Bawang Merah Turun Harga di Pasar Induk Kramat Jati

Jakarta (tahuberita.com): Pada awal Agustus harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami penurunan. Jumlah pasokan yang meningkat mulai dari bulan Juli hingga Agustus menjadi penyebab turunnya harga bawang merah.

Nurman Adhi selaku Manajer Pasar Induk Kramat Jati mengatakan bahwa harga bawang merah mengalami fluktuasi juga kenaikan. Harga tidak stabil mulai bulan Juni sampai mengalami kenaikan harga pada bulan Juli, dan selanjutnya mengalami penururan harga pada awal Agustus tahun ini.

GSM 71tahun

Pada Juni lalu, harga rata-rata per minggunya berubah-ubah mulai dari Rp 25.100, Rp 24.400, Rp23,100, dan Rp25.700 per kilogram. Namun pada bulan Juli, harga rata-rata per minggunya terus mengalami peningkatan, mulai dari Rp 33.100, Rp 42.200, Rp 34 143, dan minggu ke empat Rp 37.875 per kilogram. Selanjutnya pada awal Agustus ini harganya mulai menurun yakni Rp33.000 per kilogram. “Namun harga yang ada saat ini masih cenderung tinggi,” kata Nurman, Selasa (2/8).

 
Sementara itu, pasokan bawang merah yang berada di titik rendah pada Juli lalu sekitar 65-60 ton per harinya dan mulai naik hingga 69 ton per hari pada minggu kelima hingga awal Agustus masih belum normal. Pasalnya, pasokan normal bawang merah di pasar ini sekitar 120 ton per hari.

Musim panen yang tidak serentak di daerah Brebes, Patrol Indramayu dan Cirebon menjadi penyebab rendahnya pasokan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati. Selain itu, daerah Weleri dan Demak, Jawa Tengah juga turun jumlah pengirimannya akibat baru menyelesaikan panen raya. Akibatnya, masing-masing daerah saling bergantian dalam memasok komoditi ini ke pasar tersebut.

foto: http://beritadaerah.co.id/

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: