Penumpang Adukan Grab ke BPKN

223
views

TahuBerita.com, Jakarta – Perusahaan penyedia transportasi berbasis aplikasi, Grab, baru-baru ini diadukan ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional oleh seorang penumpangnya. Penumpang, berinisial SS, terpaksa melapor karena menganggap Grab tidak memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab.

Baca: Oknum Mitra Grab Mencaci Penumpang

“Mau tidak mau, saya harus laporin. Kalau dibiarin, mungkin akan ada peristiwa serupa lagi, nantinya,” ujar SS kepada TahuBerita.com di Jakarta. Ia membuat aduan terhadap pelanggaran hak konsumen melalui halaman situs www.bpkn.go.id.

SS berharap ada kemajuan dari laporannya kepada BPKN. Mediasi, menurut SS, masih menjadi jalan keluar yang ia tunggu dari Grab. “Ya, semoga cepat diurus (BPKN). Kalau nggak ada itikad baik juga, ya lanjut hukum,” tegasnya.

Berdasarkan informasi dari SS, pada komunikasi terakhir melalui surat elektronik, pihak Grab tidak memberi solusi atas keluhannya. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, kami melakukan hukuman sesuai dengan kode etik Grab yang berlaku, silahkan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tulis pihak Grab.

Sebelumnya,  SS pada Senin (12/03/2018) siang, mengalami pengalaman pahit ketika  menggunakan jasa ojek daring (dalam jaringan/online) Grab Bike. Berniat melanjutkan perjalannnya ke sebuah tempat, si sopir yang berinisial IS malah melontarkan kata-kata cacian dan hinaan pada SS melalui fitur chatting di dalam aplikasi Grab.

Melalui surat elektronik, pihak Grab telah melayangkan permohonan maaf pada SS. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami memahami bahwa Anda kecewa dengan permasalahan ini dan kami tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Kami sudah menindaklanjuti permasalahan ini dan melakukan pembekuan akun pengemudi tersebut,” tulis Grab.

SS menyayangkan sikap Grab pada dirinya. SS menganggap Grab tidak melayani pelanggannya dengan serius. Menurut SS, hal itu terbukti dari tidak adanya kompensasi yang diberikan Grab selaku perusahaan pengelola dan sopir sebagai terduga penghinaan sekaligus mitra Grab.

Menurut Undang-Undang no. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pada pasal 7 dinyatakan bahwa: Kewajiban pelaku usaha adalah memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan.