
Skuad Timnas Qatar di Piala Dunia 2026 Akram Afif dan Almoez Ali Pimpin Ambisi The Maroons Menembus Sejarah, tahuberita.com – Timnas Qatar kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia setelah memastikan tempat di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Berbeda dengan edisi 2022 saat berstatus tuan rumah dan gagal meraih satu poin pun di fase grup, kali ini Al Annabi atau The Maroons datang dengan pengalaman lebih matang dan target yang jauh lebih besar.
Federasi Sepak Bola Qatar bersama pelatih asal Spanyol, Julen Lopetegui, telah menetapkan 26 pemain terbaik untuk menghadapi turnamen terbesar dunia tersebut. Mayoritas pemain masih berasal dari generasi emas yang membawa Qatar menjuarai Piala Asia 2019 dan mempertahankan gelar pada edisi berikutnya. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman menjadi fondasi utama ambisi Qatar untuk mencetak sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.
Di atas kertas, Qatar memang bukan favorit juara. Namun, pengalaman tampil di Piala Dunia 2022, kesuksesan di level Asia, serta keberadaan sejumlah pemain berkualitas membuat mereka berpotensi menjadi salah satu tim kuda hitam yang patut diperhitungkan.
Daftar Lengkap Skuad Timnas Qatar Piala Dunia 2026
Pelatih Julen Lopetegui membawa kombinasi pemain senior dan generasi baru yang menjadi tulang punggung sepak bola Qatar dalam beberapa tahun terakhir.
Kiper
- Meshaal Barsham
- Mahmoud Abunada
- Salah Zakaria
Bek
- Pedro Miguel
- Boualem Khoukhi
- Lucas Mendes
- Sultan Al Brake
- Al-Hashmi Al-Hussain
- Ayoub Al-Alawi
- Homam Ahmed
- Issa Laye
Gelandang
- Ahmed Fathi
- Jassim Gaber
- Assim Madibo
- Abdulaziz Hatem
- Karim Boudiaf
- Mohamed Al-Mannai
- Ahmed Alaaeldin
Penyerang
- Akram Afif
- Almoez Ali
- Mohammed Muntari
- Edmilson Junior
- Ahmed Al-Ganehi
- Yusuf Abdurisag
- Tahsin Mohammed
- Hassan Al-Haydos
Daftar tersebut diumumkan secara resmi menjelang keberangkatan tim menuju Amerika Utara. Sejumlah nama berpengalaman tetap dipertahankan karena dianggap memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas tim di turnamen besar.
Akram Afif Jadi Tumpuan Utama Qatar
Jika ada satu nama yang paling mencerminkan kekuatan Qatar saat ini, maka sosok tersebut adalah Akram Afif.
Pemain Al Sadd itu telah berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik Asia dalam beberapa tahun terakhir. Afif menjadi tokoh sentral saat Qatar menjuarai Piala Asia dan kembali menunjukkan kualitasnya dalam berbagai turnamen internasional. Reuters menyebut Afif sebagai salah satu figur utama yang kembali menjadi andalan Qatar pada Piala Dunia 2026.
Kemampuan dribel, visi bermain, kreativitas, dan ketajamannya di depan gawang membuat Afif menjadi ancaman terbesar bagi setiap lawan yang dihadapi Qatar.
Sebagai pemain yang memasuki usia emas, Afif diperkirakan akan menjadi pusat permainan Qatar sepanjang turnamen.
Almoez Ali Tetap Jadi Mesin Gol Utama
Selain Afif, Qatar masih memiliki senjata mematikan bernama Almoez Ali. Penyerang Al Duhail tersebut merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Qatar. Namanya mulai dikenal dunia setelah menjadi top skor Piala Asia 2019 dan sejak saat itu terus menjadi andalan di lini depan.
Pada Piala Dunia 2022, Almoez gagal mencetak gol. Namun pengalaman tersebut diyakini menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik pada edisi 2026.
Duet Akram Afif dan Almoez Ali kembali menjadi harapan utama Qatar dalam memburu gol di fase grup.
Hassan Al-Haydos Bawa Pengalaman Berharga
Meski generasi baru mulai bermunculan, Qatar tetap mengandalkan pemain senior seperti Hassan Al-Haydos.
Gelandang serang sekaligus legenda hidup sepak bola Qatar tersebut menjadi salah satu pemain dengan jumlah penampilan internasional terbanyak dalam sejarah negaranya. Pengalamannya tampil di berbagai turnamen internasional membuat kehadirannya sangat penting di ruang ganti.
