Sutiyoso: “Becak Sulit Diatur”

115
views
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

TahuBerita.com, Jakarta – Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta, berkomentar pada Senin lalu (15/01/2018), mengenai rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan becak beroperasi kembali di wilayah ibukota. Menurutnya, dengan kembalinya becak beroperasi, bukan tidak mungkin mencuatnya bentrok antara pengemudi becak dengan pengemudi angkutan umum lainnya.

“Jadi bisa saja terjadi rebutan pelanggan antara tukang becak dengan bajaj, atau pengemudi transportasi online,” ujar Bang Yos. “Becak sulit diatur. Mereka (tukang becak) punya naluri melanggar aturan,” tambahnya.

Saat memimpin Jakarta, Sutiyoso pernah mengizinkan tukang becak beroperasi di Jakarta setelah oleh Gubernur DKI sebelumnya, Soerjadi Soedirdja, becak dilarang beroperasi. Bang Yos mengatakan saat itu dirinya terpaksa mengizinkan becak beroperasi karena kondisi ekonomi Indonesia sedang terpuruk akibat krisis moneter.

Kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang akan memperbolehkan beroperasinya becak untuk memenuhi janji politik Anies-Sandi semasa kampanye. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, kepada pers di Balaikota, Jakarta, Rabu (17/1). Pada 2 Oktober 2016 lalu, Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta pernah menandatangani kontrak politik dengan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu, yang salah satu isinya memperbolehkan becak beroperasi lagi di Jakarta.

“Kita punya ada beberapa kontrak politik dan kita tabulasi, kita akan tunaikan semuanya. Jadi tidak memilah-milah mana kontrak politiknya,” ujar Sandi. Dia menjelaskan bahwa dibolehkannya becak kembali beroperasi bukan cuma karena ada kontrak politik antara Anies-Sandi, tapi juga karena ada kontrak politik yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang sebenarnya belum ditunaikan.

Sementara itu, salah satu pengemudi becak, Dasuki (62), menyambut baik rencana Pemprov DKI itu. Pasalnya, dia mengaku sudah sejak muda menjadi pengemudi becak dari tahun 1983 sampai sekarang.

“Syukur alhamdulillah kalau memang begitu, saya senang. Saya sudah dari tahun 1981 dari becak modelnya masih ada tutup sampai sekarang becak terus,” kata Dasuki saat ditemui di Jalan Kemenangan, Glodok, Jakarta Barat, Kamis (18/01/2018).

Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini mengatakan, dia bersama pengemudi becak lainnya hanya beroperasi dikawasan Glodok. Pasalnya, sejak Perda nomor 8 Tahun 2007 melarang becak beroperasi, mereka pun tidak berani mencari penumpang di jalan raya. “Enggak kemana-mana di seputaran sini aja, di seputaran petak sembilan engga berani kita kejalan raya,” ungkapnya.