
Tarif Tol Terbaru 2026 Rute Bandung ke Tangerang Selatan, tahuberita.com – Jarak yang memisahkan Bandung dan Tangerang Selatan lebih dari sekadar rute darat; bagi banyak pengendara, itu adalah jalur penting yang dilalui untuk keperluan bisnis, kunjungan keluarga, maupun aktivitas berkendara di Pulau Jawa. Mengawali tahun 2026, informasi mengenai tarif tol lintas provinsi ini semakin relevan, baik bagi pengguna mobil pribadi, angkutan barang, maupun moda transportasi komersial.
Perjalanan ini pada dasarnya melintasi beberapa ruas tol besar mulai dari Tol Cipularang / Padaleunyi, menyusuri Tol Jakarta–Cikampek, kemudian menyusur Tol Jakarta–Tangerang/JORR hingga memasuki wilayah Tangerang Selatan. Estimasi tarif tol rute ini diperkirakan mengalami sejumlah penyesuaian kecil mengikuti kebijakan terbaru dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan operator tol terkait di sepanjang jaringan tol nasional.
Estimasi Tarif Tol Rute Bandung → Tangerang Selatan 2026
Karena belum ada tarif resmi tunggal yang diterbitkan oleh BPJT untuk rute lengkap Bandung ke Tangerang Selatan, estimasi berikut disusun berdasarkan data gabungan tarif tol utama yang relevan untuk rute tersebut: Bandung → Tangerang (yang secara umum sama logikanya dengan menuju Tangerang Selatan, karena Tangerang Selatan berada dalam jaringan tol yang sama setelah Jakarta). Estimasi ini mencerminkan situasi tarif terbaru di tahun 2026:
Perkiraan Total Biaya Tol 2026 (Sekali Jalan)
| Golongan Kendaraan | Estimasi Total Tarif (Rp) |
| Golongan I (Mobil pribadi) | Rp 125.000 – Rp 140.000 |
| Golongan II (Minibus/Bus kecil) | Rp 185.000 – Rp 205.000 |
| Golongan III (Bus/Truk 3-gandar) | Rp 185.000 – Rp 205.000 |
| Golongan IV (Truk 4-gandar) | Rp 250.000 – Rp 275.000 |
| Golongan V (Truk besar 5-gandar ke atas) | Rp 250.000 – Rp 275.000 |
| Estimasi total mencakup perjalanan melalui Tol Cipularang, Tol Jakarta–Cikampek, dan Tol Jakarta–Tangerang |
Perkiraan tersebut menggabungkan tarif tol lintas beberapa ruas yang dilalui sepanjang perjalanan dari Bandung (Cipularang/Padaleunyi) menuju Tangerang via Jakarta, dan secara logis bisa berlaku pula jika tujuan akhir adalah Tangerang Selatan, asalkan tol yang dilintasi sama.
Rute Tol yang Dilalui
Pengendara dari Bandung menuju Tangerang Selatan umumnya akan melalui beberapa ruas tol utama berikut:
1. Tol Cipularang / Padaleunyi
Ruas tol ini menjadi jalur utama keluar dari kawasan Bandung menuju arah timur Jawa Barat memasuki koridor Jakarta–Cikampek. Meski tarif per segmen berbeda, ruas ini menyediakan kapasitas lebar dan akses cepat untuk perjalanan jauh.
2. Tol Jakarta–Cikampek (Japek)
Setelah keluar dari Tol Cipularang, kendaraan akan memasuki tol Jakarta–Cikampek, yang menjadi penghubung penting menuju wilayah Jabodetabek. Jalur ini merupakan ruas yang panjang dan menjadi bagian terbesar dalam rute Bandung ke Tangerang Selatan.
3. Tol Jakarta–Tangerang / JORR (Jakarta Outer Ring Road)
Ruas ini membawa kendaraan dari ujung Jakarta menuju kawasan Tangerang dan Tangerang Selatan. Tarif tol di bagian ini relatif rendah jika dibandingkan dengan ruas sebelumnya, namun merupakan bagian krusial untuk menyelesaikan rute tol secara keseluruhan.
