February 13, 2026

Update harga emas antam

 

Rekor Baru Harga Emas Hari Ini, Senin 26 Januari 2026, tahuberita.com – Harga emas kembali menjadi sorotan utama pasar komoditas global dan domestik pada awal pekan ini. Pada Senin, 26 Januari 2026, harga emas batangan di Indonesia mencetak rekor baru, mendorong sejumlah investor dan konsumen memperhitungkan ulang strategi investasi maupun pembelian perhiasan mereka.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus meningkat, emas kembali menunjukkan perannya sebagai aset safe haven yang dicari oleh pelaku pasar baik retail maupun institusional. Data terbaru menunjukkan harga emas Antam (PT Aneka Tambang Tbk) pada perdagangan hari ini mengalami penguatan yang signifikan, mencapai level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir. 

 

Harga Emas Batangan di Indonesia Tembus Level Tertinggi

Berdasarkan informasi yang dipantau dari laporan perdagangan pagi ini, harga jual emas batangan Antam berada di kisaran Rp2.917.000 per gram, melonjak sekitar Rp30.000 dari posisi pekan lalu. Kenaikan ini sekaligus mencatatkan level tertinggi baru sepanjang sejarah harga emas batangan di pasar domestik. 

Kenaikan tersebut tercatat mulai dari ukuran terkecil hingga pecahan besar:

  • 0,5 gram: sekitar Rp1.508.500
  • 1 gram: Rp2.917.000
  • 2 gram: Rp5.774.000
  • 5 gram: Rp14.360.000
  • 10 gram: Rp28.665.000
  • 100 gram: Rp285.912.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp2.857.600.000 

Peningkatan harga tersebut juga berdampak pada harga jual kembali (buyback), di mana harga buyback emas Antam dilaporkan meningkat ke sekitar Rp2.750.000 per gram, mengikuti pergerakan harga pasar. 

 

Perbedaan Harga di Berbagai Lembaga dan Tempat Penjualan

Meski acuan harga batangan Antam menunjukkan kecenderungan kenaikan, di beberapa lembaga penjualan seperti Pegadaian, harga emas batangan dari merek lain seperti UBS dan Galeri24 menunjukkan variasi harga yang berbeda.

Menurut data Pegadaian pada 26 Januari 2026, harga emas Galeri24 stabil di sekitar Rp2.925.000 per gram, sementara emas UBS berada di level Rp2.974.000 per gram. Harga ini berlaku untuk ukuran mulai dari 0,5 gram hingga pecahan 500 gram. 

Perbedaan harga antar merek ini umumnya disebabkan oleh perbedaan biaya pembuatan, margin penjualan, serta kebijakan harga masing-masing penyedia. Variasi ini menjadi hal yang penting diperhatikan oleh konsumen sebelum memutuskan untuk membeli.

 

Sentimen Global Jadi Pendorong Utama Kenaikan

Kenaikan harga emas domestik tidak bisa dilepaskan dari pergerakan harga emas di pasar dunia. Pada perdagangan global awal pekan ini, harga emas internasional menembus level lebih dari USD 5.000 per ounce atau setara dengan harga tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan ini mencerminkan gejolak pasar yang dipicu oleh sejumlah faktor geopolitik dan ekonomi.

Menurut berbagai laporan internasional, emas dunia mencapai level tersebut karena respons investor terhadap ketidakpastian kebijakan global, konflik geopolitik, dan kekhawatiran pasar atas stabilitas ekonomi makro. Sentimen risiko ini membuat investor semakin banyak beralih ke emas sebagai instrumen lindung nilai (hedge) yang relatif aman dibandingkan aset lain. 

Para analis menyebut bahwa pergerakan harga emas dunia yang kini menembus angka historis tersebut turut memberi tekanan tambahan pada harga emas di pasar domestik. Tekanan permintaan global terhadap emas batangan dan produk investasi emas membuat harga emas serba naik, tidak hanya di bursa internasional tetapi juga di pasar lokal kita.

 

Dinamika Permintaan dan Perilaku Konsumen

Kenaikan harga emas yang signifikan ini memberikan dampak langsung terhadap perilaku konsumen di Indonesia. Pasar emas batangan yang selama ini menjadi pilihan populer investor ritel menunjukkan dua kecenderungan utama:

  1. Peningkatan minat pada ukuran kecil (0,5–5 gram) – ini mencerminkan bahwa investor ritel ingin tetap masuk ke pasar emas meskipun harga melonjak, namun dengan modal yang lebih terjangkau.
  2. Penundaan pembelian pada konsumen perhiasan – sejumlah pembeli yang sebelumnya bermaksud membeli perhiasan emas sebagai hadiah atau investasi jangka pendek cenderung menunda keputusan mereka sambil menunggu harga stabil atau turun.

Seorang pedagang emas di kawasan pusat perbelanjaan Jakarta mengungkapkan bahwa permintaan emas batangan ukuran kecil tetap stabil, namun pembelian perhiasan emas menurun dibandingkan minggu lalu. Hal ini diinterpretasikan sebagai respons pasar terhadap harga emas yang semakin tinggi.

 

Perbandingan Harga dan Strategi Investasi

Untuk investor dan pembeli yang memantau pergerakan emas, penting memahami bahwa harga emas di pasar domestik bisa berbeda dari harga internasional yang menjadi acuan global. Harga batangan seperti Antam biasanya mengikuti peningkatan harga dunia, tetapi kenaikan tersebut juga dipengaruhi oleh kurs mata uang, biaya produksi, dan kebijakan distributor atau toko.

Dalam situasi harga seperti saat ini, beberapa strategi yang umum dipertimbangkan oleh investor meliputi:

  • Diversifikasi ukuran investasi, misalnya membeli emas batangan dengan ukuran lebih kecil untuk mengurangi risiko modal besar.
  • Perhitungan biaya pajak dan buyback, karena transaksi pembelian biasanya dikenakan pajak tertentu, sementara harga jual kembali cenderung lebih rendah dari harga jual.
  • Pemantauan tren global, karena sentimen pasar global seringkali menjadi penentu utama harga emas domestik.

 

Prospek Harga Emas di Sisa 2026

Meski harga emas telah menembus level tertinggi pada awal tahun ini, para analis global memperkirakan tren kenaikan emas belum sepenuhnya berakhir. Kenaikan permintaan oleh bank sentral, investor institusional, dan pelaku pasar ritel, dikombinasikan dengan dinamika geopolitik yang terus berubah, diperkirakan akan terus memberi tekanan pada harga logam mulia tersebut sepanjang 2026.

Sementara itu, pelaku pasar domestik juga diimbau untuk terus memantau update harga harian melalui situs resmi penyedia harga emas batangan, butik logam mulia, atau lembaga penjualan resmi guna mendapatkan informasi harga yang paling akurat dan terbaru sebelum memutuskan transaksi.

 

Harga emas di Indonesia pada Senin, 26 Januari 2026, menunjukkan tren kenaikan tajam dengan harga emas batangan Antam mencapai sekitar Rp2.917.000 per gram, level tertinggi sepanjang sejarah pasar domestik. Kenaikan tersebut sejalan dengan harga emas dunia yang menembus lebih dari USD 5.000 per ounce, dipicu oleh ketidakpastian global dan permintaan investor terhadap aset safe haven. Variasi harga antar merek dan lembaga penjual seperti Pegadaian juga memberikan gambaran bahwa konsumen perlu cermat dalam memilih produk emas yang sesuai dengan tujuan investasi atau pembelian.

Lonjakan harga ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi investor dan konsumen, dan mempertegas posisi emas sebagai instrumen penting dalam portofolio investasi maupun pilihan simpanan nilai dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *