
Harga Emas Logam Mulia Senin 3 Februari 2026, tahuberita.com – Harga emas logam mulia terbaru pada Senin, 3 Februari 2026 (dipantau hari ini) mencatat koreksi yang cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya, menandai dinamika pasar yang masih bergerak aktif. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun sekitar Rp 183.000 per gram, membawa harga jual emas fisik berada di sekitar Rp 2.844.000 per gram, setelah sempat berada di atas Rp 3 juta per gram pada perdagangan sebelumnya.
Pergerakan harga ini memberi gambaran terperinci bagaimana logam mulia, sebagai salah satu instrumen investasi populer di Indonesia, bereaksi terhadap perkembangan pasar global dan lokal di awal Februari 2026. Penurunan ini juga menjadi perhatian investor dan konsumen yang memantau harga emas harian sebagai patokan nilai investasi maupun rencana pembelian fisik.
Ringkasan Harga Emas Logam Mulia Hari Ini
Grafik pergerakan harga emas menunjukkan bahwa penurunan pada 3 Februari 2026 merupakan koreksi tajam setelah beberapa pekan harga mencatat level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Harga buyback atau harga pembelian kembali yang ditawarkan oleh Antam juga menyesuaikan mengikuti pergerakan pasar.
Tabel Harga Emas Logam Mulia — Senin, 3 Februari 2026
| Berat Emas | Harga Jual (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.472.000 |
| 1 gram | 2.844.000 |
| 2 gram | 5.628.000 |
| 3 gram | 8.417.000 |
| 5 gram | 13.995.000 |
| 10 gram | 27.935.000 |
| 25 gram | 69.712.000 |
| 50 gram | 139.345.000 |
| 100 gram | 278.612.000 |
| 250 gram | 696.265.000 |
| 500 gram | 1.392.320.000 |
| 1.000 gram | 2.784.600.000 |
Sumber: Data harga emas batangan Logam Mulia Antam terbaru per Selasa, 3 Februari 2026.
Pergerakan Harga: Penurunan Menandai Volatilitas Pasar
Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam turun sekitar Rp 183.000 per gram dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di angka sekitar Rp 3.027.000 per gram. Penurunan ini membawa harga kembali ke kisaran Rp 2 jutaan per gram. Sementara itu, harga buyback juga mengalami penyesuaian, turun sedikit sekitar Rp 9.000 menjadi di kisaran Rp 2.624.000 per gram.
Koreksi harga ini terjadi setelah emas batangan Antam sempat mencatat rekor harga tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan pergerakan volatil di tengah dinamika pasar global. Faktor-faktor seperti perubahan harga emas dunia, nilai mata uang, dan sentimen investor turut memengaruhi pergerakan harga logam mulia domestik.
Faktor yang Memengaruhi Penurunan Harga Emas
1. Sentimen Pasar Global yang Dinamis
Harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan lokal tetapi juga oleh kondisi pasar global, termasuk perubahan harga komoditas secara internasional dan ekspektasi kebijakan moneter di berbagai negara. Ketika pasar global bergerak volatil, investor sering melakukan penyesuaian portofolio, yang kemudian tercermin pada pergerakan harga emas fisik lokal.
2. Nilai Tukar Mata Uang
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut berpengaruh terhadap harga emas di Indonesia, karena emas diperdagangkan dalam denominasi mata uang dolar di pasar internasional. Perubahan nilai tukar dapat membuat harga emas dalam rupiah lebih sensitif terhadap tekanan pasar asing.
3. Permintaan dan Penawaran Logam Fisik
Selain faktor global, permintaan fisik emas di pasar domestik baik dari investor, konsumen perhiasan, maupun pembeli institusional ikut memberi tekanan harga. Penurunan harga harian ini memberi indikasi adanya take profit atau penyesuaian strategi investasi oleh sebagian pelaku pasar.
Dampak Penurunan Harga Emas Logam Mulia
Investor dan Strategi Portofolio
Bagi investor yang memegang emas sebagai bagian dari portofolio investasi, penurunan harga logam mulia semacam ini bisa menjadi dua hal sekaligus: sebuah peluang untuk membeli kembali pada harga yang lebih rendah, atau peringatan untuk mengevaluasi alokasi aset yang tepat. Emas sering dipandang sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi, namun volatilitas jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
Konsumen Emas Fisik dan Perhiasan
Bagi konsumen yang ingin membeli emas batangan sebagai investasi jangka panjang atau untuk keperluan perhiasan, penurunan harga bisa menjadi momen menarik untuk melakukan pembelian. Namun demikian, pembeli disarankan memahami biaya transaksi dan pajak yang berlaku sebelum melakukan pembelian besar.
Pajak dan Ketentuan Transaksi Emas Batangan
Transaksi jual beli emas batangan Antam dikenakan sejumlah ketentuan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 diterapkan pada transaksi pembelian emas batangan, sedangkan pajak yang sama juga dikenakan pada transaksi buyback saat penjualan kembali emas batangan melebihi nilai tertentu. Pajak ini dipotong langsung dari nilai transaksi sehingga menjadi pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan jual atau beli.
Tren Harga Emas dalam Jangka Menengah
Walaupun harga emas pada 3 Februari 2026 menunjukkan penurunan, secara jangka menengah tren harga logam mulia masih menunjukkan sentimen positif jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Emas sempat mengalami penguatan tinggi pada akhir Januari, menjadikannya salah satu aset safe haven yang diminati banyak investor ketika pasar finansial global menghadapi tekanan.
Namun, pergerakan harian emas tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar komoditas global, termasuk kebijakan bank sentral besar, dinamika geopolitik, dan perubahan permintaan terhadap aset logam mulia. Oleh karena itu, pemantauan harga harian dan analisis tren jangka panjang sangat penting bagi pelaku pasar.
Tips untuk Pembeli & Investor Emas
-
Pantau Harga Harian: Karena harga emas fisik dapat berubah setiap hari, terutama jika pasar global bergejolak, penting bagi calon pembeli untuk memantau update harga resmi melalui situs Logam Mulia atau pihak penjual terpercaya.
-
Pahami Pajak Transaksi: Ketahui ketentuan pajak yang berlaku termasuk PPh Pasal 22 untuk pembelian dan jual kembali (buyback). Ini akan mempengaruhi total biaya yang harus dibayar atau diterima.
-
Evaluasi Tujuan: Tentukan apakah emas dibeli sebagai investasi jangka panjang, lindung nilai terhadap inflasi, atau sebagai barang konsumsi seperti hadiah atau perhiasan. Keputusan ini akan membantu menentukan timing pembelian yang tepat.
Pada Senin, 3 Februari 2026, harga emas logam mulia batangan Antam mengalami penurunan signifikan sekitar Rp 183.000 per gram, dengan harga jual emas berada di kisaran Rp 2.844.000 per gram, berdampak juga pada harga buyback yang turun tipis. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas pasar komoditas global dan pengaruh dinamika nilai tukar mata uang serta permintaan investor terhadap logam mulia. Untuk investor maupun konsumen, memahami perubahan harga harian serta ketentuan pajak transaksi emas menjadi hal penting sebelum membuat keputusan beli atau jual.