Menteri PANRB Kritisi Kinerja Dirjen Pendidikan Tinggi

55
views
Asman Abnur, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)

Tahuberita.com, Jakarta – Standar pelayanan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dan Pendidikan Tinggi (Dikti) dari segi waktu, biaya, transparansi, dan prosedur dinilai belum sesuai. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur.

“Menurut saya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya Ditjen Sumber Daya IPTEK dan Dikti, dengan harapan dapat mendorong peningkatan kualitas para tenaga pendidik perguruan tinggi,” Ujar Asman dalam acara Forum Konsultasi Publik dengan tema Pelayanan di Lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, di Kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Selasa (20/03/2018).

Peningkatan kualitas pelayanan, menurut Asman, diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai dengan kualitas yang dijanjikan kepada pengguna layanan. Unit pelayanan di Ditjen ini, lanjut Asman, juga wajib melakukan upaya untuk menjaga kesetiaan pengguna layanannya.

Asman juga sempat menyinggung penggunaan teknologi dalam pelayanan. “Mau tidak mau juga harus terus mengembangkan pelayanan berbasis web. Unit pelayanan harus memikirkan pengembangan pelayanan dalam genggaman pengguna layanan. Dengan demikian, pengguna layanan bisa mengakses pelayanan melalui telepon genggam mereka. Tidak diperlukan lagi banyak berkas yang harus dibawa,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir, menyampaikan layanan yang diberikan kementerian yang dipimpinnya harus memberikan kepastian. Tanpa pelayanan publik yang prima, tidak akan mungkin terselenggara pendidikan tinggi yang berkualitas. Oleh karena itu pihaknya terus berupaya meningkatkan layanan sehingga setiap layanan dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat.