Terdakwa Kasus Suap WTP Kemendes Divonis 7 tahun

85
views
Rochmadi Saptogiri. foto: ANTARA

TahuBerita.com – Jakarta Rochmadi Saptogiri, terdakwa kasus suap BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) divonis 7 tahun penjara dan denda 300 juta Rupiah subsider 4 bulan kurungan. Vonis dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Senin (05/03/2018). “Terdakwa Rochmadi Saptogiri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar Ketua majelis hakim, Ibnu Basuki Widodo.

Dia didakwa menerima gratifikasi dari Kemendes PDTT sebesar Rp 3,5 miliar. Selain itu, ia dituduh melakukan pencucian uang karena membelanjakan uang gratifikasi untuk membeli tanah seluas 328 meter persegi di daerah Bintaro, Tangerang Selatan, dari PT Jaya Real Properti.

Tindakan korupsi yang dilakukan Rochmadi diduga dilakukan ketika ia menjabat sebagai auditor utama keuangan negara III BPK. Ia ditangkap tangan oleh KPK bersama dengan Ali Sadli yang saat itu menjabat sebagai Kepala Sub-Auditorat III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 26 Mei 2017.

Ibnu membacakan dua dari empat dakwaan Rochmadi yang telah terbukti, antara lain di dakwaan pertama, ia dinilai terbukti menerima suap Rp 240 juta dari pejabat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Uang suap BPK itu diberikan dengan maksud agar Rochmadi memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes tahun anggaran 2016.

Sementara itu, Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Sebab, jaksa merasa semua pasal yang dituduhkan ke Rochmadi harusnya bisa terbukti di persidangan. “Kami langsung ingin mengajukan banding yang mulia,” ujar ketua tim jaksa KPK, Takdir Suhan, sesaat setelah hakim ketuk palu.