Tersisa 3 WNI Jadi Sandera Kelompok Bersenjata

95
views
Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri, menyaksikan 2 WNI yang terbebas dari penyanderaan bertemu dengan istrinya masing-masing.

Tahuberita.com, Jakarta –¬†Sejak 2016, sebanyak 32 warga negara Indonesia (WNI) disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Hingga kini, tercatat 29 WNI sudah dibebaskan dan 3 WNI lainnya masih disandera oleh kelompok yang berbeda.

Pagi tadi (23/01/2018), Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyerahterimakan La Utu bin Raali dan La Hadi bin La Adi yang baru terbebas pada 19 Januari 2018 lalu dari penyanderaan di Filipina Selatan. Keduanya dipertemukan kepada istri masing-masing yang didatangkan oleh Kementerian Luar Negeri dari Sandakan, Sabah, Malaysia.¬†“Pembebasan ini adalah hasil orkestra kemitraan yang sangat harmonis diantara berbagai instansi pemerintahan terkait, khususnya dengan TNI dan BIN”, ujar Menlu Retno.

“8 November 2016, 3 hari setelah kejadian, saya mengunjungi Ibu berdua di Sandakan untuk menyampaikan komitmen Pemerintah guna mengupayakan pembebasan Pak La Utu dan pak La Hadi. Hari ini saya memenuhi janji Pemerintah. Saya serahkan suami masing-masing dalam keadaan sehat wal afiat. Terima kasih atas kepercayaan, dukungan dan kerjasamanya kepada kami.”, pesan Menlu Retno kepada istri La Utu dan La Hadi.

La Utu dan La Hadi telah bebas dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf (ASG) di Sulu, Filipina Selatan, Jumat lalu (19/08/2018). Keduanya merupakan nelayan WNI asal Wakatobi yang diculik oleh kelompok ASG dari dua kapal ikan yang berbeda pada tanggal 5 November 2016 di perairan Kertam, Sabah, Malaysia.