Ancaman Terorisme dan Radikalisme Jadi Perhatian Serius

27
views

TahuBerita.com, Jakarta – Guna mengantisipasi berkembangnya terorisme dan radikalisme, Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menginisiasi sebuah konsep kerja sama pertukaran informasi strategis kawasan dengan nama “Our Eyes”. Kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia bersama lima negara ASEAN yakni Malaysia, Philipina, Singapura, Thaliland dan Brunei Darussalam tersebut bertujuan membangun kerjasama di kawasan untuk dapat menghadapi dan menangkal radikalisme dan terorisme secara kolektif.

“Ancaman nyata pada saat ini yang memerlukan perhatian serius adalah ancaman terorisme dan radikalisme. Ancaman tersebut bersifat lintas negara berskala regional maupun global sehingga memerlukan penanganan kolektif dan tindakan bersama”, ungkap Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Strahan Kemhan), Mayjen TNI Hartind Asrin, saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), Kamis (08/02/2018) di kantor Kemhan, Jakarta.

Menurut Hartind, masyarakat perlu memperkuat jati diri karena Indonesia mempunyai beberapa titik rawan terjadinya ancaman terorisme. “Upaya yang kita kembangkan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, yaitu dengan memperkuat jati diri bangsa serta membangun persatuan dan kesatuan yang kokoh, melalui penanaman nilai-nilai Pancasila dan penguatan Kesadaran Bela Negara”, jelasnya.

Hartind berharap akan terbangun sinergitas antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen Strahan Kemhan kedepan.

Rakor berlansung sehari dihadiri pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI dan Angkatan serta pejabat perwakilan dari instansi terkait. Rakor juga mengundang tiga orang narasumber, yaitu Dr. Irwansyah, M.A., Dr. Andi Widjajanto dan Prof. Hikmahanto Juwana, S.H, LL.M, Ph.D.