Al-Haydos tidak hanya berperan sebagai pemain, tetapi juga mentor bagi generasi muda yang baru merasakan atmosfer Piala Dunia.
Meshaal Barsham Jadi Pilar di Bawah Mistar
Posisi penjaga gawang kembali dipercayakan kepada Meshaal Barsham. Kiper Al Sadd tersebut telah menjadi pilihan utama Qatar dalam beberapa tahun terakhir. Refleks cepat, kemampuan membaca permainan, serta ketenangannya dalam menghadapi tekanan membuat Barsham menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di kawasan Asia.
Perannya akan sangat krusial mengingat Qatar diprediksi menghadapi tekanan besar dari lawan-lawan yang memiliki kualitas serangan tinggi.
Lini Belakang Masih Bertumpu pada Pemain Berpengalaman
Pada sektor pertahanan, Julen Lopetegui tetap mempertahankan sejumlah nama senior seperti Pedro Miguel, Boualem Khoukhi, Lucas Mendes, dan Homam Ahmed. Reuters menilai keberadaan para pemain veteran tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan tim.
Pedro Miguel dikenal sebagai bek yang memiliki disiplin tinggi, sementara Boualem Khoukhi menawarkan kepemimpinan dan pengalaman panjang di level internasional.
Di sisi lain, Homam Ahmed memberikan kontribusi besar melalui kemampuan menyerang dari area sayap. Kombinasi pengalaman dan kedewasaan taktik menjadi kekuatan utama lini belakang Qatar.
Dominasi Pemain Liga Qatar
Salah satu karakteristik skuad Qatar adalah dominasi pemain yang berkarier di Qatar Stars League. Mayoritas anggota tim berasal dari klub-klub besar seperti Al Sadd, Al Duhail, Al Rayyan, dan Al Gharafa. Kondisi tersebut memberikan keuntungan tersendiri karena para pemain sudah memiliki chemistry yang kuat sejak level klub.
Meski minim pemain yang berkarier di Eropa dibandingkan negara-negara besar lainnya, Qatar tetap percaya bahwa kekompakan tim dapat menjadi senjata utama dalam menghadapi lawan-lawan yang lebih diunggulkan.
Julen Lopetegui dan Harapan Baru Qatar
Penunjukan Julen Lopetegui sebagai pelatih kepala menjadi salah satu langkah strategis federasi sepak bola Qatar.
Mantan pelatih Real Madrid, Sevilla, Wolverhampton Wanderers, dan West Ham United tersebut membawa pengalaman besar dari kompetisi elite Eropa. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Qatar dan membantu tim bersaing lebih baik di level dunia.
Lopetegui juga dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun organisasi permainan yang rapi dan disiplin, sesuatu yang sangat dibutuhkan Qatar ketika menghadapi negara-negara dengan kualitas individu lebih tinggi.
Tantangan Berat di Grup B
Qatar tergabung di Grup B bersama Kanada, Swiss, dan Bosnia dan Herzegovina. Grup ini dinilai cukup terbuka karena tidak terdapat tim unggulan utama seperti Brasil, Prancis, atau Argentina.
Laga pembuka melawan Swiss akan menjadi ujian pertama bagi Qatar. Setelah itu mereka akan menghadapi tuan rumah Kanada sebelum menutup fase grup melawan Bosnia dan Herzegovina.
Hasil positif pada pertandingan pertama diyakini akan sangat menentukan peluang Qatar untuk melaju ke babak berikutnya.
Target Menorehkan Sejarah Baru
Pada Piala Dunia 2022, Qatar mencatat sejarah sebagai tuan rumah pertama yang kalah dalam seluruh pertandingan fase grup. Kini, empat tahun berselang, mereka datang dengan pengalaman yang lebih matang dan skuad yang lebih kompetitif.
Dengan kepemimpinan Akram Afif, ketajaman Almoez Ali, pengalaman Hassan Al-Haydos, serta sentuhan taktik Julen Lopetegui, Qatar memiliki peluang untuk menciptakan sejarah baru. Target realistis mereka adalah lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Meski jalan menuju babak gugur tidak akan mudah, kualitas skuad yang dimiliki saat ini menunjukkan bahwa Qatar bukan lagi sekadar peserta pelengkap. The Maroons datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar untuk membuktikan bahwa keberhasilan mereka di level Asia dapat diterjemahkan menjadi prestasi di panggung sepak bola dunia.