Eksekusi Mati Masih Diperlukan

72
views

TahuBerita.com, Medan – Gembong dan bandar narkotika kian merajalela. Indonesia dijadikan sasaran empuk pangsa pasar narkoba dunia. Menurut praktisi hukum, Dessy Listiawaty Elstavie Marpaung, SE, SH, MAP, hukuman mati masih sangat diperlukan untuk menimbulkan efek jera. “Jangan berhenti eksekusi terhadap mereka yang divonis mati,” tegasnya.

Stavie, sapaan akrabnya, menyinggung kasus penangkapan narkotika dengan skala besar baru-baru ini. “Bulan lalu aparat menangkap 2,6 ton narkoba. Itu bikin kita tersadar, negara ini pasar empuk bagi peredaran barang haram itu,” ujar praktisi hukum, di Medan, Selasa (06/03/2018).

Praktisi hukum yang juga Ketua Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Wilayah Sumatera Utara ini, menilai  para gembong tersebut sangat sadar nyawa menjadi taruhan dalam bisnis ilegal narkoba. “Itulah sebabnya mereka tak gentar menghadapi hukuman mati. Bahkan sejumlah terpidana mati tetap leluasa mengendalikan bisnis narkoba dari balik penjara,” tutur Stavie, sapaan akrab bagi Dessy Listiawaty Elstavie Marpaung.

Hukuman mati, menurut Stavie, bahkan belum memberi efek jera bagi gembong dan bandar narkoba. Meski sudah tiga episode eksekusi mati dilakukan dimasa pemerintahan Jokowi-JK, faktanya penyelundupan narkoba kian menjadi-jadi.

Hasil pelacakan aparat hukum membuktikan, di antara mafia tersebut melakukan kejahatan lain, yakni pencucian uang. Stavie bercerita, Badan Narkotika Nasional ( BNN) dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap pencucian uang Rp 6,4 triliun diduga dilakukan terpidana mati kasus narkoba.