Kepala Disdikpora Kebumen Diperiksa KPK

Jakarta (tahuberita.com): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemerintah Kabupaten Kebumen, Ahmad Ujan Sugiono. Ahmad diperiksa terkait kasus dugaan suap ijon proyek di ‎Disdikpora Pemkab Kebumen tahun 2016.

Ahmad Ujan Sugiono diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka sekaligus. Kedua tersangka itu yakni Direktur Utama‎ (Dirut) PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (PT OSMA), Hartoyo, serta Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Kebumen, Sigit Widodo. “Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SGW dan HTY,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, saat dikonfirmasi, Selasa (29/11/2016).

Selain itu, KPK juga memeriksa dua orang lainya, yakni Tambah Basuki dari pihak swasta, dan Qolbin Salim yang merupakan karyawan swasta. Keduanya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hartoyo dan Sigit Widodo.

Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik KPK. Di antaranya Ketua DPRD Kebumen, Cipto Waluyo, dan Sekretaris DPRD‎ Kebumen, A Dwi Budi Satrio.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ketua Komisi A DPRD Kebumen, Yudhi Tri Hartanto, dan Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen, Sigit Widodo, pada Sabtu (15/10/2016). Keduanya ditangkap di beberapa tempat di Kebumen, Jawa Tengah.

Selain itu, KPK mengamankan empat orang lain yang masih berstatus saksi. Yaitu Ketua fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kebumen, Dian Lestari, anggota DPRD Kebumen dari fraksi PAN, Suhartono. Kemudian, Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Kebumen Andi Pandowo dan Direktur PT OSMA cabang Kebumen, Salim.

iklan fix

Yudhi, Dian dan Suhartono diketahui sama-sama duduk di Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi A yang mengurus bidang hukum dan pemerintahan. Yudhi dan Sigit diduga menerima suap terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen dengan total nilai proyek Rp 4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

KPK menduga keduanya membuat kesepakatan dengan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek dengan imbalan 20 persen dari nilai Rp 4,8 miliar. Namun, kesepakatan yang terjadi adalah Rp 750 juta.

Pada saat operasi tangkap tangan, KPK mengamankan uang Rp 70 juta dari tangan Yudhi, yang diduga sebagai bagian dari kesepatan.

Yudhy dan Sigit selaku penerima suap oleh KPK dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal‎ 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Hartoyo sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Tipikor.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: