February 13, 2026

Update Harga Emas

 

 

Harga Emas Hari Ini, 22 Januari 2026 Update Terbaru Emas Antam dan Dunia, tahuberita.com – Harga emas batangan produksi Antam pada hari ini mengalami koreksi tipis setelah tren penguatan beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk 1 gram berada di sekitar Rp 2.790.000 pada Kamis, 22 Januari 2026, atau turun sekitar Rp15.000 dari posisi sebelumnya. Harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam juga turut melandai, yakni menjadi sekitar Rp2.635.000 per gram. 

Koreksi ini menandai jeda setelah emas batangan sempat mencatat lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir, yang sempat mendorong level harga ke posisi tertinggi dalam beberapa tahun. Penurunan harga yang tipis ini memberikan momentum bagi beberapa investor untuk mempertimbangkan kembali strategi pembelian di tengah volatilitas pasar. 

 

Rincian Harga Emas Antam per Pecahan

Berikut ini adalah harga emas Antam yang berlaku pada 22 Januari 2026:

  • 0,5 gram: sekitar Rp1.445.000
  • 1 gram: Rp2.790.000
  • 2 gram: Rp5.520.000
  • 3 gram: Rp8.255.000
  • 5 gram: Rp13.725.000
  • 10 gram: Rp27.395.000
  • 25 gram: Rp68.362.000
  • 50 gram: Rp136.645.000
  • 100 gram: Rp273.212.000
  • 500 gram: Rp1.365.320.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp2.730.600.000 

Harga-harga ini menunjukkan kecenderungan fluktuasi seiring dengan dinamika pasar global dan permintaan domestik.

 

Tren Harga Emas Dunia

Pergerakan harga emas global juga sedang menjadi sorotan para pelaku pasar. Dalam konteks internasional, harga emas masih berada pada level yang tinggi setelah mencatat serangkaian penguatan signifikan pada awal 2026.

Menurut laporan riset pasar internasional, beberapa bank investasi besar, seperti Goldman Sachs, telah merevisi target harga emas mereka untuk akhir tahun 2026, dengan proyeksi yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Goldman Sachs menaikkan estimasi harga emas hingga sekitar USD 5.400 per ounce, didorong oleh permintaan dari investor swasta dan diversifikasi portofolio oleh bank-bank sentral di berbagai negara. 

Dominasi permintaan safe haven, di mana emas sering dipilih sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, turut mendukung sentimen bullish pada emas dunia. Analisis juga menunjukkan bahwa permintaan dari investor institusional dan individu, baik melalui logam fisik maupun melalui instrumen keuangan seperti ETF, menjadi faktor penting yang menjaga harga tetap tinggi. 

Meskipun demikian, ada pula tekanan jangka pendek yang membuat harga emas global bergerak fluktuatif. Beberapa data pasar menunjukkan bahwa harga emas sempat sedikit merosot dalam sesi perdagangan terakhir, karena penguatan dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik di beberapa wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga emas secara umum masih tinggi, volatilitas tetap menghiasi pergerakannya di pasar global. 

 

Harga Emas Perhiasan di Pasar Domestik

Tidak hanya emas batangan, harga emas perhiasan di Indonesia turut mencuri perhatian konsumen pada hari ini. Beberapa platform harga komoditas lokal melaporkan bahwa harga emas perhiasan di berbagai toko dan jaringan ritel menyentuh level yang relatif stabil, bahkan cenderung sedikit menguat di beberapa kadar karat emas. Hal ini dipengaruhi oleh harga emas dunia yang masih berada di level tinggi, walaupun terjadi koreksi ringan. 

Melihat kecenderungan ini, konsumen yang ingin membeli perhiasan emas — baik untuk keperluan investasi maupun konsumsi — diimbau untuk memperhatikan komposisi kadar karat, serta melihat tren harga harian sebelum menentukan keputusan pembelian.

 

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Pergerakan harga emas, baik di pasar lokal maupun global, dipengaruhi oleh sejumlah faktor berikut:

1. Permintaan Safe Haven

Emas bersifat sebagai aset pelindung nilai (safe-haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Lonjakan permintaan dari investor yang ingin melindungi asetnya dari risiko pasar mendorong harga emas tetap tinggi. 

2. Kebijakan Moneter Global

Kebijakan suku bunga dan kebijakan moneter bank sentral besar seperti Federal Reserve (The Fed) AS juga turut memengaruhi harga emas. Biasanya, suku bunga yang rendah akan membuat emas lebih menarik sebagai investasi karena imbal hasil aset berbasis bunga menjadi kurang menarik.

3. Nilai Tukar Dolar AS

Harga emas dunia cenderung berkebalikan arah dengan kekuatan Dolar AS. Penguatan dolar bisa menjadi tekanan pada harga emas, dan sebaliknya. 

4. Kondisi Geopolitik

Isu-isu global seperti ketegangan perdagangan, konflik geopolitik, atau kebijakan tarif juga dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap emas.

 

Perspektif Investor dan Pasar

Investor jangka pendek maupun jangka panjang terus memantau pergerakan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka. Beberapa analis pasar menyarankan bahwa koreksi harga emas domestik saat ini bisa menjadi peluang bagi investor baru untuk masuk, terutama jika harga dunia kembali mengalami sentimen positif. Sementara itu, bagi investor yang sudah memegang emas dalam jumlah besar tetap memantau tren harga jangka menengah hingga panjang.

Per 22 Januari 2026, harga emas di Indonesia menunjukkan koreksi kecil pada produk Antam, namun secara umum masih mencerminkan level yang kuat dibandingkan periode sebelumnya. Di pasar global, emas tetap menjadi instrumen penting yang diperhatikan oleh investor, dengan perkiraan harga jangka panjang yang relatif bullish dari beberapa lembaga keuangan internasional.

Dengan kondisi pasar yang dinamis, harga emas  baik batangan maupun perhiasan  diprediksi akan terus bergerak mengikuti sentimen global dan kondisi ekonomi makro internasional. Investor maupun konsumen disarankan untuk terus memperbarui informasi harga harian dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga tersebut agar dapat membuat keputusan investasi atau pembelian yang lebih bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *