Menkominfo Soroti Konten Siaran

27
views

TahuBerita.com, Palu – Berkembangnya digitalisasi dalam dunia penyiaran, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan Daerah untuk memperkuat pengawasan konten atau manajemen konten. “Kita harusnya berhenti di tataran izin, perkuat KPI dan KPID untuk pengawasan konten atau manajemen konten,” jelasnya dalam acara puncak Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2018 Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (01/04/2018) siang.

Rudiantara mendorong lembaga penyiaran untuk menyampaikan tayangan dengan kualitas konten baik. “Untuk lembaga yang punya siaran berita, pastikan informasi yang disampaikan kebenaran. Dan jika ada yang hiburan, saya mengharapkan hiburan bukan sekadar jadi tontonan tapi bisa menjadi tuntunan,” katanya.

Mengutip hasil riset Trust Barometer, Rudiantara menyebutkan adanya penurunan signifikan kepercayaan publik terhadap keberadaan media sosial dan media dalam jaringan (daring). “Secara global terjadi distrust ke media secara umum, tapi di Indonesia kepercayaan publik kepada media masih tinggi. Karena selama ini media sosial dan online hanya mengandalkan kecepatan, tapi keakurasian nomor sekian. Mohon dimanfaatkan oleh LPS, LPP dan LPK agar jadi sumber informasi yang terpercaya,” pintanya.

Saat ini di Indonesia, menurut Rudiantara terdapat sekitar 2.700 lembaga penyiaran. “Sebanyak 1.100 lembaga siaran televisi dan 1.600 siaran radio. Indonesia termasuk negara yang paling besar berikan izin ke lembaga penyiaran. Jadi, pesan penyiaran yang sehat dan berkualitas sebagaimana tema Rakornas mensyaratkan industrinya
sehat dan sustain, sementara kontennya harus berkualitas,” paparnya.

Selain mengupas soal digitalisasi yang menjadi salah satu alasan Revisi UU Penyiaran, Rudiantara menyebut akan memasukkan reposisi peran KPI agar kembali ke pengawasan konten. “Kami akan masukkan reposisi peran KPI agar ke khittah manajemen konten,” jelasnya.