
Berapa Konsumsi kWh untuk Mobil Listrik di Rumah? Ini Hitungannya! tahuberita.com – Penggunaan mobil listrik di Indonesia terus meningkat seiring transisi menuju kendaraan ramah lingkungan. Namun, banyak calon pengguna masih bertanya-tanya soal konsumsi listrik mobil listrik saat diisi daya di rumah. Berapa kWh sebenarnya yang dibutuhkan untuk mengisi baterai mobil listrik di rumah? Dan berapa biayanya?
Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan perhitungan yang mudah dipahami, dilengkapi dengan simulasi biaya dan tips penggunaan efisien di rumah.
Kapasitas Baterai Mobil Listrik, Ukuran yang Menentukan kWh
Kapasitas listrik pada mobil listrik umumnya diukur dalam satuan kilowatt-hour (kWh). Ini menunjukkan jumlah energi yang dapat disimpan oleh baterai.
Beberapa contoh kapasitas baterai mobil listrik di Indonesia:
- Wuling Air ev Standard: 18 kWh
- Hyundai IONIQ 5: 58 kWh – 72,6 kWh
- Toyota bZ4X: 71,4 kWh
- Nissan Leaf: 40 kWh
Artinya, jika mobil memiliki kapasitas baterai 40 kWh dan diisi dari kosong hingga penuh, maka ia membutuhkan 40 kWh listrik.
Biaya Mengisi Mobil Listrik di Rumah
Tarif listrik rumah tangga nonsubsidi (R1) dari PLN per Juli 2025 berkisar Rp 1.699 per kWh (daya 1.300 – 5.500 VA). Dengan asumsi tersebut, berikut simulasi biaya:
| Kapasitas Baterai | Konsumsi (kWh) | Biaya Isi Penuh (Rp) |
| 18 kWh (Wuling) | 18 kWh | ± Rp 30.582 |
| 40 kWh (Leaf) | 40 kWh | ± Rp 67.960 |
| 58 kWh (IONIQ) | 58 kWh | ± Rp 98.542 |
| 72 kWh (bZ4X) | 72 kWh | ± Rp 122.328 |
Catatan: Angka di atas untuk pengisian dari 0–100%. Dalam praktiknya, mobil listrik jarang diisi hingga benar-benar habis.
Berapa kWh untuk Pemakaian Rutin?
Jika mobil digunakan untuk aktivitas harian jarak pendek (±30 km/hari), maka konsumsi rata-rata hanya sekitar 7–10 kWh per hari, tergantung efisiensi mobil.
Misalnya:
- Efisiensi mobil listrik: 6 km/kWh
- Jarak harian: 30 km
- Maka: 30 km / 6 km/kWh = 5 kWh per hari
- Biaya: 5 kWh x Rp 1.699 = Rp 8.495 per hari
Artinya, biaya “bahan bakar” mobil listrik bisa jauh lebih murah dibandingkan BBM konvensional.
Perlu Tambah Daya?
Pengisian mobil listrik umumnya dilakukan di malam hari. Namun, penting untuk memperhatikan daya listrik rumah.
Contoh:
- Charger AC 7,4 kW → konsumsi setara 7.400 watt
- Rumah dengan daya 2.200 VA atau 3.500 VA tidak cukup untuk pengisian cepat
- Idealnya, rumah pengguna mobil listrik memiliki daya minimal 5.500 VA ke atas
Jika daya kurang, pengguna bisa memasang charger dengan arus rendah atau upgrade daya PLN.
Tips Hemat Isi Mobil Listrik di Rumah
- Isi di malam hari saat pemakaian rumah tangga menurun
- Gunakan timer charging jika mobil mendukung
- Pasang solar panel untuk pengisian ramah lingkungan dan hemat biaya
- Cek aplikasi PLN Mobile, kini tersedia fitur estimasi biaya charging EV
Memiliki mobil listrik di rumah tidak memerlukan biaya yang mahal. Rata-rata mobil listrik hanya membutuhkan 5–10 kWh untuk pemakaian harian, setara dengan biaya Rp 8.000 – Rp 17.000 per hari, tergantung model dan jarak tempuh. Dengan pengaturan daya listrik yang tepat dan perilaku pengisian yang bijak, mobil listrik bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga ramah di kantong.