June 9, 2026

Profil Sherly Tjoanda

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

 

Profil Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara yang Mencetak Sejarah dan Menjadi Sorotan Nasiona, tahuberita.com – Nama Sherly Tjoanda menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan dalam dunia politik Indonesia dalam dua tahun terakhir. Perempuan kelahiran Ambon tersebut berhasil mencatat sejarah sebagai gubernur perempuan pertama di Provinsi Maluku Utara setelah memenangkan Pilkada 2024 dan resmi dilantik pada Februari 2025. 

Kiprah Sherly Tjoanda menarik perhatian publik bukan hanya karena keberhasilannya memimpin salah satu provinsi kepulauan strategis di Indonesia timur, tetapi juga karena perjalanan politiknya yang terbilang tidak biasa. Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, ia dikenal sebagai pengusaha dan aktivis sosial yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. 

Kini, sebagai orang nomor satu di Maluku Utara, Sherly menghadapi tantangan besar untuk mendorong pembangunan daerah yang dikenal kaya sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan, perikanan, dan pariwisata. 

 

Lahir di Ambon dan Menempuh Pendidikan Bisnis

Sherly Tjoanda lahir di Ambon pada Agustus 1982. Sejak usia muda, ia dikenal memiliki minat besar dalam dunia bisnis dan manajemen. Latar belakang pendidikan yang dimilikinya kemudian menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier profesionalnya. 

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, Sherly melanjutkan studi di Universitas Kristen Petra dengan mengambil jurusan International Business Management. Tidak berhenti sampai di situ, ia juga memperoleh gelar pendidikan lanjutan melalui program double degree di Inholland University. 

Bekal pendidikan tersebut membuatnya memiliki pemahaman kuat mengenai pengelolaan bisnis, strategi organisasi, dan tata kelola keuangan yang kemudian menjadi modal penting ketika memasuki dunia usaha maupun pemerintahan.

 

Berkarier Sebagai Pengusaha

Sebelum dikenal sebagai politisi, Sherly lebih dulu membangun reputasi sebagai pengusaha.

Ia terlibat dalam pengelolaan berbagai unit usaha keluarga yang bergerak di sektor perhotelan, logistik, perikanan, hingga pertambangan. Bersama sang suami, ia turut mengembangkan berbagai bisnis yang kemudian tumbuh menjadi kelompok usaha yang cukup dikenal di kawasan Indonesia timur. 

Dalam sejumlah kesempatan, Sherly dikenal sebagai figur yang aktif terlibat dalam pengambilan keputusan bisnis dan pengembangan usaha. Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa menghadapi tantangan manajemen, investasi, serta pengelolaan sumber daya manusia dalam skala besar.

Keberhasilannya di dunia bisnis juga membuat namanya masuk dalam daftar kepala daerah dengan jumlah kekayaan yang cukup besar berdasarkan laporan harta kekayaan yang disampaikan setelah menjabat sebagai gubernur. 

 

Aktif di Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Selain berkiprah di dunia usaha, Sherly juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pulau Morotai pada periode 2017 hingga 2022. Dalam posisi tersebut, ia banyak terlibat dalam program pemberdayaan keluarga, kesehatan masyarakat, pendidikan anak, dan penguatan ekonomi rumah tangga. 

Sherly juga aktif melalui Yayasan Bela Peduli yang bergerak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Berbagai program bantuan pendidikan, santunan anak yatim, hingga dukungan bagi masyarakat kurang mampu menjadi bagian dari aktivitas sosial yang dijalankannya selama bertahun-tahun. 

Kedekatannya dengan masyarakat inilah yang kemudian menjadi salah satu modal sosial penting ketika ia memutuskan memasuki dunia politik praktis.

 

Perjalanan Politik yang Tidak Direncanakan

Masuknya Sherly Tjoanda ke panggung politik sebenarnya bukan sesuatu yang telah direncanakan sejak lama.

Perjalanan tersebut bermula setelah wafatnya sang suami, Benny Laos, yang saat itu sedang maju sebagai calon gubernur Maluku Utara dalam Pilkada 2024. Benny Laos meninggal dunia akibat insiden kecelakaan speedboat pada Oktober 2024. 

