Jakarta, 16 Juli 2025 – Maskapai Super Air Jet kembali menjadi sorotan publik setelah kembali mengalami penundaan (delay) berjam-jam dalam beberapa waktu terakhir. Video viral mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang marah saat penerbangan rute Denpasar–Jakarta delay menarik perhatian netizen dan media. Simak ulasan lengkapnya berikut.
Apa yang Terjadi?
Insiden terbaru terjadi pada penerbangan Super Air Jet IU‑745 dari Denpasar ke Jakarta, Jumat (11/7/2025). Pesawat tersebut mengalami delay lebih dari 10 jam. Ridwan Kamil yang ikut dalam penerbangan tersebut terlihat mendatangi petugas Bandara I Gusti Ngurah Rai sampai akhirnya viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Ridwan Kamil sempat mempertanyakan langsung kepada petugas bandara mengenai alasan penundaan yang tidak jelas. Sejumlah penumpang menyuarakan keluhan serupa seperti AC yang mati dan minimnya respons dari pihak bandara.
Sebab Delay: Landasan & Rotasi Pesawat
Pihak bandara menyebut delay karena overlay atau pengaspalan landasan pacu yang dilakukan mulai pukul 02.00 hingga 07.00 WITA, sehingga penerbangan tidak bisa berlangsung. Sementara itu, manajemen Super Air Jet, melalui Direktur Utama Ari Azhari, menjelaskan penyebab delay berasal dari rotasi armada dan kebutuhan operasional, bukan semata-mata perawatan landasan.
Kompensasi & Permohonan Maaf
Super Air Jet telah meminta maaf kepada penumpang yang terdampak dan memberikan kompensasi sesuai regulasi, mencakup akomodasi hotel, uang tunai, makanan, dan minuman. Penerbangan akhirnya dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu pukul 08.05 WITA menggunakan Airbus A320-200 registrasi PK-STZ.
Respons Publik & Reputasi Maskapai
Insiden delay ini tidak terjadi sekali saja. Sebelumnya, berbagai keluhan netizen soal ketidakpastian jadwal dan minimnya komunikasi juga sempat viral. Hal ini memperkuat sinyal bahwa Super Air Jet perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen operasional dan layanan pelanggan demi menjaga reputasi.
Upaya Perbaikan & Komitmen Layanan
Super Air Jet berjanji meningkatkan layanan melalui pelatihan staf, perbaikan kebijakan rotasi pesawat, dan peningkatan komunikasi terhadap penumpang. Ke depannya, mereka akan lebih proaktif memberikan informasi real-time untuk menghindari kegaduhan serupa.
Kejadian ini menjadi pukulan reputasi kedua bagi Super Air Jet. Meskipun maskapai telah memberi kompensasi serta berkomitmen memperbaiki, evaluasi terhadap rotasi armada dan penanganan pelanggan secara real-time mutlak dilakukan. Seiring peningkatan volume penerbangan domestik, menjaga layanan dan komunikasi tetap transparan menjadi kunci agar insiden serupa tidak terulang.