Inovasi Gelang QR Code bagi Jemaah Haji

63
views

TahuBerita.com, Jakarta – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada musim haji 2018, jemaah haji Indonesia akan menggunakan gelang yang dilengkapi Kode QR (QR Code) yang berisi tentang data jemaah haji. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali, ketika melaporkan perkembangan persiapan operasional haji kepada Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Senin (19/03/2018) di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Ada tambahan QR Code pada gelang jemaah haji yang berisikan data jemaah sehingga memudahkan identifikasi jemaah dengan menggunakan aplikasi QR dan barcode scanner,” ujar Nizar.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler, Nasrullah Jasam, menjelaskan bahwa Kode QR pada gelang jemaah dimaksudkan agar mempermudah petugas dalam mengidentifikasi jemaah haji. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, petugas haji mengidentifikasi jemaah haji yang tersesat dengan menginput nomor porsi, maka tahun ini cukup dengan memindai (scan) Kode QR yang terdapat dalam gelang jemaah.

“Ketika menginput nomor porsi jemaah, muncul data hotelnya di mana, kamar berapa, kloter berapa. Akan tetapi karena proses penginputan data dilakukan secara manual, seringkali data yang diperoleh tidak sesuai. Dengan menggunakan Kode QR, kemungkinan tingkat kesalahan data akan lebih kecil,” ujar Nasrullah.

Kepada Lukman, Nizar melaporkan bahwa saat ini tim teknis gelang sudah melakukan survey untuk menyiapkan spesifikasi teknis gelang dan dasar untuk pembuatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). “Pengadaannya menunggu penetapan Keputusan Presiden (Kepres) terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH),” ujar Nizar.

Nizar menambahkan, usai Kepres BPIH ditandatangani Presiden, Ditjen PHU segera menyusun Keputusan Menteri Agama (KMA) terkait pelunasan BPIH 2018. Direncanakan waktu pelunasan BPIH Reguler akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama akan dibuka tanggal 3 – 20 April 2018 (14 hari kerja). Sedangkan tahap kedua dibuka tanggal 8 – 19 Mei 2018 (9 hari kerja). Pelunasan tahap kedua dibuka jika masih ada sisa kuota sampai dengan pelunasan tahap pertama ditutup.