Polemik RUU Pesantren Berlanjut

32 Views

TahuBerita.com, Jakarta

“Kemenag telah melakukan rapat koordinasi dengan lintas lembaga untuk menyatukan sudut pandang dalam menilai rumusan pasal dan ayat yang ada dalam RUU yang merupakan inisiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” ujar Menteria Agama, Lukman Hakim Saifuddin, saat ditemui usai membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama 2019, Rabu (23/01/2019).

Lukman mengatakan bahwa keberadaan RUU Pesantren diharapkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pesantren dalam menjalankan fungsi dan perannya untuk membangun negara dan bangsa. 

Dalam penjelasannya, Lukman mengatakan bahwa tidak ada pesantren yang radikal karena seyogyanya Pesantren memiliki “Ruhul Mahad” atau Ruhnya Pesantren. RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan ini akan lebih mempertegas Ruhul Ma’had. “Tidak boleh lagi ada yang mengklaim misalnya sebuah Padepokan mengatasnamakan Pesantren, tetapi tidak ada Kiainya, tidak ada kitab yang dikajinya,” ucapnya.

Sementara, pada Oktober 2018, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyebutkan terdapat dua pasal mengenai pendidikan agama Kristen di RUU itu yang dianggap tidak tepat.

“Kami melihat, ketika membahas tentang pendidikan dan pembinaan di kalangan umat Kristen, nampaknya RUU ini tidak memahami konsep pendidikan keagamaan Kristen di mana ada pendidikan formal melalui sekolah-sekolah yang didirikan oleh gereja-gereja dan ada pendidikan nonformal melalui kegiatan pelayanan di gereja,” demikian salah satu poin dalam pernyataan resmi PGI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *