Terdakwa Kasus Korupsi Masih Dapat Uang Pensiun

Madiun (tahuberita.com): Terdakwa kasus korupsi, Bambang Irianto, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wali Kota Madiun periode 2014-2019. Setelah pengunduran diri tersebut, Bambang Irianto masih berhak mendapatkan uang pensiun.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, saat ditemui usai sidang paripurna pembacaan pengumuman pengunduran diri Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, Selasa (11/7/2017) siang. “Ya, masih mendapatkan uang pensiun setiap bulan sesuai dengan aturan perundangan,” kata Maidi.

Ketika ditanya berapa nominal uang pensiun yang diterima Bambang Irianto setiap bulannya, Maidi mengaku tidak hafal. “Pensiunnya ya hanya dapat sebesar gaji pokok, nominalnya sekitar dua juta tiga ratus atau berapa gitu,”katanya.

Selain mendapatkan uang pensiun, Bambang Irianto masih dapat menggunakan fasilitas mobil dan rumah selama wakil wali kota yang akan menggantikannya sebagai wali kota belum diangkat secara resmi. “Fasilitas mobil dan rumah masih bisa digunakan tiga bulan sebelum keputusan inkrah,” imbuhnya.

Sebelumnya Bambang Irianto resmi mengundurkan diri dari jabatannya melalui surat pribadi yang ditulis, Senin (3/7/2017). Surat pengunduran diri orang nomor satu di lingkup Pemkot Madiun itu dibacakan dalam sidang paripurna DPRD Kota Madiun, Selasa (11/7/2017).

“Hari ini paripurna mengagendakan pengumuman pengunduran diri Wali Kota Madiun Bambang Irianto selaku Wali Kota Madiun masa bakti 2014-2019,” kata Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, saat ditemui usai sidang paripurna, Selasa (11/7/2017).

Istono menuturkan, pengumuman pemberhentian itu berdasarkan pasal 79 ayat 1 undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah serta surat pengunduran diri dari Bambang Irianto.  Dia mengatakan, dengan mundurnya Bambang maka akan diganti Wakil Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto.

Sedangkan untuk mengisi posisi wakil wali kota menunggu partai pengusungnya. “Sesuai dengan aturan, selama sisa masa kerja masih di atas 18 bulan, maka kekosongan wakil kepala daerah dapat diisi,” ujarnya.

Istono menambahkan sesuai Undang Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2016 pasal 176,  wali kota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan. Sementara pengisian wakil wali kota dikakukan mekanisme pemilihan oleh  DPRD Kota berdasarkan usulan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung.

Istono mengaku sudah ada kandidat yang akan menjadi wakil wali kota. Namun ia belum bersedia menyebutkan namanya.

Untuk diketahui sampai saat ini Wali kota Madiun non aktif, Bambang Irianto, masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Surabaya. Ia terjerat kasus dugaan korupsi gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: