Oknum Mitra Grab Mencaci Penumpang

178
views

TahuBerita.com, Jakarta – Seorang pemuda berinisial SS, Senin (12/03/2018) siang, mengalami pengalaman pahit ketika ingin menggunakan jasa ojek daring (dalam jaringan/online) Grab Bike. Berniat melanjutkan perjalannnya ke sebuah tempat, si sopir yang berinisial IS malah melontarkan kata-kata cacian dan hinaan pada SS melalui fitur chatting di dalam aplikasi Grab.

“Saya pesan mau ke Cililitan. Saya tunggu beberapa lama, sopirnya malah minta saya cancel order-an dengan alasan udah kelewat katanya. Berikutnya, ya dia ngatain saya (dengan) kasar,” ungkap SS kepada TahuBerita.com.

Merasa kesal, SS mengaku memberi penilaian buruk pada aplikasi Grab dengan harapan dapat memberi efek jera dan mendapat pertanggungjawaban. “Saya sudah kasih bintang satu kok. udah saya lapor. ya, cuma begitu,” ujarnya.

Melalui surat elektronik, pihak Grab telah melayangkan permohonan maaf pada SS. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami memahami bahwa Anda kecewa dengan permasalahan ini dan kami tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Kami sudah menindaklanjuti permasalahan ini dan melakukan pembekuan akun pengemudi tersebut,” tulis Grab.

SS menyayangkan sikap Grab pada dirinya. SS menganggap Grab tidak melayani pelanggannya dengan serius. Menurut SS, hal itu terbukti dari tidak adanya kompensasi yang diberikan Grab selaku perusahaan pengelola dan sopir sebagai terduga penghinaan sekaligus mitra Grab.

Menurut Undang-Undang no. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pada pasal 7 dinyatakan bahwa: Kewajiban pelaku usaha adalah memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan.