Pascagempa NTB, 6% Rumah Sudah Dibangun Kembali

45 Views

TahuBerita.com, Jakarta

Dari hasil verifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat 75.138 rumah rusak berat. Rumah yang telah ditetapkan oleh Surat Keputusan Bupati sebanyak 74.092 rumah dan sudah dibangun sebanyak 4.670 unit dimana sebagian sudah selesai.

Rehabilitasi dan rekondisi rumah yang rusak dilakukan secara gotong royong melibatkan kelompok masyarakat (Pokmas) dengan model Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas). Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hal itu bertujuan agar masyarakat yang rumahnya rusak tidak hanya menjadi penonton.

Masyarakat yang memilih membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) ada 3.873, Rumah Instan Kayu (RIKA) sebanyak 7.832, Rumah Instan Konvensional (RIKO) sebanyak 6.318, Rumah Cetak Indonesia (RCI) sebanyak 56, dan Rumah Instan Sederhana Baja (RISBA) sebanyak 333 unit.

Dalam membangun rumah tahan gempa, masyarakat didampingi oleh fasilitator. Saat ini, terdapat 766 orang fasilitator termasuk CPNS PUPR, sementara kebutuhannya diperkirakan sebanyak 2.700-3.000 fasilitator. “Kita berupaya untuk mempercepat, diantaranya dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja dan pasokan bahan bangunannya. Saat ini kami sedang melatih 600 CPNS PUPR sehingga nanti akan menjadi 1.366 Fasilitator. Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, menyampaikan dukungan dari TNI sebanyak 1.500 orang sehingga total sebanyak 2.866 fasilitator,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat Rapat Dengar Pendapat dengan Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Nusa Tenggara Barat, Palu, dan Lampung DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon di Ruang Nusantara II Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat, Rabu (23/01/2019).