Jakarta — Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan kembali menjadi momen paling padat dalam kalender transportasi Indonesia. Dengan proyeksi puluhan juta orang melakukan perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi selama masa libur tersebut, beberapa ruas jalan tol di Indonesia diprediksi mengalami lonjakan arus lalu lintas signifikan sehingga berpotensi menjadi yang paling padat di akhir tahun ini.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terdapat sekitar 51,12 juta orang yang diperkirakan akan bepergian selama periode Nataru 2025-2026, dan lebih dari 27,5 juta orang diproyeksikan menggunakan mobil pribadi melalui jalur tol nasional. Mayoritas pelintas tol diperkirakan berasal dari wilayah Jabodetabek, menyeberang ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan arah Pulau Sumatra.
Tol yang Diprediksi Menjadi Paling Padat Selama Nataru
Berikut ini adalah 10 ruas tol yang diprediksi paling ramai dilintasi kendaraan selama libur panjang akhir tahun:
1. Tol Jakarta-Cikampek
Ruas Tol Jakarta-Cikampek kembali diprediksi sebagai jalan tol paling padat di Indonesia saat Nataru 2025. Diperkirakan jalur ini akan dilintasi oleh sekitar 5,32 juta kendaraan pribadi, menjadikannya rute utama arus keluar dari Jabodetabek menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ruas tol ini menjadi jalur strategis karena menghubungkan kawasan industri dan permukiman di Jawa Barat dengan pusat ekonomi di Jakarta.
2. Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi)
Menjadi urutan kedua terpadat, Tol Jagorawi diperkirakan akan dilewati sekitar 5,15 juta kendaraan. Ruas ini kerap mengalami lonjakan arus karena menjadi akses utama menuju kota wisata Puncak serta daerah Bogor dan Sukabumi, yang menjadi tujuan populer bagi warga Jabodetabek saat liburan akhir tahun.
3. Tol Semarang-Solo
Dengan perkiraan lintasan sebanyak 3,68 juta kendaraan, Tol Semarang-Solo diprediksi menjadi salah satu jalur padat di koridor Trans-Jawa. Tol ini biasa dipenuhi kendaraan wisatawan dan pemudik yang ingin menjelajah Jawa Tengah hingga ke area Solo dan sekitarnya.
4. Tol Cikampek-Palimanan
Sebagai rute tol penting di Trans-Jawa, Tol Cikampek-Palimanan diprediksi akan dilewati sekitar 3,26 juta kendaraan. Ruas ini merupakan bagian dari jalur utama darat yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Jawa Barat dan selanjutnya ke Jawa Tengah.
5. Jalan Layang MBZ
Jalan layang ini termasuk dalam jaringan tol yang strategis untuk mengurai kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek pada saat puncak Nataru. Diperkirakan sebanyak 2,68 juta kendaraan akan menggunakan jalur ini untuk mempercepat arus perjalanan.
6. Tol Makassar Seksi IV
Ruas tol di area Sulawesi ini juga diproyeksikan mengalami lonjakan arus kendaraan, yaitu sekitar 1,89 juta kendaraan. Hal ini menunjukkan trend pertumbuhan mobilitas antar kota di luar Pulau Jawa selama libur panjang.
7. Tol Tangerang-Merak
Rute yang menghubungkan wilayah Banten dan Pelabuhan Merak ini diperkirakan akan dilintasi oleh sekitar 1,86 juta kendaraan, terutama oleh pelancong yang akan menyeberang ke Pulau Sumatra melalui feri
8. Tol Pandaan-Malang
Sebagai salah satu akses utama menuju destinasi wisata di Jawa Timur, ruas tol Pandaan-Malang diprediksi dilewati oleh 1,69 juta kendaraan. Ruas ini sering dipadati wisatawan terutama di musim liburan akhir tahun.
9. Tol Padalarang-Cileunyi
Di wilayah Bandung, tol ini menjadi jalur favorit kendaraan yang ingin mengakses kawasan Bandung dan sekitarnya, dengan prediksi sekitar 1,4 juta kendaraan yang melintas pada masa libur Nataru.
10. Tol Surabaya-Mojokerto
Rute tol utama di Jawa Timur ini diperkirakan akan menerima 1,33 juta kendaraan, dengan lonjakan trafik yang meningkat terutama saat puncak arus mudik dan balik liburan akhir tahun.
Strategi Pengaturan Arus Lalu Lintas
Menyikapi proyeksi lonjakan kendaraan tersebut, pihak kepolisian lalu lintas dan operator tol telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan saat Nataru. Salah satu strategi yang disiapkan adalah penerapan penyekatan kendaraan truk atau kendaraan besar (sumbu tiga atau lebih) di beberapa ruas tol guna mengurangi gangguan arus lalu lintas pada waktu-waktu tertentu. Hal ini tertuang dalam rencana penyekatan yang telah disosialisasikan oleh Polda Metro Jaya.
Selain itu, rekayasa lalu lintas dan kerja sama antara Kepolisian, Kemenhub, dan operator jalan tol juga ditingkatkan. Termasuk penyiapan petugas di titik-titik rawan kemacetan, pemantauan arus kendaraan melalui CCTV, serta pelayanan darurat di rest area strategis untuk membantu pemudik atau wisatawan yang membutuhkan pertolongan.
Tantangan dan Imbauan untuk Pemudik
Prediksi kepadatan tol saat Nataru juga membawa tantangan tersendiri bagi para pengendara, terutama dalam hal keselamatan dan kesiapan kendaraan. Kepadatan ini biasanya terjadi pada jam-jam tertentu, seperti pagi hingga siang hari, serta pada titik-titik keluar dan masuk tol yang strategis.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk:
-
Memantau informasi arus lalu lintas secara real time melalui aplikasi atau kanal resmi.
-
Merencanakan waktu tempuh dengan baik, menghindari jam puncak jika memungkinkan.
-
Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, seperti tekanan ban, rem, dan bahan bakar penuh sebelum memulai perjalanan.
-
Mengikuti arahan petugas di lapangan serta tanda-tanda rambu lalu lintas yang berlaku guna menghindari risiko kecelakaan.
Periode Nataru 2025/2026 diprediksi akan menjadi salah satu momen dengan arus lalu lintas tol terpadat tahun ini, terutama di koridor Jabodetabek-Trans Jawa dan rute strategis lainnya. Dengan prediksi puluhan juta pelintas, termasuk jutaan kendaraan yang melintasi tol utama seperti Jakarta-Cikampek dan Jagorawi, persiapan matang dari berbagai pihak sangat krusial untuk mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan libur akhir tahun.