Korupsi Rp14,5 Miliar di Lhokseumawe Terus Diusut

Lhokseumawe (tahuberita.com): Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, menyebutkan, telah dilakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi pengadaan sapi di Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Kota Lhokseumawe, di Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Aceh, Kamis (13/7/2017) kemarin. “Rekomendasi dari gelar perkara disebutkan kasus itu layak ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Hendri, Jumat (14/7/2017).

Korupsi diduga senilai 14,5 miliar Rupiah. Namun, hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyebutkan kerugian negara dalam kasus itu sebesar 6 miliar Rupiah.

Hendri menjelaskan, dana 14,5 miliar Rupiah itu digunakan untuk membeli sapi dan disalurkan pada puluhan kelompok di Lhokseumawe tahun 2015 lalu. Namun, polisi mencium jumlah sapi yang diterima tidak sesuai dengan jumlah yang disepakati kelompok.

“Kita sudah panggil kelompok peternak, pegawai di BPKP, dan meminta BPKP melakukan audit investigasi. Hasilnya diketahui ada kerugian negara,” terangnya.

Dia menyebutkan, kasus itu akan diselesaikan tahun ini. Dirinya pun memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Untuk siapa tersangkanya, mungkin dalam waktu dekat ini akan ditetapkan. Ini penyidik kita akan memanggil lagi saksi-saksi tadi,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala DKPP Lhokseumawe, M Rizal, belum bisa dikonfirmasi. Nomor telepon seluler yang digunakannya bernada sibuk, sedangkan pesan singkat yang dikirimkan belum dijawab.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: