Wakil Rakyat Masih Jauh dari Harapan

52
views

TahuBerita.com, Jakarta – “Banyak pemimpin dan wakil rakyat yang dihasilkan melalui proses demokrasi langsung yaitu pemilu, namun kualitas maupun kuantitas masih jauh dari yang diharapkan,” kata Direktur Politik Dalam Negeri Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Polpum Kemendagri), Bahtiar, di Jakarta, Minggu (03/06/2018).

Menurut Bahtiar, pemahaman dan kesadaran tentang arti demokrasi di kalangan elite masih  terlihat rendah. Tidak hanya elit, menurutnya, pemahaman demokrasi juga belum tumbuh di tengah masyakarat. Terbukti masih banyak masyarakat yang menerima praktek politik uang.

“Kebanyakan masyarakat masih terbujuk rayuan money politic, sehingga akhirnya terpilih pimpinan atau anggota legislatif berjiwa serta bermental rendah. Ini merupakan PR (baca: pekerjaan rumah) bersama antara pemerintah dan legislatif yang harus diperbaiki,” kata Bahtiar.

Sedangkan Dewan Pengawas Perkumpulan Wartawan Online Independen (PWOI), Lasman Siahaan, meramalkan politik uang akan semakin merajalela. “Peta politik semakin tidak jelas. Kemungkinan money politic akan semakin tinggi dan merajalela dalam berbagai bentuk, termasuk penggunaan, pemaksaan kehendak dengan menggunakan pressure kelompok, tentu dengan biaya. Situasi ini memaksa keadaan dan ini sangat rentan,” ucapnya ketika dihubungi wartawan, Senin (04/06/2018).

Lasman, yang juga berprofesi sebagai pengacara, berharap semua pihak pada pesta demokrasi nanti dapat berlaku adil. “Untuk itu baiknya para caleg harus mampu menunjukkan intelektual dan edukasi. Demikian masyarakat pun harus menghindari itu (politik uang) agar pesta demokrasi berlangsung baik. Bawaslu harus bertindak tegas tanpa pandang bulu. Partai pun juga harus menjaga dengan baik,” pintanya.