
Mobil Listrik Kena Genangan Air, Apakah Aman? Ini Penjelasan Ahli, tahuberita.com – Popularitas mobil listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan kampanye kendaraan ramah lingkungan dan insentif dari pemerintah. Namun, muncul kekhawatiran di masyarakat terkait ketahanan mobil listrik saat melewati genangan air atau banjir, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung yang rentan tergenang saat musim hujan.
Pertanyaannya, apakah mobil listrik aman saat melewati genangan air? Simak penjelasan lengkap berikut ini berdasarkan informasi teknis dan pandangan para ahli otomotif.
Fakta yang Perlu Diketahui Jika Mobil Listrik dan Genangan Air
Secara umum, mobil listrik dirancang dengan sistem isolasi kelistrikan yang sangat ketat. Komponen seperti baterai, motor listrik, dan inverter sudah dilindungi secara maksimal agar tidak mudah terpapar air. Bahkan sebagian besar mobil listrik modern sudah melalui uji sertifikasi ketahanan air dan debu dengan standar internasional, seperti IP67atau bahkan lebih tinggi.
Apa itu IP67?
Kode ini menunjukkan bahwa komponen mobil terlindungi dari debu (angka 6) dan bisa terendam dalam air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit (angka 7). Ini berarti mobil listrik yang memiliki sertifikasi tersebut tetap aman saat melewati genangan setinggi sedang.
Risiko Mobil Listrik Saat Terendam Air
Meskipun memiliki perlindungan tinggi, tetap ada batasan yang perlu diperhatikan. Beberapa risiko yang bisa terjadi jika mobil listrik melewati atau terendam air terlalu tinggi, antara lain:
- Kerusakan Modul Baterai
Jika genangan melebihi ambang ketahanan dan air masuk ke dalam kompartemen baterai, bisa terjadi korsleting. Meski sangat jarang, hal ini berpotensi merusak sistem kelistrikan hingga menyebabkan kebakaran. - Sensor dan Sistem Elektronik Terganggu
Beberapa sensor seperti proximity, kamera, dan sistem pengereman otomatis bisa terganggu jika air masuk ke jalur kabel. - Karat dan Korosi Jangka Panjang
Meski bodi mobil telah diberi pelindung, air yang mengandung zat kimia atau limbah dapat mempercepat proses korosi, terutama jika mobil sering terpapar banjir.
Apa Kata Produsen dan Ahli?
Menurut Toyota Indonesia, setiap mobil listrik yang diproduksi telah diuji dalam kondisi ekstrem termasuk terpapar air. “Mobil seperti Toyota bZ4X atau Yaris EV telah menjalani pengujian rendam air dan lolos standar keselamatan global,” kata seorang teknisi senior.
Hal senada juga disampaikan oleh Hyundai, yang menyebutkan bahwa mobil listrik seperti IONIQ 5 dilengkapi sistem proteksi otomatis, yang akan memutus aliran listrik bila terdeteksi adanya kebocoran arus akibat air.
Sementara itu, Dosen Teknik Elektro dari ITS, Surabaya, menyatakan bahwa sistem kelistrikan mobil listrik jauh lebih aman dibandingkan yang dibayangkan. “Selama tidak terendam hingga di atas batas aman, mobil listrik sebenarnya lebih tahan air daripada mobil konvensional yang punya banyak saluran udara masuk ke mesin,” jelasnya.
Tips Aman Menggunakan Mobil Listrik Saat Musim Hujan
Berikut beberapa tips bagi pemilik mobil listrik agar tetap aman saat musim hujan:
- Hindari melewati banjir tinggi melebihi setengah ban atau menyentuh kap mesin.
- Periksa jalur evakuasi air pada kendaraan agar tidak tersumbat kotoran.
- Segera cek ke bengkel resmi jika mobil listrik melewati genangan dalam untuk memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi.
- Pantau peringatan sistem dari dashboard, karena mobil listrik biasanya dilengkapi sistem peringatan dini bila terjadi malfungsi.
Secara teknis, mobil listrik aman melewati genangan air selama dalam batas wajar dan sesuai standar sertifikasi. Namun, pengguna tetap harus berhati-hati, karena risiko akan meningkat jika mobil melewati genangan terlalu dalam atau terendam dalam waktu lama. Sebagai pemilik kendaraan listrik, pemahaman mengenai batas kemampuan mobil serta perawatan berkala menjadi kunci utama agar mobil tetap awet dan aman digunakan, terutama di musim hujan.