Banyak Dikriminalisasi, Nasib Wartawan Dinilai Tamat

TahuBerita.com, Jakarta – Menurut Wakil Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Lasman Siahaan, Dewan Pers, satu-satunya lembaga yang mengawasi profesi jurnalis, dalam menyelesaikan kasus-kasus yang menimpa jurnalis atau media cenderung mengabaikan Undang-Undang Pers. “Kalau itu (UU ITE) digunakan,  tamatlah riwayat kita, kawan,” ujar Lasman.

Dalam kerja jurnalistik, Lasman menerangkan, terdapat hak jawab atau pun koreksi. “Nah, media bersangkutan wajib memuatnya. Itulah filter yang win win, sehingga tidak ada yang dirugikan,” kata Lasman. Apabila ada pihak yang masih kurang puas, Lasman menganjurkan untuk menempuh jalur hukum, baik perdata maupun pidana.

Lasman tegas meminta Dewan Pers tidak menggunakan pendekatan hukum yang lain. “Jadi, jangan gunakan pendekatan hukum lain dong. Percuma ada UU Pers yang seharusnya lex specialis,” ujarnya.

Lex specialis derogat legi generalis merupakan salah satu asas hukum yang mengandung makna bahwa aturan hukum yang khusus akan mengesampingkan aturan hukum yang umum.

Rencananya, ribuan jurnalis akan berdemonstrasi di depan Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (04/07/2018). Aksi ini bertujuan menyuarakan penghapusan kriminalisasi pada profesi jurnalis.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://tahuberita.com/utama/banyak-dikriminalisasi-nasib-wartawan-dinilai-tamat">
Instagram