Intensi dalam Industri 4.0

51 Views

TahuBerita.com, Jakarta

“Kita harus lihat kisi-kisi ke depannya oleh para pelaku ekonomi agar tidak ketinggalan di dalam penerapan industri 4.0. Isu kali ini adalah globalisasi revolusi industri 4.0, jadi bagaimana kita siap menghadapinya,” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, saat menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss, pada Selasa (22/01/2019).

Menurut Airlangga, setiap penyelenggaraan WEF, umumnya para peserta bisa melihat sejumlah indikasi terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi terkini secara global dan khususnya di negara-negara maju. Dalam hal ini terkait dengan upaya memacu sektor industri.

Sebelumnya, pada 2018, Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menerangkan bahwa Indonesia tertinggal dengan negara lain. “Kita (Indonesia) baru bicara tentang 4.0, Jepang sudah 7 tahun yang akan datang, akan mengajarkan ke dunia bagaimana 5.0, akan memamerkan 5.0. Jadi apabila kita tidak mengejar itu semua, maka kita akan selalu membeli teknologi, kita akan jadi konsumen teknologi,” katanya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII), di Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (6/12/2018).

Airlangga melakukan kunjungan kerja ke Davos, Swiss, selama empat hari, 22-25 Januari 2019. Agenda mewakili Pemerintah Indonesia ini dalam rangka menghadiri dan menjadi narasumber pada 2019 World Economic Forum Annual Meeting.

Di sela perhelatan WEF 2019, Airlangga akan dijadwalkan melakukan pertemuan dengan beberapa menteri dan pelaku industri, yaitu Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi, Mohammed al-Tuwaijri; serta Menteri Perindustrian dan Perdagangan Qatar, Ali bin Ahmed al-Kuwari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *