Usir Wartawan, Kejari Bojonegoro Harus Beri Penjelasan

75
views
Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Taufiq Rahman (kiri) dan Ketua Ikatan Media Online (IMO) Jawa Tengah, Didiek Methana.

TahuBerita.com, Semarang – Didiek Methana, Ketua Ikatan Media Online (IMO) Jawa Tengah,  pada Jumat (16/03/2018), di hotel Ciputra, Semarang, meminta pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, segera memberikan penjelasan terkait pengusiran wartawan saat meliput serah terima jabatan Kepala Seksi Intel (Kasintel) Kejari Bojonegoro beberapa waktu silam.

Baca: Staf Kejaksaan Usir Wartawan Saat Tugas

“Kami berharap agar pihak Kejari Bojonegoro segera memberikan penjelasan terkait pengusiran wartawan ini,” ujar Didiek. Ia meminta semua pihak untuk saling menghormati tugas dan profesi masing-masing, termasuk profesi wartawan. Karena, menurutnya, wartawan dalam  menjalankan tugas dan profesinya dilindungi undang-undang dan selalu mematuhi kode etik jurnalistik.

Pengusiran wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, menurut Didiek, merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang  No 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Itu pelanggaran Undang-Undang Pers dan bisa dipidanakan, “ujarnya geram.

Dalam ketentuan pidana pada pasal 18 UU Pers No 40/1999, menyebutkan barangsiapa yang mencoba melakukan kegiatan menghalang-halangi tugas jurnalistik dapat pidana dengan pidana penjara  paling lama 2 (dua) tahun dan  denda paling banyak Rp 500 juta.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi.