaka dalam memimpin salah satu institusi strategis di Indonesia.