Sah untuk Disegel, ‘Skyline’ Tetap Beroperasi

105
views
TahuBerita.com, Bandung – Sebuah restoran bernama Skyline di Kabupaten Bandung sah disegel dan ditutup sementara karena tidak memiliki izin usaha. Namun, nyatanya, hingga berita ini diturunkan, Skyline masih tetap beroperasi seperti biasa.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung sebenarnya sudah memiliki dasar untuk melakukan penutupan Skyline dengan dasar penindakan surat nomor 300/0180/GAKPERUNDA bertanggal 7 Februari 2018 ditandatangani oleh Kepala Satpol PP, Drs Usman Sayogi, M.Si.
Terbitnya surat penindakan tersebut, menurut Okie Suyatno, Kepala Bidang Penegakan Hukum Satpol PP Bandung, dikarenakan Skyline tidak mengantongi izin usaha. “kami sudah tiga kali memberikan surat peringatan pada pihak pengelola Skyline namun tidak pernah dihiraukan sama sekali, sehingga kami terpaksa melakukan penindakan” jelas Okie pada Senin lampau (19/02/2018).
Sebelumnya telah disepakati, Skyline ditutup sementara dan disegel agar tidak beroperasi. “Dari penindakan ini disepakati pihak Skyline ditutup sementara dan disegel agar tidak beroperasi, dan kesepakatan ini disaksikan oleh pihak terkait yakni Polsek dan Babinsa Cimenyan serta Kepala Desa Ciburial,” tambah Okie.
Sementara itu, Jimmy Sanjaya, Direktur sekaligus pemilik Skyline, menyayangkan tindakan dari Satpol PP yang akan melakukan penutupan. Ia mengakui, dirinya tidak berniat untuk mengabaikan izin usaha. “Untuk mengurus perizinan usaha sangat lambat dan sulit sehingga kami tetap beroperasi sambil menunggu izin usaha selesai,” ungkap Jimmy.
Menjawab pengakuan Jimmy, Kepala Dinas Perizinan Pemkab Bandung, Ruli, menilai proses perizinan tidak dapat diselesaikan karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. “Kalau Jimmy berkata proses perizinan lambat ya sudah jelas, karena proses perizinan itu harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan tidak bisa langsung diproses selesai,” jelas Ruli.
Ruli menuding Jimmy melakukan KKN dalam setiap pengurusan izin. “Jimmy itu menyuruh Dede calonya si Jimmy pengennya cepat dan nyogok, dia itu sering urus perizinan disini (kantor) jadi kenal saya, bukan tetangga saya,” ungkap Ruli.