Peristiwa tersebut menjadi titik balik dalam kehidupan Sherly. Koalisi partai pendukung kemudian memintanya untuk melanjutkan perjuangan politik yang telah dirintis oleh suaminya.

Meski sebelumnya tidak dikenal sebagai politisi aktif, Sherly akhirnya menerima amanah tersebut dan maju dalam kontestasi Pilkada Maluku Utara bersama pasangannya, Sarbin Sehe. 

 

Menang Pilkada dan Cetak Sejarah

Keputusan Sherly untuk maju dalam Pilkada ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dalam pemungutan suara, pasangan Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe berhasil meraih suara mayoritas dan mengalahkan para pesaingnya. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi gubernur perempuan pertama dalam sejarah Maluku Utara. 

Pelantikannya sebagai gubernur dilakukan pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto bersama ratusan kepala daerah lainnya di Istana Negara. 

Momen tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah politik Maluku Utara karena untuk pertama kalinya provinsi tersebut dipimpin oleh seorang perempuan.

Fokus pada Pembangunan dan Ekonomi Daerah

Sebagai gubernur, Sherly menghadapi sejumlah tantangan strategis.

Maluku Utara merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, terutama karena didukung sektor pertambangan nikel yang berkembang pesat. Namun di sisi lain, masih terdapat tantangan terkait infrastruktur, konektivitas antarwilayah, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan. 

Dalam berbagai kesempatan, Sherly menegaskan pentingnya pembangunan yang inklusif sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan terpencil. 

Ia juga mendorong penguatan sektor perikanan, pariwisata, UMKM, dan digitalisasi layanan publik sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang daerah.

 

Gaya Kepemimpinan yang Menjadi Sorotan

Salah satu hal yang membuat Sherly mendapat perhatian publik adalah gaya kepemimpinannya yang dinilai komunikatif dan dekat dengan masyarakat.

Berbeda dengan sebagian kepala daerah yang lebih banyak bekerja melalui jalur birokrasi formal, Sherly dikenal aktif memanfaatkan media sosial untuk menerima laporan masyarakat dan memantau berbagai persoalan di lapangan. 

Pendekatan tersebut membuat dirinya cukup populer, terutama di kalangan generasi muda yang menginginkan pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, sebagai kepala daerah, ia juga menghadapi kritik dan tantangan yang menjadi bagian dari dinamika pemerintahan modern.

Kehidupan Pribadi

Di luar aktivitas politik dan pemerintahan, Sherly merupakan ibu dari tiga anak.

Keluarganya selama ini dikenal cukup dekat dengan masyarakat Maluku Utara, terutama sejak sang suami menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai. Kehidupan keluarganya sering menjadi perhatian publik karena perjalanan politiknya yang berawal dari tragedi kehilangan pasangan hidup hingga akhirnya memimpin sebuah provinsi. 

Pengalaman pribadi tersebut dinilai membentuk karakter kepemimpinannya yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai tekanan dalam dunia politik.

Simbol Perubahan Politik di Indonesia Timur

Kehadiran Sherly Tjoanda di panggung politik nasional dianggap sebagai simbol perubahan dalam demokrasi Indonesia.

Sebagai perempuan yang berasal dari latar belakang pengusaha dan aktivis sosial, ia membuktikan bahwa kepemimpinan daerah tidak selalu harus lahir dari jalur politik konvensional. 

Keberhasilannya memenangkan Pilkada dan memimpin Maluku Utara juga menjadi inspirasi bagi banyak perempuan Indonesia yang ingin terlibat lebih aktif dalam pemerintahan dan pengambilan kebijakan publik.

 

Sherly Tjoanda merupakan sosok gubernur yang memiliki perjalanan hidup dan karier yang unik. Berawal dari dunia bisnis dan kegiatan sosial, ia kemudian memasuki dunia politik setelah wafatnya sang suami dan berhasil memenangkan Pilkada Maluku Utara 2024. Kini, sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, ia memikul tanggung jawab besar untuk membawa provinsi tersebut menuju pembangunan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. 

Dengan latar belakang pendidikan bisnis, pengalaman organisasi, serta dukungan masyarakat yang kuat, Sherly Tjoanda menjadi salah satu kepala daerah yang patut diperhitungkan dalam peta politik Indonesia saat ini.