Karena Tangerang Selatan berada di selatan Tangerang, setelah keluar tol Jakarta–Tangerang, pengendara biasanya akan mengambil akses tol atau jalan arteri lokal tergantung tujuan akhir di wilayah Tangsel.
Golongan Kendaraan dan Implikasinya Terhadap Tarif
Tarif tol di Indonesia ditetapkan berdasarkan golongan kendaraan, di mana setiap golongan mencerminkan karakteristik kendaraan berbeda, seperti:
- Golongan I: Kendaraan pribadi seperti mobil sedan, SUV, MPV serta sebagian pickup kecil.
- Golongan II & III: Bus kecil hingga truk dengan jumlah gandar tertentu.
- Golongan IV & V: Truk besar dengan jumlah gandar lebih banyak atau kendaraan berat lainnya.
Besaran tarif tol tiap golongan berbeda secara signifikan karena kapasitas jalan tol dan biaya pemeliharaan infrastruktur yang harus dibebankan kepada kendaraan berat lebih besar.
Tips Praktis Sebelum Melakukan Perjalanan Bandung → Tangerang Selatan
Berikut beberapa tips penting bagi pengendara yang merencanakan perjalanan tol jauh pada 2026:
1. Pastikan Saldo e-Toll Mencukupi
Dengan tol cashless yang sudah diberlakukan secara luas, saldo kartu e-toll seperti Mandiri e-money atau dompet digital lain harus mencukupi sebelum memasuki gerbang tol. Sistem pembayaran tol di Indonesia kini hampir seluruhnya mengandalkan e-toll.
2. Cek Tarif Tol Melalui Aplikasi
Gunakan aplikasi resmi seperti Travoy (Jasa Marga) atau Tol Kita (BPJT) untuk mengecek tarif tol terbaru secara real time, termasuk perhitungan berdasarkan titik masuk dan tujuan di jalan tol.
3. Rencanakan Waktu Keberangkatan
Hindari jam-jam padat seperti pagi dan sore hari jika memungkinkan. Kemacetan parah sering terjadi di ruas tol seperti Jakarta–Cikampek terutama pada akhir pekan atau liburan panjang.
4. Pantau Kondisi Kendaraan
Perjalanan jauh menuntut kendaraan dalam kondisi prima. Pastikan tekanan ban, rem, dan persediaan bahan bakar optimal sebelum menempuh tol panjang tersebut.
Prospek dan Penyesuaian Tarif Tol ke Depan
Meski estimasi biaya tol ini relevan untuk awal 2026, perlu diingat bahwa tarif tol dapat berubah sewaktu-waktumengikuti kebijakan BPJT dan operator jalan tol berdasarkan kebutuhan pemeliharaan, pengembangan layanan, atau penyesuaian inflasi. Ini berarti tarif yang tercatat hari ini bisa saja mengalami penyesuaian minor di masa mendatang.
Untuk itu, pengendara yang sering melakukan perjalanan lintas provinsi dianjurkan secara rutin memantau pembaruan tarif melalui sumber resmi atau aplikasi tol digital agar anggaran dan perencanaan perjalanan tetap akurat.
Perjalanan tol dari Bandung ke Tangerang Selatan pada 2026 melibatkan lintasan beberapa ruas utama yang menghubungkan Jawa Barat dan Jabodetabek. Estimasi biaya tol untuk kendaraan Golongan I (mobil pribadi) berada di kisaran ± Rp 125.000 hingga Rp 140.000 sekali jalan, sementara kendaraan besar akan membayar lebih tinggi sesuai golongannya.
Mengetahui tarif tol terbaru sangat penting dalam perencanaan perjalanan jauh karena berdampak pada anggaran, waktu tempuh, dan strategi perjalanan secara keseluruhan. Dengan persiapan matang dan informasi yang tepat, perjalanan panjang melalui jaringan tol ini bisa terasa lebih efisien, aman, dan lancar.