
Ketok Palu di Senayan, DPR Resmi Sahkan Destry Damayanti Kembali Pimpin Bank Indonesia, tahuberita.com – Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, dipenuhi ketukan palu yang mantap pada Selasa, 1 September 2026. Ketukan resmi dari Pimpinan DPR RI itu menandai penetapan hukum dan politik tertinggi atas terpilihnya Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031.
Pengesahan tersebut merupakan muara dari proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang telah diselesaikan Komisi XI DPR RI pada akhir Agustus 2026. Dalam laporan resminya di hadapan anggota dewan yang hadir, pimpinan Komisi XI menegaskan bahwa seluruh fraksi sepakat secara mufakat memberikan mandat nahkoda bank sentral Republik Indonesia kepada sosok ekonom berpengalaman tersebut.
Keputusan ini sekaligus menorehkan sejarah baru bagi lanskap moneter nasional. Destry Damayanti resmi mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia.
Rekam Jejak yang Berbicara
Proses penetapan Destry Damayanti terbilang melaju mulus tanpa hambatan politik berati di parlemen. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dalam paparan laporan hasil rapat internal menyampaikan bahwa pertimbangan utama dewan bertumpu pada rekam jejak (track record), kapasitas keilmuan, serta visi strategis yang dibawakan Destry saat uji kelayakan.
“Ibu Destry Damayanti memiliki pengalaman yang komprehensif, mulai dari ekonom di sektor perbankan, kepemimpinan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga rekam jejak yang sangat panjang sebagai Deputi Gubernur Senior dan Pejabat Gubernur Sementara BI,” ungkap pimpinan Komisi XI di Gedung DPR RI. “Secara konsensus, seluruh fraksi sepakat beliau adalah figur yang paling siap mengawal stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian global.”
Destry menggantikan Perry Warjiyo. Sebelumnya, lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta Master of Science dari Cornell University ini pernah dipercaya memegang sejumlah posisi kunci mulai dari Kepala Ekonom Bank Mandiri, Anggota Dewan Komisioner LPS, hingga menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. Pengalaman lintas sektor pemerintah, swasta, regulator, dan akademis menjadi modal utamanya saat melangkah ke kursi tertinggi bank sentral.
Struktur Pimpinan Baru Bank Indonesia
Selain mengetok sah kepemimpinan Destry Damayanti, Rapat Paripurna DPR RI pada 1 September 2026 ini juga mengesahkan jajaran pimpinan baru Bank Indonesia untuk melengkapi jajaran Dewan Gubernur:
- Gubernur Bank Indonesia: Destry Damayanti
- Deputi Gubernur Senior BI: Aida S. Budiman
- Deputi Gubernur BI: Solikin M. Juhro
Kombinasi jajaran pimpinan baru ini dinilai para pengamat ekonomi sebagai dream team yang merefleksikan keberlanjutan (continuity) sekaligus pembaruan kebijakan. Kehadiran Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior mendampingi Destry memperkuat fondasi internal bank sentral yang dituntut responsif terhadap dinamika nilai tukar, inflasi, dan integrasi sistem pembayaran digital.
Menjaga Rupiah dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Dalam dokumen visi dan misi yang disodorkan kepada dewan, Destry menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara stabilitas (stability) dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-growth). Tantangan utama yang dihadapi Indonesia beberapa tahun terakhir meliputi tekanan nilai tukar akibat kebijakan suku bunga tinggi di negara berkembang, fluktuasi harga komoditas global, serta percepatan transisi ekonomi hijau dan digital.
Destry menggarisbawahi bahwa Bank Indonesia di bawah kepemimpinannya tidak akan bekerja secara terisolasi. Bauran kebijakan (policy mix) bank sentral—terdiri dari kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran—akan terus disinergikan secara erat dengan kebijakan fiskal pemerintah.
Sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung kerangka dasar asumsi makroekonomi dan program strategis nasional, menjadi jangkar utama untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan likuiditas pasar keuangan tetap memadai.
Sambutan Pasar dan Harapan Pelaku Industri
Pengesahan kepemimpinan baru BI ini disambut positif oleh pelaku pasar keuangan dan perbankan domestik. Sejumlah analis menilai bahwa kepastian figur di pucuk pimpinan bank sentral memberikan kepastian hukum (certainty) dan mengurangi risiko spekulasi pasar.
IHSG dan nilai tukar rupiah terpantau merespons tenang namun stabil seiring selesainya proses politik di Senayan. Kepemimpinan Destry dinilai memberi jaminan bagi investor bahwa Bank Indonesia akan tetap independen, terukur, dan berbasis data (data-driven) dalam mengambil setiap keputusan suku bunga maupun intervensi pasar.
Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) dan para pelaku industri pembayaran juga berharap BI terus melanjutkan akselerasi digitalisasi keuangan, seperti perluasan interkoneksi QRIS lintas negara, pengembangan Rupiah Digital, serta dukungan terhadap pembiayaan UMKM dan sektor hijau.
Babak Baru di Taman Surapati
Pengesahan di Rapat Paripurna DPR RI merupakan tahap krusial sebelum Destry Damayanti secara resmi mengucap sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung. Prosesi pengucapan sumpah tersebut akan menandai dimulainya masa bakti lima tahun kedepan bagi pimpinan baru Bank Indonesia di kantor pusat Gedung MH Thamrin dan Gedung Taman Surapati, Jakarta.
Tugas berat telah menanti di hadapan. Namun, keberhasilan melewati pengujian ketat parlemen dengan hasil mufakat bulat memberikan legitimasi moral dan politik yang kuat bagi Destry. Sebagai perempuan pertama di pucuk pimpinan bank sentral Indonesia, langkah Destry Damayanti kini resmi dimulai untuk mengawal benteng stabilitas keuangan negara menuju era baru.